Nanik Buka Suara! Ngaku Tak Pernah Ikut Pengadaan di BGN, Ini Faktanya

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nanik Buka Suara! Ngaku Tak Pernah Ikut Pengadaan di BGN, Ini Faktanya

Nanik Buka Suara! Ngaku Tak Pernah Ikut Pengadaan di BGN, Ini Faktanya

Redaksiku.com – Nanik Akhirnya Buka Suara soal Tuduhan di BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, akhirnya memberikan klarifikasi terkait berbagai tudingan yang menyebut dirinya tidak memahami proses pengadaan di lembaganya. Ia juga menanggapi anggapan yang meragukan kompetensinya dalam menjalankan tugas.

Dalam sebuah wawancara di podcast Total Politik, Nanik menegaskan bahwa dirinya justru tidak pernah dilibatkan dalam rapat teknis maupun pengambilan keputusan terkait pengadaan barang dan jasa.

Mengaku Tak Pernah Ikut Rapat Pengadaan

Nanik menjelaskan bahwa dirinya baru resmi bergabung dengan BGN pada akhir September 2024. Sementara itu, proses pengadaan yang dipersoalkan disebut terjadi pada pertengahan tahun yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut membuatnya merasa tidak memiliki keterkaitan langsung dengan proses tersebut.

Beberapa poin penting yang disampaikan Nanik:

  • Bergabung dengan BGN pada akhir September 2024
  • Proses pengadaan berlangsung sekitar bulan Juni
  • Tidak pernah diundang dalam rapat terkait pengadaan
  • Tidak memiliki peran dalam pengambilan keputusan

Ia menegaskan bahwa tudingan yang menyebut dirinya terlibat tidak sesuai dengan fakta yang ia alami.

Fokus pada Komunikasi Publik, Bukan Anggaran

Selama menjabat, Nanik mengaku lebih banyak menangani urusan komunikasi publik serta situasi tertentu yang membutuhkan respons cepat. Ia menekankan bahwa tugasnya berada di luar ranah pengelolaan anggaran.

Menurutnya, peran tersebut membuat dirinya tidak terlibat dalam isu keuangan atau pengadaan yang kini menjadi sorotan.

Ia juga menyampaikan bahwa:

  • Tidak memiliki akses ke kebijakan internal tertentu
  • Tidak terlibat dalam penyusunan petunjuk teknis
  • Tidak ikut dalam keputusan operasional lembaga

Hal ini memperkuat posisinya bahwa dirinya berada di “pinggiran” dalam struktur pengambilan keputusan strategis.

Tegaskan Tidak Tahu Detail Internal BGN

Dalam pernyataannya, Nanik bahkan mengaku tidak mengetahui berbagai keputusan internal yang bersifat teknis. Ia menyebut tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan terkait berbagai kebutuhan operasional lembaga.

Pernyataan ini sekaligus menjadi bantahan terhadap anggapan bahwa dirinya memiliki kendali penuh dalam pengelolaan program.

Nanik Buka Suara! Ngaku Tak Pernah Ikut Pengadaan di BGN, Ini Faktanya
Nanik Buka Suara! Ngaku Tak Pernah Ikut Pengadaan di BGN, Ini Faktanya

Sidak Jadi Cara Tunjukkan Kondisi Lapangan

Terkait inspeksi mendadak (sidak) yang sempat dilakukannya, Nanik menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan inisiatif pribadi. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kondisi nyata di lapangan kepada pemerintah.

Ia ingin memastikan bahwa fakta yang terjadi tidak hanya berdasarkan laporan di atas kertas.

Menurutnya:

  • Sidak dilakukan untuk transparansi
  • Memberikan gambaran nyata kondisi lapangan
  • Menjadi bentuk tanggung jawab moral terhadap program

Langkah ini juga dinilai sebagai upaya untuk mencegah pemborosan anggaran.

Bantah Disebut “Cepu”, Ini Alasannya

Nanik juga menanggapi tudingan yang menyebut dirinya sebagai pelapor atau “cepu” dalam berbagai kasus yang menyeret nama BGN.

