Morgan Stanley Jual 7,4 Miliar Saham GOTO, Raih Rp 187,9 Miliar

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

saham GOTO — Logo PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO di area perkantoran

Morgan Stanley menjual 7,4 miliar saham GOTO senilai Rp 187,9 miliar.

Redaksiku.com – Aksi korporasi yang melibatkan investor institusi global kembali mewarnai pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (9/9/2026), Morgan Stanley and Co International Plc terpantau melakukan divestasi atau pengurangan porsi kepemilikan saham mereka secara signifikan di perusahaan teknologi tersebut.

Langkah ini diambil melalui serangkaian transaksi penjualan yang dilakukan pada 4 September 2026. Penjualan tersebut dilakukan dalam dua gelombang harga yang berbeda, menunjukkan dinamika perdagangan yang cukup aktif dari pihak investor institusi ini di pasar modal Indonesia.

Detail Transaksi Divestasi Saham GOTO

Dalam laporan tersebut, Morgan Stanley tercatat melepas total 7,4 miliar lembar saham GOTO. Penjualan pertama dilakukan sebanyak 1.453.847.400 saham dengan harga Rp 27 per lembar. Tidak lama berselang di hari yang sama, mereka kembali melepas 5.948.444.700 saham dengan harga pelaksanaan Rp 25 per lembar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara total, dari aksi penjualan tersebut, Morgan Stanley berhasil mengantongi dana segar sebesar Rp 187,96 miliar. Manajemen GOTO menegaskan bahwa transaksi yang dilakukan oleh pihak Morgan Stanley ini murni didasari oleh kepentingan investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.

Pasca-transaksi, porsi kepemilikan saham Morgan Stanley di GOTO menyusut dari 84,97 miliar lembar menjadi 80,47 miliar lembar saham.

Perubahan ini berdampak pada persentase hak suara yang dimiliki. Jika sebelumnya Morgan Stanley menguasai 7,3801% hak suara di GOTO, kini angka tersebut terkoreksi menjadi 6,9897%.

Dinamika Pergerakan Investor Institusi

Keputusan Morgan Stanley untuk melepas sebagian sahamnya terjadi tak lama setelah mereka melakukan aksi beli yang cukup masif. Hanya dua hari sebelum divestasi dilakukan, tepatnya pada 2 September 2026, lembaga keuangan global ini justru sempat melakukan akumulasi saham.

Pada tanggal tersebut, tercatat ada tiga transaksi pembelian saham yang dilakukan oleh Morgan Stanley, yakni:

  • Pembelian sebanyak 2.577.872.400 saham.
  • Pembelian sebanyak 119.953.200 saham.
  • Pembelian sebanyak 9.221.177.326 saham.

Seluruh transaksi pembelian tersebut dieksekusi pada harga yang seragam, yaitu Rp 25 per saham. Pola transaksi yang fluktuatif ini menunjukkan bagaimana investor institusi besar seperti Morgan Stanley sering kali melakukan penyesuaian portofolio dalam jangka pendek berdasarkan strategi manajemen risiko atau target keuntungan tertentu.

Strategi perdagangan yang dilakukan Morgan Stanley mencerminkan pendekatan manajemen portofolio yang dinamis terhadap ekuitas perusahaan teknologi di pasar berkembang.

Bagi investor ritel, pergerakan ini menjadi catatan penting dalam mengamati sentimen pasar terhadap GOTO. Meskipun ada pelepasan saham dalam jumlah besar, status Morgan Stanley sebagai salah satu pemegang saham signifikan tetap memberikan pengaruh pada struktur kepemilikan perusahaan secara keseluruhan.

Perubahan porsi kepemilikan oleh investor institusi tidak selalu mencerminkan fundamental perusahaan, melainkan sering kali merupakan bagian dari strategi alokasi aset internal lembaga tersebut.

Kehadiran investor asing dalam ekosistem perusahaan teknologi di Indonesia memang selalu menjadi perhatian utama. Dengan sisa kepemilikan sebesar 6,9897%, Morgan Stanley masih tercatat sebagai salah satu pihak yang memiliki pengaruh suara yang cukup besar dalam rapat umum pemegang saham GOTO mendatang.

