Menkeu Purbaya Beri Tips ke Siswa SMA: Atur Uang, Jangan Hidup dari Utang

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Beri Tips ke Siswa SMA: Atur Uang, Jangan Hidup dari Utang

Menkeu Purbaya Beri Tips ke Siswa SMA: Atur Uang, Jangan Hidup dari Utang

Redaksiku.com – Momen menarik terjadi ketika Menteri Keuangan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mendapat pertanyaan dari seorang siswa SMA mengenai cara mengatur keuangan agar tidak boros.

Pertanyaan sederhana itu justru memantik diskusi ringan namun sarat makna tentang pentingnya literasi keuangan sejak usia muda.

Dalam sesi dialog interaktif yang diikuti para pelajar, Purbaya tersenyum sebelum menjawab. Ia mengaku senang melihat anak muda mulai melek finansial dan berani bertanya soal pengelolaan uang di tengah derasnya tren konsumtif dan gaya hidup digital saat ini.

Menkeu Ajak Siswa Belajar Cerdas, Bukan Sekadar Ikut Tren

Menanggapi pertanyaan tersebut, Purbaya menekankan bahwa kunci utama agar tidak boros adalah memahami nilai uang dan kebutuhan pribadi, bukan sekadar mengikuti gaya hidup orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelajari benar. Jangan hanya ikut-ikutan. Kalau mau membeli sesuatu, tanyakan dulu ke diri sendiri: apakah ini kebutuhan atau hanya keinginan? ujar Purbaya di hadapan para siswa.

Ia mengingatkan bahwa banyak orang terjebak dalam perilaku konsumtif karena mudah terpengaruh tren media sosial, seperti membeli barang hanya demi gengsi atau agar terlihat keren di dunia maya. Menurutnya, kebiasaan semacam itu bisa menjadi awal dari masalah keuangan di masa depan.

Sekarang banyak anak muda pengen tampil keren, pakai barang branded, padahal belum tentu mampu. Kalau terus-terusan ikut tren tanpa perhitungan, uang akan habis sebelum waktunya, ujarnya.

Pesan Penting: Jangan Hidup dari Utang

Lebih lanjut, Purbaya menyoroti fenomena penggunaan utang konsumtif di kalangan anak muda, seperti membeli gadget dengan cicilan atau berutang lewat aplikasi keuangan hanya untuk kebutuhan gaya hidup.

Belanja itu enggak masalah, mau yang mahal atau yang murah silakan. Tapi sesuaikan dengan kantong sendiri. Jangan ngutang, tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa utang produktif, seperti pinjaman untuk modal usaha atau pendidikan, memang bisa menjadi instrumen yang bermanfaat. Namun, jika digunakan untuk membeli barang konsumsi tanpa perencanaan, justru akan menjadi beban finansial di masa depan.

Kalau sudah terbiasa berutang untuk hal-hal yang tidak perlu, nanti susah berhenti. Akhirnya hidup selalu dikejar cicilan, bukan mimpi, tambahnya.

Menkeu Purbaya Beri Tips ke Siswa SMA: Atur Uang, Jangan Hidup dari Utang
Menkeu Purbaya Beri Tips ke Siswa SMA: Atur Uang, Jangan Hidup dari Utang

Pendidikan Finansial Harus Dimulai Sejak Dini

Purbaya menilai, literasi keuangan seharusnya diajarkan sejak bangku sekolah agar anak-anak memahami konsep dasar seperti menabung, mengatur pengeluaran, serta membedakan kebutuhan dan keinginan.

Menurutnya, generasi muda saat ini tumbuh di era digital yang serba cepat dan penuh godaan konsumtif. Berbagai iklan daring, promosi e-commerce, hingga fitur beli sekarang, bayar nanti membuat banyak remaja kesulitan menahan keinginan belanja impulsif.

Mengelola uang itu bukan soal pintar matematika, tapi soal kebiasaan. Kalau dari kecil sudah diajarkan disiplin menabung dan mengatur pengeluaran, nanti dewasa tidak kaget, ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mengelola keuangan adalah bagian dari tanggung jawab pribadi. Setiap orang, apalagi anak muda, perlu memahami bagaimana setiap keputusan finansial berdampak pada masa depan mereka.

Bijak Mengelola Uang di Era Digital

Dalam era di mana transaksi digital semakin mendominasi, Purbaya menekankan pentingnya berhati-hati dalam menggunakan uang elektronik dan dompet digital.

Sekarang segalanya serba mudah. Klik satu tombol, barang langsung datang. Tapi justru di situ bahayanya. Karena tidak terasa uang keluar begitu cepat, katanya.

Ia menyarankan agar anak muda membiasakan diri membuat catatan pengeluaran harian, meskipun sederhana, untuk mengetahui ke mana uang mereka pergi setiap hari. Dengan begitu, mereka bisa mengevaluasi kebiasaan boros dan mulai memperbaikinya.

Kalau sudah tahu berapa yang dikeluarkan untuk hal-hal tidak penting, baru sadar ternyata banyak uang terbuang percuma, tambahnya.

