Redaksiku.com – Nanik Akhirnya Buka Suara soal Tuduhan di BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, akhirnya memberikan klarifikasi terkait berbagai tudingan yang menyebut dirinya tidak memahami proses pengadaan di lembaganya. Ia juga menanggapi anggapan yang meragukan kompetensinya dalam menjalankan tugas.
Dalam sebuah wawancara di podcast Total Politik, Nanik menegaskan bahwa dirinya justru tidak pernah dilibatkan dalam rapat teknis maupun pengambilan keputusan terkait pengadaan barang dan jasa.
Mengaku Tak Pernah Ikut Rapat Pengadaan
Nanik menjelaskan bahwa dirinya baru resmi bergabung dengan BGN pada akhir September 2024. Sementara itu, proses pengadaan yang dipersoalkan disebut terjadi pada pertengahan tahun yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut membuatnya merasa tidak memiliki keterkaitan langsung dengan proses tersebut.
Beberapa poin penting yang disampaikan Nanik:
- Bergabung dengan BGN pada akhir September 2024
- Proses pengadaan berlangsung sekitar bulan Juni
- Tidak pernah diundang dalam rapat terkait pengadaan
- Tidak memiliki peran dalam pengambilan keputusan
Ia menegaskan bahwa tudingan yang menyebut dirinya terlibat tidak sesuai dengan fakta yang ia alami.
Fokus pada Komunikasi Publik, Bukan Anggaran
Selama menjabat, Nanik mengaku lebih banyak menangani urusan komunikasi publik serta situasi tertentu yang membutuhkan respons cepat. Ia menekankan bahwa tugasnya berada di luar ranah pengelolaan anggaran.
Menurutnya, peran tersebut membuat dirinya tidak terlibat dalam isu keuangan atau pengadaan yang kini menjadi sorotan.
Ia juga menyampaikan bahwa:
- Tidak memiliki akses ke kebijakan internal tertentu
- Tidak terlibat dalam penyusunan petunjuk teknis
- Tidak ikut dalam keputusan operasional lembaga
Hal ini memperkuat posisinya bahwa dirinya berada di “pinggiran” dalam struktur pengambilan keputusan strategis.
Tegaskan Tidak Tahu Detail Internal BGN
Dalam pernyataannya, Nanik bahkan mengaku tidak mengetahui berbagai keputusan internal yang bersifat teknis. Ia menyebut tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan terkait berbagai kebutuhan operasional lembaga.
Pernyataan ini sekaligus menjadi bantahan terhadap anggapan bahwa dirinya memiliki kendali penuh dalam pengelolaan program.

Sidak Jadi Cara Tunjukkan Kondisi Lapangan
Terkait inspeksi mendadak (sidak) yang sempat dilakukannya, Nanik menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan inisiatif pribadi. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kondisi nyata di lapangan kepada pemerintah.
Ia ingin memastikan bahwa fakta yang terjadi tidak hanya berdasarkan laporan di atas kertas.
Menurutnya:
- Sidak dilakukan untuk transparansi
- Memberikan gambaran nyata kondisi lapangan
- Menjadi bentuk tanggung jawab moral terhadap program
Langkah ini juga dinilai sebagai upaya untuk mencegah pemborosan anggaran.
Bantah Disebut “Cepu”, Ini Alasannya
Nanik juga menanggapi tudingan yang menyebut dirinya sebagai pelapor atau “cepu” dalam berbagai kasus yang menyeret nama BGN.
Ia menegaskan bahwa isu yang beredar sebenarnya sudah lebih dulu ramai dibahas di media sosial sebelum menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Menurutnya:
- Informasi sudah beredar luas di publik
- Ia tidak memiliki peran khusus sebagai pelapor
- Tujuan utama adalah menjaga keuangan negara
Pernyataan ini sekaligus menjadi pembelaan atas posisi dirinya di tengah sorotan publik.
Jarang Bertemu Presiden Prabowo
Menariknya, Nanik juga mengungkap bahwa dirinya jarang berinteraksi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat di BGN.
Ia menyebut pertemuan yang terjadi lebih banyak berkaitan dengan program becak listrik yang selama ini ia dorong.
Hal ini menunjukkan bahwa:
- Komunikasi dengan Presiden tidak intens
- Fokus diskusi lebih ke program tertentu
- Tidak ada pembahasan rutin terkait BGN
Singgung Masih Ada Praktik Korupsi
Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga sempat menyinggung adanya dugaan praktik korupsi di lingkungan tertentu saat berdiskusi mengenai program pendidikan.
Ia mengaku pernah menyampaikan kekhawatirannya secara langsung, meskipun tidak secara rinci membahas kasus tertentu.
Pernyataan ini semakin memperkuat bahwa:
- Masalah korupsi masih menjadi perhatian
- Perlu pengawasan lebih ketat
- Transparansi menjadi hal penting
Tegaskan Tidak Terlibat Pengelolaan Dana
Nanik kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki akses terhadap pengelolaan anggaran maupun penentuan titik pelaksanaan program.
Ia menyebut seluruh aspek operasional berada di bawah pihak lain yang memiliki kewenangan lebih besar.
Beberapa poin penting:
- Tidak menerima aliran dana program
- Tidak mengatur distribusi anggaran
- Tidak terlibat dalam keputusan teknis
Dengan demikian, ia mempertanyakan tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Belum Ada Tanggapan dari Pihak Terkait
Hingga saat ini, pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan Nanik belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi.
Penulis : redaksiku
Editor : redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