Pertanyaan Umum

Mengapa Morgan Stanley melakukan penjualan saham GOTO?

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan, transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan investasi. Perubahan porsi kepemilikan ini merupakan bagian dari strategi manajemen portofolio rutin yang dilakukan oleh lembaga keuangan tersebut.

Bagaimana perubahan porsi kepemilikan Morgan Stanley di GOTO?

Sebelum transaksi pada 4 September 2026, Morgan Stanley memiliki 84,97 miliar saham. Setelah menjual sekitar 7,4 miliar saham, kepemilikan mereka menjadi 80,47 miliar saham, yang menurunkan hak suara mereka dari 7,3801% menjadi 6,9897%.

Apakah Morgan Stanley baru saja membeli saham GOTO?

Ya, sebelum melakukan penjualan pada 4 September 2026, Morgan Stanley tercatat melakukan akumulasi pembelian saham GOTO dalam jumlah besar pada 2 September 2026 dengan harga rata-rata Rp 25 per saham.

Ringkasan

Morgan Stanley melakukan divestasi 7,4 miliar lembar saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada 4 September 2026, yang menghasilkan dana segar sebesar Rp 187,96 miliar. Aksi ini menurunkan kepemilikan saham mereka menjadi 80,47 miliar lembar atau setara dengan 6,9897% hak suara.

Penjualan ini merupakan bagian dari strategi manajemen portofolio rutin Morgan Stanley, yang dilakukan hanya dua hari setelah mereka sempat melakukan akumulasi pembelian saham GOTO dalam jumlah besar pada 2 September 2026.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Menguat ke Rp 17.511 per Dolar, Ini Dampaknya ke Sektor Riil
SR025: Milenial Terbanyak, Gen X Dominasi Nilai Transaksi
Rencana Dividen Interim BCA dan Target Pertumbuhan Kredit 10%
Boy Thohir Borong 30 Juta Saham MGLV, Perkuat Posisi di NexAI
Menkeu Belum Restui Tambahan Anggaran IKN Rp 15,8 Triliun
TikTok Shop Tokopedia Buka Suara Soal Penahanan Saldo Seller
Tanggapan Menkeu Purbaya soal Potensi Kenaikan Harga Minyak 2027
IHSG Melemah ke 6.678, Asing Catat Net Sell Rp 439 Miliar (10/9)

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 03:53 WIB

Rupiah Menguat ke Rp 17.511 per Dolar, Ini Dampaknya ke Sektor Riil

Kamis, 10 September 2026 - 03:44 WIB

SR025: Milenial Terbanyak, Gen X Dominasi Nilai Transaksi

Kamis, 10 September 2026 - 03:31 WIB

Rencana Dividen Interim BCA dan Target Pertumbuhan Kredit 10%

Kamis, 10 September 2026 - 02:58 WIB

Boy Thohir Borong 30 Juta Saham MGLV, Perkuat Posisi di NexAI

Kamis, 10 September 2026 - 02:53 WIB

Menkeu Belum Restui Tambahan Anggaran IKN Rp 15,8 Triliun

Berita Terbaru

Generasi milenial menjadi kelompok investor terbanyak pada SR025, sementara Gen X mendominasi nilai transaksi.

Keuangan

SR025: Milenial Terbanyak, Gen X Dominasi Nilai Transaksi

Kamis, 10 Sep 2026 - 03:44 WIB

BCA mengumumkan rencana pembagian dividen interim dan target pertumbuhan kredit sebesar 10% untuk tahun 2026.

Keuangan

Rencana Dividen Interim BCA dan Target Pertumbuhan Kredit 10%

Kamis, 10 Sep 2026 - 03:31 WIB

Garibaldi Boy Thohir menambah kepemilikan saham di PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk sebanyak 30 juta lembar.

Keuangan

Boy Thohir Borong 30 Juta Saham MGLV, Perkuat Posisi di NexAI

Kamis, 10 Sep 2026 - 02:58 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum menyetujui usulan tambahan anggaran IKN sebesar Rp 15,8 triliun.

Keuangan

Menkeu Belum Restui Tambahan Anggaran IKN Rp 15,8 Triliun

Kamis, 10 Sep 2026 - 02:53 WIB