Mengenal Revenge quitting di Kelompok Gen Z

- Penulis

Kamis, 12 Juni 2025 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Revenge quitting di Kelompok Gen Z

Mengenal Revenge quitting di Kelompok Gen Z

Pengguna aktif media sosial pasti sering menemukan istilah kata revenge quitting, bahkan mereka bisa menemukan arti revenge quitting karena mereka dapat memperoleh informasi tentang revenge quitting di media sosial. Namun, juga masih ada sebagian orang yang sama sekali belum mengerti arti dari revenge quitting.

Pengertian Revenge Quitting

Revenge quitting adalah tindakan melakukan pengurusan pengunduran diri yang dilakukan oleh pekerja secara mendadak, tentunya saat akan melakukan resign mereka sudah mempertimbangkan keputusannya dengan matang-matang agar tidak menyesal dibelakang.

Dari hasil  pengamatan kebanyakan orang yang melakukan revenge quitting yaitu kelompok gen z, bukan karena gen z tidak bisa bekerja dengan baik tapi hanya saja ada beberapa alasannya tersendiri yang dapat memicu timbul rasa keinginan untuk melakukan resign.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebab Revenge Quitting Di Kelompok Gen Z

1. Merasa Stagnan
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa gen z sangat menyukai berbagai hal yang baru, maka dari itu rata-rata sebagian gen z akan mudah merasa bosan jika melakukan rutinitas yang sama setiap harinya. Karena mereka merasa tidak ada perkembangan dan stagnan, sehingga sering timbul keinginan untuk melakukan resign.

Bagi sebagian gen z, bekerja bukan sekedar mencari penghasilan saja. Tetapi mereka juga membutuhkan skill baru di tempat kerjanya, untuk menambah bekal skill di masa depannya Namun, saat sudah menguasai skill tertentu, gen z mudah merasa bosan dan selalu mempunyai keinginan untuk mencari skill baru dan maka dari itu mereka memilih resign karena stagnan.

2. Kurang Apresiasi
Meskipun hanya karyawan, mereka juga ingin di apresiasi oleh perusahaan. Karena tanpa bantuan karyawan pasti semua pekerjaan akan terhambat dan dapat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian, bahkan kebangkrutan. Untuk itu menghargai dan menghormati semua pekerja perusahaan sangatlah penting.

Saat karyawan melakukan kesalahan tegur lah mereka dengan sopan dan hindari menggunakan perkataan yang menyakitkan perasaan, jika ingin meminta karyawan melakukan pekerjaan lebih maka hargailah waktu dan tenaganya dengan memberikan upah tambahan yang pantas.

3. Sikap Rekan Kerja
Bekerja di dalam perusahaan sudah tentu membutuhkan kerjasama tim dan yang dimaksudkan kerjasama tim yaitu, seluruh anggota yang terlibat dalam tim harus saling membantu satu sama lain agar pekerjaan lancar dan cepat selesai. Namun, sangat disayangkan tidak semua orang bisa bekerjasama dalam tim.

Biasanya di dalam satu tim selalu ada saja salah satu anggota atau beberapa anggota yang mereka tidak mau ribet, mereka hanya mengandalkan orang lain. Tentu saja tindakannya dapat membuat seseorang merasa kesal karena merasa dimanfaatkan, sehingga langkah tepat yang mereka ambil adalah resign dan mencari kerja baru dan berharap tidak berada di lingkungan kerja yang toxic lagi.

4. Pekerjaan Padat Penghasilan Kecil
Banyak karyawan yang sering mengeluhkan tentang kondisi pekerjaannya yang terlalu padat dan penghasilannya yang kecil, mereka merasa waktu dan tenaga yang dikeluarkannya tidak sebanding dengan penghasilan yang mereka dapatkan. Bahkan dapat disimpulkan mereka kurang puas dengan penghasilan yang diperoleh dari perusahaan.

Terutama di kelompok gen z, meskipun mereka tergolong masih muda dan mempunyai tenaga kuat bahkan juga semangat yang tinggi, tetapi jika diberi pekerjaan yang cukup padat dan berat dengan penghasilan yang termasuk lumayan kecil pasti akan memilih untuk mundur atau resign. Demi tetap menjaga kesehatan fisik dan juga mentalnya agar tidak terlalu tertekan.

Supaya tidak terjadi peristiwa revenge quitting maka perusahaan harus benar-benar memperhatikan karyawan dengan sebaik mungkin seperti menjalin komunikasi baik dan memberikan apresiasi. Karena revenge quitting biasanya  terjadi karena karyawan kurang merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau

Penulis : Argafica

Editor : Argafica

Berita Terkait

Mengenal Gaya Bermain Minecraft Vanilla dan Tantangannya
5 HP Tahan Air untuk Ojek Online Harga Terjangkau 2026
Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby pada Oktober 2026
Review SOMETHINC Browcara 24Hold Waterproof Tahan 24 Jam
Tanggapan Andre Taulany Saat Amanda Rigby Disebut Mirip Erin
Daftar Pet Steal an Egg Roblox dan Cara Mendapatkannya
Kisah Joey Low Selamatkan Bisnis Ayah dari Piutang Macet
6 Rekomendasi Parfum Aroma Lemon yang Segar dan Tahan Seharian

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:20 WIB

Mengenal Gaya Bermain Minecraft Vanilla dan Tantangannya

Sabtu, 19 September 2026 - 16:03 WIB

5 HP Tahan Air untuk Ojek Online Harga Terjangkau 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 15:37 WIB

Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby pada Oktober 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 14:54 WIB

Review SOMETHINC Browcara 24Hold Waterproof Tahan 24 Jam

Sabtu, 19 September 2026 - 14:43 WIB

Tanggapan Andre Taulany Saat Amanda Rigby Disebut Mirip Erin

Berita Terbaru

Bermain game secara teratur dapat memberikan stimulasi kognitif yang bermanfaat bagi kesehatan otak.

life

Manfaat Main Game untuk Kesehatan Otak Menurut Dokter

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:12 WIB

Dewi Gita menjadi perbincangan warganet setelah namanya dikaitkan dengan isu yang menyeret Andre Taulany.

Viral

Profil Dewi Gita yang Terseret Isu Andre Taulany

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:10 WIB

Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo resmi melantik Elay Giban sebagai Sekretaris Daerah definitif.

Politik

Elay Giban Resmi Dilantik Menjadi Sekda Papua Pegunungan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:10 WIB

error: Content is protected !!