Bank Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Negara di Era Digital

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta berbicara dalam seminar internasional mengenai kolaborasi lintas negara di era digital.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pembukaan seminar internasional di Jakarta.

Redaksiku.com – Kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama bagi kemajuan ekonomi digital yang semakin cepat, terhubung, dan lintas batas. Seiring pesatnya adopsi teknologi finansial, penguatan tata kelola dan pelindungan konsumen menjadi aspek yang mendesak untuk terus ditingkatkan. Kolaborasi lintas sektor dan negara perlu diperkuat guna memastikan inovasi berjalan secara aman, inklusif, serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyampaikan pandangan tersebut saat membuka seminar internasional bertema The Collaborative Frontier di Bali pada 17 hingga 18 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan berbagai lembaga internasional, bank sentral, regulator, penegak hukum, akademisi, serta pelaku industri global untuk merumuskan strategi pelindungan yang lebih efektif di era digital.

Teknologi dapat memungkinkan tumbuhnya kepercayaan, tetapi teknologi semata tidak dapat menciptakannya karena tata kelolalah yang membangun fondasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Urgensi Pelindungan Konsumen di Tengah Risiko Digital

Pelindungan konsumen memegang peranan krusial dalam menjaga kepercayaan publik di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital yang kian kompleks. Dampak dari tindak kejahatan siber tidak sekadar menimbulkan kerugian finansial secara langsung bagi individu, melainkan juga memengaruhi tingkat adopsi digital, perluasan inklusi keuangan, hingga stabilitas sistem keuangan secara makro.

Oleh karena itu, pelindungan konsumen harus diletakkan sebagai bagian yang melekat di dalam arsitektur transformasi digital itu sendiri. Sinergi antar pemangku kepentingan perlu dibangun secara terintegrasi dan berbasis risiko agar respons terhadap ancaman dapat dilakukan secara langsung atau real-time tanpa hambatan birokrasi yang panjang.

  • Penguatan kejelasan tanggung jawab hukum bagi setiap pihak yang terlibat dalam ekosistem pembayaran.
  • Peningkatan mekanisme pertukaran informasi yang tepercaya antarlembaga keuangan dan penegak hukum.
  • Penyediaan respons lintas batas yang terkoordinasi dengan baik untuk menghadapi modus kejahatan siber internasional.

Perkembangan Transaksi Digital dan Tantangan Literasi

Transaksi digital di Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif, namun capaian tersebut masih menyisakan tantangan besar terkait tingkat pemahaman masyarakat. Berdasarkan data semester I 2026, penggunaan QRIS mencatat angka fantastis mencapai 12,55 miliar transaksi atau melesat dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai transaksi QRIS pada semester I 2026 menyentuh angka sekitar Rp600,7 triliun yang didukung oleh lebih dari 66 juta pengguna aktif dan hampir 45 juta merchant.

Meskipun adopsi teknologi pembayaran sudah sangat luas dan didominasi oleh pelaku usaha mikro, kecil, serta menengah, tantangan literasi tetap menjadi pekerjaan rumah yang serius. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan berada di angka 69,57%, yang masih tertinggal jauh di bawah indeks inklusi keuangan yang telah mencapai 93,61%.

Kesenjangan yang cukup lebar antara tingkat akses dan tingkat pemahaman ini menegaskan pentingnya edukasi yang masif. Perluasan akses layanan keuangan wajib berjalan beriringan dengan peningkatan kecakapan konsumen, sistem pengamanan yang handal, serta penyediaan mekanisme penanganan pengaduan yang mudah diakses.

Strategi Kebijakan dan Kolaborasi Global Bank Indonesia

Bank Indonesia mengambil langkah strategis dengan memperkuat aspek pelindungan konsumen melalui kerangka Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030. Melalui inisiatif 4I-RD yang mencakup infrastruktur, industri, inovasi, internasional, dan rupiah digital, bank sentral memastikan bahwa integritas transaksi serta manajemen risiko berjalan secara konsisten.

Penguatan regulasi domestik ini juga didukung secara resmi melalui penerbitan peraturan khusus mengenai pelindungan konsumen sektor pembayaran. Selain itu, keterlibatan aktif dalam berbagai forum internasional turut membantu merumuskan standar global yang adaptif terhadap karakteristik pasar di berbagai negara.

