OJK Jabodebek Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Jakarta

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonomi Kreatif Jakarta — Penandatanganan MoU OJK Jabodebek dan TPAKD DKI Jakarta di Jakarta Creative Hub

OJK Jabodebek dan TPAKD DKI Jakarta menandatangani MoU untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

Redaksiku.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Ibu Kota melalui kolaborasi lintas sektor yang komprehensif. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang melibatkan berbagai lembaga jasa keuangan, badan usaha milik daerah, hingga asosiasi industri kreatif di Jakarta Creative Hub pada Selasa, 22 September 2026.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang dirancang untuk menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Edwin Nurhadi selaku Kepala OJK Jabodebek menekankan bahwa penandatanganan kesepakatan tersebut hanyalah sebuah permulaan untuk menghadirkan kerja sama yang berdampak luas bagi para pelaku usaha lokal di Jakarta.

Program Pengembangan Ekonomi Daerah memfokuskan penguatan pada aspek akses keuangan, perluasan pasar, serta asistensi teknis dan pengembangan kapasitas pelaku usaha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekosistem Kreatif

Pelaksanaan program ini mempertemukan kebutuhan riil para pelaku usaha kreatif dengan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, lembaga keuangan, agregator, hingga offtaker disatukan dalam sebuah rantai ekosistem yang solid agar karya serta produk lokal memiliki daya saing tinggi.

Sejumlah institusi terkemuka turut serta dalam penandatanganan MoU strategis ini guna memperkuat fondasi permodalan dan perlindungan bagi para pelaku industri kreatif:

  • Bank Jakarta dan Bank Hijra yang siap mendukung penyediaan akses pembiayaan yang inklusif.
  • Jamkrida Jakarta yang memberikan kemudahan penjaminan kredit bagi usaha mikro dan kecil.
  • Ekuid, Great Eastern Life Indonesia, serta BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan finansial dan tenaga kerja.
  • PT Jakarta Tourisindo atau Jakarta Experience Board bersama asosiasi periklanan seperti IRPII, P3I, dan IVENDO DPP DKI Jakarta.

Sebanyak belasan lembaga jasa keuangan, BUMD, dan asosiasi industri kreatif terlibat langsung dalam penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta Creative Hub.

Muhammad Herizkianto selaku Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta mengingatkan agar seluruh komitmen yang telah terjalin tidak berhenti di atas kertas semata. Setiap pihak dituntut untuk segera merealisasikannya ke dalam program kerja yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Momentum ini jangan berhenti pada penandatanganan, tetapi harus diwujudkan melalui program dan kolaborasi yang konkret, sehingga memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha ekonomi kreatif dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta.”

— Muhammad Herizkianto

Strategi Menuju Top 20 Global City

Rangkaian acara penguatan ekosistem ini juga diisi dengan sesi talkshow bertajuk penguatan industri kreatif untuk mengakselerasi perekonomian daerah. Sesi diskusi tersebut menghadirkan berbagai narasumber kompeten dari instansi pemerintahan dan perbankan guna memetakan arah pengembangan potensi talenta lokal.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menyampaikan pandangannya mengenai ambisi besar Ibu Kota di kancah internasional. Puji Hastuti selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur ekonomi kreatif harus berjalan seiring dengan visi besar Jakarta ke depan.

“Sebagai kota global, Jakarta perlu terus memperkuat kapasitas ekosistem ekonomi kreatif untuk mendukung visi menuju Top 20 Global City. Sinergi pemerintah, regulator, dan lembaga jasa keuangan menjadi kunci untuk mewujudkan hal tersebut.”

— Puji Hastuti

Melalui sinergi yang terbangun antara regulator dan pelaku industri, para kreator lokal diharapkan mampu mengoptimalkan kreativitas mereka untuk menciptakan nilai tambah yang signifikan. Hal ini diyakini mampu membuka peluang lapangan kerja baru serta memperkuat posisi tawar Jakarta di tingkat global.

Komitmen Pengawalan Berkelanjutan

OJK Jabodebek bersama TPAKD Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengawal jalannya implementasi Program PED secara berkala. Pengawasan ini mencakup evaluasi terhadap efektivitas perluasan pasar, kemudahan pembiayaan perbankan, dan peningkatan kapasitas bisnis para pelaku usaha kreatif.

