Tall poppy syndrome dalam bahasa Indonesia mempunyai arti “Sindrom Bunga Poppy Tinggi” merupakan fenomena yang biasa terjadi dalam masyarakat. Istilah tall poppy syndrome sedang ramai menjadi pembahasan di beberapa sosial media, fenomena ini berasal dari Australia dan Selandia Baru.
Pengertian Tall Poppy Syndrome
Tall poppy syndrome merupakan istilah yang merujuk pada kondisi dimana seseorang merasa cemburu, tidak suka, iri hati, kesal dan benci ketika melihat orang lain bisa meraih keberhasilannya. Sehingga saat melihat orang lain yang sukses meraih keberhasilannya, mereka akan bersikap dingin pada orang yang bersangkutan.
Bahkan karena rasa iri hati yang begitu besar atas keberhasilan seseorang, mereka sampai menyebarkan gosip pada orang lain dengan tujuan agar orang lain tidak terlalu mengakui keberhasilannya dan memberikan pujian terus menerus kepadanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ciri-ciri Mengalami Gejala Tall Poppy Syndrome
1. Sering Mendapatkan Kritikan
Kritikan dari orang lain memang penting untuk kita dengarkan demi kebaikan. Namun, apakah kamu pernah mendapatkan kritikan dari orang lain di waktu tang tidak tepat? Misalnya mendapatkan kritikan yang berisi kalimat menyudutkan dan menyalahkan di waktu kamu telah berhasil mencapai suatu keberhasilan.
Menyudutkan atau menyalahkan bagaimana? Misalnya meskipun kamu telah berhasil mencapai suatu keberhasilan tententu, orang lain selalu fokus melihat dan membahas kesalahan yang pernah kamu lakukan di waktu berproses. Tujuan mereka melakukan kritikan secara tidak langsung, tentunya untuk menjatuhkan.
2. Sering Diremehkan
Sudah jelas bisa mencapai keberhasilan, tetapi mengapa orang lain tetap bisa meremehkan? Setiap orang memang mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda, ada yang senang saat melihat keberhasilan seseorang dan juga sebaliknya. Orang yang tidak suka melihat keberhasilan seseorang, mereka akan menganggap bahwa keberhasilan yang dicapai merupakan sebuah kebetulan dan keberuntungan saja.
Mereka enggan mengakui kehebatan orang lain karena merasa cemburu, bahkan menganggap bahwa orang lain tidak pantas mendapatkan keberhasilan. Saking cemburu dengan pencapaian seseorang, mereka sampai menghasut orang lain untuk menjauhinya.
3. Dikucilkan
Seseorang yang mengalami tall poppy syndrome juga sering dikucilkan ketika berada di tempat kerja, bukan karena dia bermasalah tetapi karena rekan kerjanya menjauhinya. Rata-rata rekan kerja menjauhinya karena ada yang mendapatkan hasutan dari orang lain, ada juga yang karena rasa iri hati melihat prestasinya.
Jika kamu dikucilkan tanpa sebab dan merasa tidak membuat suatu kesalahan apapun pada orang lain, kamu tidak perlu bersedih tetaplah fokus pada pekerjaan dan pengembangan diri. Jangan memikirkan hal diluar diri kita yang tidak dapat kita kendalikan, karena bisa membuat kita menjadi overthinking dan frustasi.
Cara Menghadapi Tall Poppy Syndrome
Untuk dapat menghadapi tall poppy syndrome diperlukan strategi yang cerdas dan tepat, perlu kita ingat bahwa tall poppy syndrome merupakan masalah orang lain yang tidak suka melihat keberhasilan seseorang maka dari itu tidak perlu kita pikirkan sama sekali.
Cobalah untuk mencari dan bergabung di lingkungan yang mendukung agar terus dikelilingi oleh orang yang positif, jika terpaksa harus bertahan di lingkungan yang toxic jangan sampai tindakan orang lain mempengaruhi suasana hati dan pikiran kita. Tetap fokus pada pekerjaan dan diri sendiri, karena kesuksesan berasal dari usaha yang kita lakukan bukan dari pengaruh luar dari orang lain.
Tall poppy syndrome merupakan fenomena yang bisa membuat seseorang merasa sedih meskipun sudah berhasil mencapai keberhasilan. Bagaimana bisa kesuksesan yang seharusnya bisa menjadi sumber inspirasi bagi orang lain, ternyata untuk beberapa orang dianggap sebagai ancaman dan saingan. Tetaplah bersinar meskipun banyak orang yang tidak menyukai.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Argafica
Editor : Argafica






