Preman kembali jadi sorotan setelah aksi mereka yang meresahkan masyarakat ditindak tegas aparat gabungan di Kabupaten Bogor.
Operasi ini melibatkan Polres Bogor, TNI, dan Satpol PP sebagai respons terhadap instruksi langsung dari pemerintah pusat.
Dalam kegiatan tersebut, aparat menyasar titik-titik rawan premanisme dan berhasil mengamankan puluhan orang yang diduga kuat melakukan pungutan liar.
Penangkapan Preman di Bogor, 23 Orang Diamankan

Operasi gabungan yang digelar secara masif oleh Polres Bogor bersama unsur TNI dan Satpol PP sejak Jumat (16/5/2025) lalu berhasil mengamankan sebanyak 23 orang yang diketahui berprofesi sebagai juru parkir liar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pelaku yang diamankan ini diduga kuat terlibat dalam praktik pungutan liar di sejumlah titik strategis dan kawasan padat aktivitas masyarakat, seperti pasar tradisional, jalan raya, serta area pertokoan.
Keberadaan para preman tersebut selama ini dinilai telah meresahkan warga, lantaran mereka meminta uang secara paksa kepada pengendara atau pengunjung pasar tanpa izin resmi dan di luar ketentuan pemerintah daerah.
Beberapa di antaranya bahkan kerap bertindak kasar, mengintimidasi, atau memaksa warga untuk membayar parkir di tempat yang sebenarnya tidak ditetapkan sebagai zona parkir resmi.
Wakapolres Bogor, Kompol Rizka Fadhila menyampaikan bahwa dari hasil penangkapan tersebut, sebagian pelaku juga kedapatan membawa botol minuman keras yang disimpan di dalam tas atau dibawa langsung saat beraktivitas di lapangan.
Hal ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap ketertiban umum, mengingat konsumsi alkohol di ruang publik dilarang dan dapat memicu gangguan keamanan, apalagi jika dikaitkan dengan aksi premanisme.
Lebih lanjut, Kompol Rizka menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan implementasi dari instruksi langsung Presiden Republik Indonesia yang diteruskan kepada Kapolri dan seluruh jajaran kepolisian untuk menindak tegas segala bentuk praktik premanisme dan pungli yang mengganggu ketertiban serta kenyamanan masyarakat.
Menurutnya, upaya ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang bersih dari aksi intimidasi dan pungutan ilegal, sekaligus memulihkan rasa aman bagi warga yang selama ini merasa tertekan akibat ulah para pelaku tersebut.
Dengan jumlah pelaku yang cukup banyak dan temuan barang bukti berupa uang hasil pungli serta minuman keras, aparat meyakini bahwa praktik premanisme di wilayah Bogor masih cukup kuat dan terorganisir.
Oleh karena itu, kegiatan operasi semacam ini akan terus dilakukan secara berkala dengan pola yang lebih masif dan menyeluruh, terutama di kawasan yang menjadi titik rawan aksi para pelaku.
Salah satu lokasi utama operasi adalah Jalan Raya JakartaBogor di kawasan Cibinong. Di titik ini, beberapa preman yang berperan sebagai ˜Pak Ogah™ ditangkap saat tengah mengatur lalu lintas dan meminta uang dari pengendara.
Tindakan ini dianggap sebagai bentuk pungutan liar karena tidak berada di bawah pengawasan atau izin resmi dari dinas terkait.
Kepolisian menyisir kawasan ini karena sering menjadi tempat beraksi para preman. Mereka biasa memanfaatkan kemacetan dan simpang jalan untuk memeras pengemudi, terlebih di jam-jam sibuk.
Penindakan terhadap preman seperti ini diharapkan dapat mengurangi keresahan warga serta membatasi ruang gerak pelaku pungli di jalanan.
Kawasan Pasar Cibinong dan flyover di sekitarnya juga tak luput dari penyisiran. Petugas mengamankan beberapa pria bertato yang sedang nongkrong dan mencurigakan.
Pemeriksaan ketat dilakukan terhadap barang bawaan serta tubuh mereka guna memastikan tidak ada senjata tajam, obat-obatan, atau barang berbahaya lainnya.
Hasil penggeledahan terhadap para preman ini menemukan sejumlah uang hasil pungli dan botol minuman keras.
Meski tidak ditemukan narkoba, kehadiran miras di ruang publik tetap melanggar aturan yang berlaku dan menjadi catatan serius dalam pendataan dan pembinaan lebih lanjut.
Operasi Premanisme Jadi Agenda Rutin Demi Keamanan Warga Bogor
Kompol Rizka menyampaikan bahwa operasi terhadap preman akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Preman kerap memanfaatkan celah hukum dan lemahnya pengawasan untuk mencari keuntungan dengan cara yang merugikan masyarakat luas. Oleh karena itu, tindakan tegas dan konsisten menjadi kunci utama.
Polres Bogor menegaskan bahwa tindakan terhadap preman bukan sekadar show of force, tetapi bentuk komitmen untuk menekan angka kriminalitas jalanan.
Dengan melibatkan TNI dan Satpol PP, pendekatan yang dilakukan bersifat menyeluruh, baik dari sisi penegakan hukum maupun pembinaan sosial.
Setiap pelaku yang diamankan akan didata, dibina, dan bila ditemukan unsur pidana, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Harapannya, operasi ini menjadi peringatan keras bagi preman-preman lain yang masih berani beroperasi di jalanan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