Menkeu Dorong Gaya Hidup Finansial Sehat

Sebagai pejabat negara yang lama berkecimpung dalam bidang ekonomi dan fiskal, Purbaya menegaskan bahwa pola hidup hemat bukan berarti pelit, melainkan bijak.

Ia mengajak para pelajar untuk memiliki tujuan keuangan jangka panjang, seperti menabung untuk kuliah, membantu orang tua, atau bahkan berinvestasi sejak muda dengan cara yang aman.

Kalau kamu bisa menyisihkan sedikit dari uang jajan untuk tabungan atau investasi kecil, itu sudah langkah besar. Artinya kamu berpikir ke depan, bukan hanya hari ini, ucapnya.

Purbaya juga menekankan pentingnya memahami risiko dalam berinvestasi, terutama di tengah maraknya tawaran investasi digital yang belum tentu legal atau diawasi oleh otoritas.

Jangan tergiur iming-iming keuntungan cepat. Pelajari dulu. Kalau perlu, konsultasi ke orang yang paham atau baca informasi dari sumber resmi seperti OJK, jelasnya.

Generasi Melek Finansial, Fondasi Ekonomi Kuat

Menurut Menkeu, membangun generasi muda yang cerdas finansial merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di masa depan.

Kalau anak muda sudah bisa mengelola uang dengan baik, mereka tidak hanya mandiri tapi juga bisa membantu perekonomian tumbuh lebih sehat, ujarnya.

Ia mencontohkan, ketika remaja mulai menabung dan tidak boros, daya beli mereka menjadi lebih stabil. Selain itu, mereka akan lebih siap menghadapi krisis ekonomi karena memiliki tabungan darurat.

Negara yang maju itu karena masyarakatnya punya budaya menabung, bukan budaya konsumtif, tegasnya.

Peran Sekolah dan Orang Tua

Selain pemerintah, Purbaya menilai peran sekolah dan keluarga juga krusial dalam membentuk karakter finansial anak. Guru bisa mengajarkan konsep ekonomi sederhana di kelas, sementara orang tua dapat memberikan contoh nyata di rumah.

Anak-anak belajar bukan dari teori saja, tapi dari apa yang mereka lihat. Kalau orang tuanya suka belanja berlebihan, anaknya akan meniru. Jadi, semua harus ikut memberi teladan, jelasnya.

Purbaya mengajak sekolah-sekolah untuk memasukkan materi literasi keuangan dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti simulasi menabung, membuat rencana keuangan, atau latihan menentukan prioritas belanja.

Belajar dari Pengalaman Pribadi

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga berbagi kisah pribadinya saat masih remaja. Ia bercerita bahwa sejak muda sudah terbiasa hidup hemat dan berusaha menabung dari uang saku sekolah.

Waktu SMA saya tidak banyak jajan. Saya lebih pilih simpan uang sedikit demi sedikit. Dari situ saya belajar menghargai uang, kenangnya.

Pengalaman itu, kata Purbaya, membentuk kebiasaan baik yang bertahan hingga kini. Ia menyadari bahwa mengatur keuangan adalah keterampilan seumur hidup yang harus terus diasah, bukan hanya ketika seseorang sudah bekerja.

Penutup: Bijak Finansial Sejak Remaja

Dialog singkat antara Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan siswa SMA itu mungkin tampak sederhana, namun pesannya kuat: belajar mengelola keuangan harus dimulai sejak muda.

Di tengah era digital yang serba cepat dan konsumtif, kemampuan untuk menahan diri, memahami prioritas, dan hidup sesuai kemampuan menjadi bekal penting menuju masa depan yang stabil.

Tidak ada yang salah dengan menikmati hidup, tapi pastikan keuanganmu sehat. Jangan hidup dari utang, dan jangan belanja untuk pamer, tutup Purbaya, disambut tepuk tangan siswa yang hadir.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alasan PAN Tetap Setia Dukung Prabowo di Tiga Pilpres
HUT ke-28 PAN, Prabowo Apresiasi Kesetiaan Kawan Seperjuangan
Program GENTING Indramayu Fokus Perbaiki Hunian Cegah Stunting
Pemprov Maluku Utara Raih 2 Penghargaan Kemendagri 2026
PMII Kota Sukabumi Demo DLH Terkait Pengelolaan Sampah dan Anggaran
Hutama Karya Latih Pembudidaya Rumput Laut di Lampung Selatan
Menaker Yassierli Jadikan KBJI 2026 Acuan Pasar Kerja Nasional
Doa Bersama untuk Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto di Depok

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 00:59 WIB

Alasan PAN Tetap Setia Dukung Prabowo di Tiga Pilpres

Sabtu, 19 September 2026 - 00:06 WIB

HUT ke-28 PAN, Prabowo Apresiasi Kesetiaan Kawan Seperjuangan

Jumat, 18 September 2026 - 23:05 WIB

Program GENTING Indramayu Fokus Perbaiki Hunian Cegah Stunting

Jumat, 18 September 2026 - 23:03 WIB

Pemprov Maluku Utara Raih 2 Penghargaan Kemendagri 2026

Jumat, 18 September 2026 - 23:03 WIB

PMII Kota Sukabumi Demo DLH Terkait Pengelolaan Sampah dan Anggaran

Berita Terbaru

error: Content is protected !!