Ia menegaskan bahwa isu yang beredar sebenarnya sudah lebih dulu ramai dibahas di media sosial sebelum menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Menurutnya:

  • Informasi sudah beredar luas di publik
  • Ia tidak memiliki peran khusus sebagai pelapor
  • Tujuan utama adalah menjaga keuangan negara

Pernyataan ini sekaligus menjadi pembelaan atas posisi dirinya di tengah sorotan publik.

Jarang Bertemu Presiden Prabowo

Menariknya, Nanik juga mengungkap bahwa dirinya jarang berinteraksi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat di BGN.

Ia menyebut pertemuan yang terjadi lebih banyak berkaitan dengan program becak listrik yang selama ini ia dorong.

Hal ini menunjukkan bahwa:

  • Komunikasi dengan Presiden tidak intens
  • Fokus diskusi lebih ke program tertentu
  • Tidak ada pembahasan rutin terkait BGN

Singgung Masih Ada Praktik Korupsi

Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga sempat menyinggung adanya dugaan praktik korupsi di lingkungan tertentu saat berdiskusi mengenai program pendidikan.

Ia mengaku pernah menyampaikan kekhawatirannya secara langsung, meskipun tidak secara rinci membahas kasus tertentu.

Pernyataan ini semakin memperkuat bahwa:

  • Masalah korupsi masih menjadi perhatian
  • Perlu pengawasan lebih ketat
  • Transparansi menjadi hal penting

Tegaskan Tidak Terlibat Pengelolaan Dana

Nanik kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki akses terhadap pengelolaan anggaran maupun penentuan titik pelaksanaan program.

Ia menyebut seluruh aspek operasional berada di bawah pihak lain yang memiliki kewenangan lebih besar.

Beberapa poin penting:

  • Tidak menerima aliran dana program
  • Tidak mengatur distribusi anggaran
  • Tidak terlibat dalam keputusan teknis

Dengan demikian, ia mempertanyakan tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Belum Ada Tanggapan dari Pihak Terkait

Hingga saat ini, pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan Nanik belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi.

Situasi ini membuat polemik masih terus berkembang di tengah publik, terutama di media sosial.

Banyak pihak kini menunggu:

  • Klarifikasi dari pihak terkait
  • Hasil penyelidikan aparat hukum
  • Fakta lengkap dari kasus yang berkembang

Kesimpulan: Klarifikasi yang Picu Perdebatan

Pernyataan Nanik S Deyang membuka sudut pandang baru terkait polemik di BGN. Ia menegaskan tidak terlibat dalam pengadaan maupun pengelolaan anggaran.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu perdebatan baru di kalangan publik.

Apakah ini bentuk transparansi atau justru membuka fakta yang lebih besar? Semua masih menunggu perkembangan selanjutnya.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : redaksiku

Editor : redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya
Berkat Laporan 110, Polisi Barru Gercep Evakuasi Pensiunan PNS
Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api
Indeks Desa 2026 Belum Final, Ini Jadwal Verifikasi hingga Hasil Terbaru Keluar
Daftar Promo Spesial Kemerdekaan Agustus 2026, Cocok untuk Nongkrong dan Makan Rame-Rame
Rangkaian Acara HUT ke 81 RI yang Wajib Diketahui, Ada Pesta Rakyat hingga Merdeka Run 8.1
Nama Febrio Adiono Muncul dalam Kasus Sutrimo, Kejagung Ungkap Status Sebenarnya
Deadline Refund Lewat, Jaminan Tampia Tour ke UMKO Kini Dipertanyakan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Berkat Laporan 110, Polisi Barru Gercep Evakuasi Pensiunan PNS

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Indeks Desa 2026 Belum Final, Ini Jadwal Verifikasi hingga Hasil Terbaru Keluar

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Daftar Promo Spesial Kemerdekaan Agustus 2026, Cocok untuk Nongkrong dan Makan Rame-Rame

Berita Terbaru

Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Life Style

5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Selasa, 11 Agu 2026 - 07:34 WIB

Tips Menitipkan Produk Baru di Toko, Anti Ditolak

Bisnis

4 Tips Menitipkan Produk Baru di Toko, Anti Ditolak

Selasa, 11 Agu 2026 - 07:17 WIB