Redaksiku.com – Slow burn relationship merupakan proses terbentuknya sebuah hubungan yang secara perlahan-lahan, tidak seperti love boombing yang terlalu membara di awal lalu kemudian seiring berjalannya dengan waktu secara tiba-tiba bisa cepat berubah.
Tidak semua orang suka menggunakan metode slow burn, karena beberapa orang menganggap slow burn terlalu banyak membuang-buang waktu. Mereka lebih menyukai pendekatan yang sat set.
Tetapi semakin dewasanya seseorang mereka menganggap slow burn merupakan pilihan yang sangat tepat, karena tidak grasak-grusuk sehingga banyak keuntungan yang didapatkan.
Keuntungan Slow Burn Relationship
1.Mengenal Lebih Dalam
Menerapkan slow burn dapat membuat seseorang mengenal calon pasangannya lebih dalam, sehingga cara ini dapat membantu untuk melihat tingkat kecocokan antara seseorang dengan calon pasangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika merasa cocok lanjut ke tahap hubungan yang serius, tetapi jika sebaliknya ya hanya sebatas pertemanan saja. Artinya jadian atau tidak tetap masih mampu berhubungan baik, satu sama lain.
2.Membangun rasa kepercayaan
Semakin lama mengenal seseorang bisa memunculkan perasaan nyaman, aman bahkan bisa membangun rasa percaya dengan orang tersebut. Tentunya rasa percaya bisa muncul karena seseorang sudah mengetahui karakternya dengan baik, sehingga tidak ada keraguan untuk memilihnya.
Bisa dikatakan bahwa metode slow burn dalam hubungan asmara benar-benar membantu seseorang dalam memantapkan hatinya, sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan dengan orang lain sehingga hubungannya dapat berjalan dengan baik dan langgeng.
3. Minim drama
Pasangan yang menggunakan metode slow burn sangat minim drama, berbeda dengan pasangan yang serba sat set. Contoh gampangnya pasangan yang baru 1-3 bulan kenal langsung jadian, mereka kerap sekali ribut atau drama karena kerap terjadinya salah paham dan masalah lainnya. Berbeda dengan pasangan slow burn yang sudah mampu mengenal pasangan dengan baik, sehingga mereka minim drama.
Pada intinya slow burn sama dengan istilah jawa witing tresno jalaran soko kulino, semakin seseorang sering bersama dan mengenal lama maka benih-benih cinta bisa saja tiba-tiba muncul tanpa direncanakan. Memang benar, jatuh cinta tidak bisa direncanakan dan ditebak, kita dapat jatuh cinta pada orang yang tidak terduga.
Berapa lama waktu yang diperkirakan untuk slow burn?
Berbicara soal waktu, sebenarnya waktu yang diperkirakan untuk proses slow burn tidak bisa diperkirakan dalam bentuk hitungan bulan ataupun tahun. Karena biasanya hubungan slow burn perasaan cintanya terbentuk secara perlahan-lahan, bahkan ada yang sering menyangkal bahwa perasaan yang timbul bukanlah perasaan suka.
Seakan-akan, mereka tidak percaya bahwa sedang jatuh cinta. Pada awalnya memang rata-rata murni dari hubungan pertemanan tapi semakin lama, timbullah perasaan suka yang tidak direncanakan. Jika ada yang menganggap bahwa slow burn sama dengan bubungan tanpa status, jawabannya tidak benar ya.
Slow burn tidak sama dengan hubungan tanpa status yang tidak jelas arahnya kemana,jika kamu merasa ada orang yang nampak tertarik ingin menjalani hubungan dengan kamu tetapi tidak kunjung memberikan kepastian maka itu bukan slow burn.
Misalnya jika kamu dekat dengan orang selama 3-5 tahun tetapi dia tidak kunjung memberikan kepastian soal hubungan, artinya dia sedang menggantungkan perasaan kamu. Tentu saja, hal ini dapat membuang-buang waktu berharga kamu, kalau slow burn pasti ada keinginan untuk cepat memberikan kepastian ketika dia merasa benar-benar cinta tanpa menunggu waktu lama dan melakukan tarik ulur.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook , Instagram , Tiktok , X, YouTube , Pinterest