Pelaku usaha kreatif di Jakarta dapat memanfaatkan program pendampingan dan akses pembiayaan melalui koordinasi langsung dengan dinas terkait dan lembaga keuangan mitra.

Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, tantangan klasik seputar permodalan dan pemasaran yang kerap dihadapi pelaku usaha mikro dan menengah diharapkan dapat teratasi secara bertahap. Pertumbuhan ekonomi kreatif yang tangguh pada gilirannya akan menjadi pilar penting bagi kemajuan ekonomi regional.

Pertanyaan Umum

Apa tujuan utama dari penandatanganan MoU ekonomi kreatif di Jakarta?

Penandatanganan MoU tersebut bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui peningkatan akses keuangan, perluasan pasar, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha di bawah Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED).

Lembaga apa saja yang terlibat dalam kolaborasi lintas sektor ini?

Kolaborasi ini melibatkan OJK Jabodebek, TPAKD DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta, sejumlah lembaga jasa keuangan seperti Bank Jakarta dan Bank Hijra, Jamkrida Jakarta, perusahaan asuransi, serta berbagai asosiasi industri kreatif.

Bagaimana program ini mendukung visi Jakarta ke depan?

Program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi talenta lokal dan memperkuat daya saing sektor kreatif demi mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang masuk dalam jajaran Top 20 Global City.

Ringkasan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan langkah strategis memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta Creative Hub pada 22 September 2026. Dipimpin oleh Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi dan Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Muhammad Herizkianto, inisiatif di bawah Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) ini melibatkan belasan lembaga jasa keuangan, BUMD, serta asosiasi industri untuk memperluas akses pembiayaan dan perlindungan bagi pelaku usaha lokal.

Kolaborasi lintas sektor ini merangkul berbagai institusi terkemuka seperti Bank Jakarta, Bank Hijra, Jamkrida Jakarta, Ekuid, Great Eastern Life Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, PT Jakarta Tourisindo, hingga asosiasi periklanan IRPII, P3I, dan IVENDO DPP DKI Jakarta. Melalui sinergi ini, program difokuskan pada penguatan permodalan, penjaminan kredit, perluasan pasar, dan asistensi teknis agar para pelaku industri kreatif mampu mengatasi tantangan bisnis.

Menurut Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Puji Hastuti, penguatan kapasitas ekosistem ini krusial untuk mengakselerasi visi Jakarta menuju jajaran Top 20 Global City. OJK Jabodebek dan TPAKD berkomitmen untuk terus mengawal implementasi program secara berkala guna memastikan efektivitas pembiayaan dan penciptaan nilai tambah bagi perekonomian regional.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

bank bjb dan UPI Jalin Kerja Sama Strategis Tridharma Perguruan Tinggi
BEI Buka Kembali Perdagangan Saham WAPO Mulai 23 September 2026
IHSG Berpotensi Rebound, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
IHSG Diproyeksi Uji Level 6.208–6.258 Hari Ini
IHSG Melemah, Analis Rekomendasikan AMMN, UNVR, PGEO, SMGR
Bank Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Negara di Era Digital
Investor Muda Dominasi 53,85% Pasar Modal Indonesia per 2026
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.297,95 pada Rabu Pagi

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 09:57 WIB

OJK Jabodebek Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Jakarta

Rabu, 23 September 2026 - 18:18 WIB

bank bjb dan UPI Jalin Kerja Sama Strategis Tridharma Perguruan Tinggi

Rabu, 23 September 2026 - 17:39 WIB

BEI Buka Kembali Perdagangan Saham WAPO Mulai 23 September 2026

Rabu, 23 September 2026 - 17:33 WIB

IHSG Berpotensi Rebound, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Rabu, 23 September 2026 - 17:17 WIB

IHSG Diproyeksi Uji Level 6.208–6.258 Hari Ini

Berita Terbaru

Festival Literasi Demak 2026 resmi digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak untuk mendorong budaya berkarya.

Viral

Festival Literasi Demak 2026 Dorong Budaya Berkarya

Kamis, 24 Sep 2026 - 13:02 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum membentuk balai khusus untuk mengelola dana pengembangan jalan tol secara transparan.

Politik

Kementerian PU Bentuk Balai Khusus Pengelola Dana Jalan Tol

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:59 WIB

Kementerian Perindustrian menyiapkan petunjuk teknis program insentif motor listrik tahun 2026.

Viral

Kemenperin Siapkan Juknis Insentif Motor Listrik 2026

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:51 WIB

error: Content is protected !!