Novel : Petaka Sebuah Janji (Part 28)

- Penulis

Jumat, 15 November 2024 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yayo brrhenti untuk bernapas dan minum. Semua memperhatikan dengan rasa ingin tahu. Kisah Yayo dilanjutkan.

Aneh kan, masa nggak dapet sinyal babar blas! Yang mendengar melongo. Yayo memperhatikan sambil tersenyum.

Ini beneran, nggak bohong! Di luar gelap, hanya tampak samar-samar bayangan pohon berkejaran, seakan jalan di tengah hutan. Anehnya, deburan ombak kedengaran jelas sekali. Bingung nggak? Masa mau ke Purwokerto lewat pantai!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yayo memperhatikan keluarganya satu per satu. Pendengarnya manggut-manggut lemah ikut bingung. Diam-diam Pakde mencolek Pak Kardi dari bawah meja. Keduanya saling melirik, lalu mengangguk tipis menandakan adanya kesamaan pikiran.

Yayo hanya fokus pada jalan di depan. Lamat-lamat terdengar azan magrib.

Berarti langit mendung, Yok. Azan magrib kan, langit masih terang, protes ayahnya.

Itu dia, Ayah! Dari senja, pemandangan sudah remang-remang, nggak ada jejak matahari blas, disusul kabut turun. Aneh, kan? Sambil menjawab azan, mobil Yayo arahkan ke suara azan yang makin jelas terdengar. Kalian tau di mana?

Di mana, Mas? tanya adiknya penasaran.

Mesjid itu di daerah Girisubo, Gunung Kidul paling timur dekat Wonogiri! Jadi bener kan, Yayo menyusuri pantai selatan! Yang nggak masuk akal, menuju ke arah timur! Mulai kapan Purwokerto di sebelah timur Jogja.

Lha kok bisa? tanya bundanya bingung. -Semua yang hadir di situ juga bingung.

Itulah! Kami turun, ikut salat Magrib berjamaah. Anehnya, orang-orang yang salat itu sama sekali tidak berkomunikasi. Dan temen baruku itu, ya tetep tenaaang, nggak da reaksi, blas. Ampun, deh, jelas Yayo sambil memijit kening dan geleng kepala pelan. Semua terkesima mendengar penuturan Yayo.

Sepertinya mobilmu melindas oyod mimang, Le! Makanya mubeng-mubeng ra karuan ndak tau arah, kesasar-sasar! ujar Pakde mengagetkan.

Oyod mimang? Akar apa itu Pakde? tanya Ratih.

Akar tanaman gaib yang dipasang bangsa lelembut untuk nyasarke menungso!

Tuh, Mas! Pasti berangkatnya nggak bismillah, makanya kesasar! ledek Ratih.

Enak aja! Kalo ngomong sekepenake! sahut Yayo.

Pakde dan Pak Kardi menyimak sambil mengerahkan kemampuan untuk melacak teman baru Yayo. Keduanya merasakan getar-getar halus setiap kali Yayo membicarakan teman barunya itu. Semua masih gelap. Yayo memperbaiki duduknya, lalu melanjutkan kisah perjalanannya.

Setelah salam dan doa akhir salat, orang yang makmum di sebelah Yayo, berbisik, ˜Mas, hati-hati dalam perjalanan. Balik arah dan ikuti jalan di depanmu™. Belum sempat bicara apa-apa, tiba-tiba Yayo seperti kehilangan kesadaran. Eh, tau-tau sudah berdiri di samping mobil! Temen Yayo malah sudah ada di dalam mobil!

Yayo mengembuskan napas dengan keras, lalu berdeham untuk melegakan dadanya. Yang lain saling pandang. Pade dan Pak Kardi hanya manggut-manggut faham. Ada sesuatu yang keduanya rasakan, tetapi masih tidak tahu itu apa.

Yayo balik arah. Di luar, sinar bulan separo hanya remang-remang seperti tertutup tirai tipis. Yayo hanya fokus melihat jalan seperti yang orang itu katakan. Sepanjang perjalanan kami diam. Rasanya seperti tidak punya kawan seperjalanan. Yayo tidak tau jalan itu menuju ke mana. Tapi yang pasti ke arah barat. Saat salat Isya kami berhenti di sebuah masjid bagus sekali, tapi Yayo ndak tau itu di mana. Jamaah salat Isya juga sama seperti sebelumnya. Yayo cuek lah, yang penting bisa salat.

Kamu ndak punya bayangan, itu ada di mana? tanya Arum. Yayo menggeleng.

Kampung itu suram berkabut. Hanya masjid yang megah dan terang benderang, itu saja yang terlihat magrong-magrong, selebihnya diliputi kabut. Setelah salat, semua jamaah keluar dalam diam menuju kampung di tengah kabut. Yayo cuma melihat, lalu buru-buru masuk mobil.

Yayo memperhatikan semua yang hadir di situ. Keningnya berkerut melihat Pakde Narto dan Pak Kardi yang memejamkan mata. Tiba-tiba Yayo berjengit ingat sesuatu.

Eh iya, dari jauh terdengar jlegar jlegur suara ombak cukup kencang. Berarti Yayo jalan menyusuri pantai selatan, masih di daerah Gunung Kidul. Rasanya, hati agak tenang, soalnya Yayo berada di jalur yang benar. Kami menuju ke arah barat.

Semua orang diam. Keadaan sunyi dan hening. Simbok menghidangkan rujak buah dingin.

Wah, Simbok, cayankuh! Inget aja klangenanku nek panas-panas ngene, ucap Yayo memuji.

 

Lha nggih kemutan, to Den. Den Yayo kan, momongan Simbok dari kecil! sahut Simbok.

Semua menikmati rujak dingin dengan nikmat. Yayo habis dua piring kecil, lalu melanjutkan kisahnya.

Yayo lelah sekali rasanya. Mata hanya melihat jalan kosong sendirian, nggak ada mobil yang papasan, nyalip atau mengikuti. Sendiri ndil. Kiri dan kanan gelap sedikit remang-remang. Sebelah kanan bayangan pepohonan berlarian seperti hantu berkejaran. Jeda sebentar, Yayo memperlihatkan bulu-bulu tangan yang meremang. Kemudian, dia meneruskan kisah perjalanannya.

Di sebelah kiri nggak begitu jelas, tapi yang pasti terdengar jelas suara ombak susul menyusul membentur tebing pantai. Gundukan bukit dengan tebing terjal seperti raksasa hitam pekat menjaga pantai. Suasana sangat menyeramkan. Suaranya menyusup celah jendela. Wess pokoknya tintrim, marai mrinding. Yayo berhenti sebentar untuk minum.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Terbaru! Spanyol vs Arab Saudi Main Malam Ini, Cek Jam Kick-offTerbaru! Spanyol vs Arab Saudi Main Malam Ini, Cek Jam Kick-off

Olahraga

Terbaru! Spanyol vs Arab Saudi Main Malam Ini, Cek Jam Kick-off

Minggu, 21 Jun 2026 - 08:08 WIB

Spektakuler! Konser Mahalini Ramaikan Jakarta Fair Malam Ini

Hiburan

Spektakuler! Konser Mahalini Ramaikan Jakarta Fair Malam Ini

Minggu, 21 Jun 2026 - 07:38 WIB

Waspada! Gunung Ibu Erupsi Pagi Ini, Sudah 45 Kali SepekanWaspada! Gunung Ibu Erupsi Pagi Ini, Sudah 45 Kali Sepekan

Bencana

Waspada! Gunung Ibu Erupsi Pagi Ini, Sudah 45 Kali Sepekan

Minggu, 21 Jun 2026 - 07:28 WIB