  • Penerapan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6 Tahun 2026 sebagai payung hukum pelindungan konsumen.
  • Optimalisasi peran Indonesia Anti-Scam Centre untuk mempercepat proses deteksi, pelaporan, dan pemulihan dana korban kejahatan siber.
  • Keterlibatan aktif dalam forum internasional seperti OECD Working Party, OECD/INFE, dan FinCoNet.

Kejahatan keuangan lintas negara memerlukan harmonisasi regulasi yang ketat serta pemanfaatan teknologi modern seperti kecerdasan artifisial dan blockchain untuk deteksi dini.

Pertanyaan Umum

Apa tema utama seminar internasional yang diselenggarakan Bank Indonesia di Bali?

Seminar tersebut mengusung tema The Collaborative Frontier: Integrating Multi-Stakeholder Strategies in Consumer Protection and Financial Integrity, yang berfokus pada penguatan strategi kolaborasi lintas sektor dan negara.

Berapa nilai transaksi QRIS pada semester I 2026?

Nilai transaksi QRIS pada semester I 2026 mencapai sekitar Rp600,7 triliun dengan volume transaksi menyentuh angka 12,55 miliar.

Apa saja tantangan utama dalam ekosistem keuangan digital saat ini?

Tantangan utamanya meliputi kesenjangan antara indeks inklusi keuangan yang sudah tinggi dan indeks literasi keuangan yang masih perlu ditingkatkan, serta ancaman kejahatan digital lintas batas.

Ringkasan

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, membuka seminar internasional bertajuk “The Collaborative Frontier” di Bali pada 17–18 September 2026, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan sektor untuk memperkuat pelindungan konsumen serta integritas sistem pembayaran di era digital.

Pertumbuhan transaksi digital yang masif di Indonesia, dibuktikan oleh volume penggunaan QRIS yang mencapai 12,55 miliar transaksi dengan nilai sekitar Rp600,7 triliun pada semester I 2026, masih dihadapkan pada tantangan kesenjangan literasi keuangan yang berada di angka 69,57% berbanding tingkat inklusi 93,61%.

Untuk mengatasi risiko kejahatan siber lintas batas, Bank Indonesia memperkuat regulasi domestik melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030, Peraturan Bank Indonesia Nomor 6 Tahun 2026, serta optimalisasi Indonesia Anti-Scam Centre dan keterlibatan aktif dalam forum global seperti OECD.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

bank bjb dan UPI Jalin Kerja Sama Strategis Tridharma Perguruan Tinggi
BEI Buka Kembali Perdagangan Saham WAPO Mulai 23 September 2026
IHSG Berpotensi Rebound, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
IHSG Diproyeksi Uji Level 6.208–6.258 Hari Ini
IHSG Melemah, Analis Rekomendasikan AMMN, UNVR, PGEO, SMGR
Investor Muda Dominasi 53,85% Pasar Modal Indonesia per 2026
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.297,95 pada Rabu Pagi
Bank Banten Resmikan KCP di RSUD Balaraja Tangerang

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 18:18 WIB

bank bjb dan UPI Jalin Kerja Sama Strategis Tridharma Perguruan Tinggi

Rabu, 23 September 2026 - 17:39 WIB

BEI Buka Kembali Perdagangan Saham WAPO Mulai 23 September 2026

Rabu, 23 September 2026 - 17:33 WIB

IHSG Berpotensi Rebound, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Rabu, 23 September 2026 - 17:17 WIB

IHSG Diproyeksi Uji Level 6.208–6.258 Hari Ini

Rabu, 23 September 2026 - 16:25 WIB

IHSG Melemah, Analis Rekomendasikan AMMN, UNVR, PGEO, SMGR

Berita Terbaru

Kacamata pintar Viture Vonder hadir dengan desain minimalis yang mengutamakan privasi dan kenyamanan pengguna.

Wearables

Kacamata Pintar Vonder: Fokus pada Privasi dan Kenyamanan

Rabu, 23 Sep 2026 - 18:57 WIB

error: Content is protected !!