Jadi meskipun pasangannya sudah berkali-kali mengingatkan tentang kesukaan dan hal-hal yang mereka tidak sukai pasti percuma saja, karena weaponized incompetence tidak akan mengingatnya. Buktinya weaponized incompetence sering melakukan beberapa hal yang sering melukai hati pasangannya tanpa merasa bersalah, karena mereka mengetahui bahwa pasangannya akan selalu memaafkan nya.
4. Selalu menunjukkan sikap ketidakmampuan
Saat dinasehati baik-baik mereka selalu bilang “aku memang gini orangnya”, “aku tidak bisa”, “sulit”, “lupa”, “aku tidak tau”, “ya udah aku memang gini”, “kalau tidak bisa menerima aku apa adanya ya udah”. Sungguh menjengkelkan dan apabila pasangannya terus mengkritik dan memaksa untuk dia merubah sikapnya, pasti weaponized incompetence akan semakin menunjukkan kelemahannya agar pasangannya lelah mengkritik dan diam.
Menjalani hubungan dengan weaponized incompetence sama halnya dengan menjalin hubungan yang tanpa arah, karena mereka sulit sekali untuk diajak berdiskusi dan sering bersikap semaunya. Jika kamu ketika bersama dengan weaponized incompetence selalu merasa tertekan dan banyak sedih ataupun emosi nya, lebih baik segera putuskan hubungan katena kamu layak mendapatkan sosok orang yang bisa diajak untuk membangun hubungan yang sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Memberikan waktu pada weaponized incompetence agar mereka bisa berubah sebenarnya boleh-boleh saja tetapi lihatlah usaha dan perubahannya, apabila kamu sudah memberikan waktu yang cukup lama tetapi sikapnya masih tetap sama maka kamu harus berani tegas dan mengambil keputusan demi kesejahteraan mental.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook , Instagram , Tiktok , X, YouTube , Pinterest
Penulis : Argafica
Editor : Argafica
Halaman : 1 2






