Tegas! Mendikdasmen Peringatkan Konten Kreator untuk Tidak Sebar Informasi Menyesatkan tentang Pendidikan Nasional

- Penulis

Selasa, 24 Juni 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen tegaskan konten kreator harus hentikan penyebaran informasi menyesatkan soal kebijakan pendidikan nasional Indonesia. (Foto: Instagram @abe_mukti)

Mendikdasmen tegaskan konten kreator harus hentikan penyebaran informasi menyesatkan soal kebijakan pendidikan nasional Indonesia. (Foto: Instagram @abe_mukti)

Pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu™ti baru-baru ini menjadi sorotan publik, khususnya di kalangan pegiat media sosial dan dunia pendidikan.

Pernyataannya ditujukan langsung kepada para konten kreator yang dianggap menyebarkan informasi keliru tentang kebijakan pendidikan nasional.

Hal ini disampaikan secara tegas saat acara peluncuran Program Kepemimpinan Sekolah yang digelar di Gedung Kemendikbudristek, Jakarta.

Mendikdasmen Minta Konten Kreator Tak Lagi Sebar Informasi Palsu Terkait Pendidikan

MENDIKDASMEN TEGASKAN KONTEN KREATOR HARUS HENTIKAN PENYEBARAN INFORMASI MENYESATKAN SOAL KEBIJAKAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA. (FOTO: INSTAGRAM @ABE_MUKTI)
Tegas! Mendikdasmen Peringatkan Konten Kreator untuk Tidak Sebar Informasi Menyesatkan tentang Pendidikan Nasional

Dalam pidatonya, Abdul Mu™ti secara lugas meminta para pembuat konten digital berhenti menyebarkan narasi yang menyesatkan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mendikdasmen, saat ini masih banyak video atau unggahan media sosial yang menyampaikan informasi keliru, khususnya menyangkut kebijakan-kebijakan pendidikan dasar dan menengah.

Ia menyayangkan bahwa sebagian dari konten tersebut dibuat tanpa konfirmasi atau pemahaman mendalam terhadap program resmi pemerintah.

Mendikdasmen menegaskan bahwa sebagai pejabat publik, dirinya terbuka terhadap kritik dan dialog.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa penyebaran informasi salah bukan bagian dari kritik konstruktif, melainkan justru merusak kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

Ia bahkan mengaku cukup sering menelusuri media sosial secara pribadi dan menemukan banyak konten yang mengaburkan pemahaman masyarakat, terutama soal istilah-istilah pendidikan yang disalahartikan.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah kesalahpahaman mengenai istilah “deep learning”.

Mendikdasmen menyatakan bahwa sebagian konten kreator menganggap deep learning sebagai kurikulum baru yang diberlakukan oleh Kemendikbudristek.

Padahal, menurut Abdul Mu™ti, deep learning bukanlah kurikulum, melainkan metode pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan atau pengulangan.

Mendikdasmen Tegaskan Deep Learning Bukan Kurikulum Baru, tapi Pendekatan Belajar

Penegasan Mendikdasmen soal deep learning menjadi salah satu klarifikasi penting yang ia sampaikan langsung kepada publik.

Ia menjelaskan bahwa konsep ini memang digunakan dalam banyak pelatihan guru dan materi pengembangan profesi, tetapi tidak dalam bentuk kurikulum terpisah atau kebijakan mandiri.

Deep learning dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar peserta didik bisa memahami materi secara lebih kritis, analitis, dan bermakna.

Mendikdasmen bahkan menyatakan bahwa konsep ini sudah lama diperkenalkan dalam berbagai pelatihan guru, hanya saja belum dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat awam.

Sayangnya, karena kurangnya pemahaman tersebut, muncul narasi-narasi yang menyebut bahwa pemerintah tengah mengganti kurikulum atau menerapkan program asing yang tidak sesuai konteks lokal.

Menurut Mendikdasmen, kesimpulan seperti itu sangat prematur dan tidak berdasar.

Untuk itu, ia meminta seluruh pihak, termasuk konten kreator, guru, dan masyarakat umum, untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Mendikdasmen juga menyarankan agar konten edukatif sebaiknya bersumber dari kanal resmi pemerintah seperti situs Kemendikbudristek, Pusdiklat, atau kanal media yang telah terverifikasi.

Ia pun membuka ruang diskusi dan klarifikasi jika ada pihak yang ingin memahami lebih dalam terkait kebijakan maupun istilah-istilah yang digunakan dalam sistem pendidikan nasional.

Peran Penting Mendikdasmen dalam Menangkal Disinformasi di Era Digital

Di era digital seperti saat ini, peran Mendikdasmen menjadi semakin strategis, tidak hanya sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga sebagai penjaga informasi yang valid di bidang pendidikan.

Abdul Mu™ti menekankan bahwa era keterbukaan informasi harus disambut dengan sikap tanggung jawab, bukan justru dimanfaatkan untuk menciptakan kebingungan atau kontroversi tanpa dasar.

Ia mengajak semua pihak untuk ikut menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, bebas dari hoaks, dan berbasis data serta kajian ilmiah.

Sebagai Mendikdasmen, Abdul Mu™ti juga mendukung gerakan literasi digital, khususnya dalam bidang pendidikan.

Ia menyadari bahwa media sosial kini menjadi saluran utama generasi muda dalam memperoleh informasi, termasuk tentang sekolah, kurikulum, ujian, dan peluang beasiswa.

Karena itu, Mendikdasmen mendorong semua pihak untuk aktif menyebarkan konten positif, valid, dan membangun literasi pendidikan yang kuat di masyarakat.

Ia juga mengapresiasi konten kreator yang telah berkontribusi positif dalam mempopulerkan isu-isu pendidikan secara menarik dan inspiratif.

Namun demikian, Mendikdasmen mengingatkan bahwa popularitas konten tidak boleh mengorbankan akurasi informasi.

Menurutnya, edukasi yang salah justru bisa berakibat pada penurunan kualitas pembelajaran, keresahan guru, bahkan ketidakpercayaan terhadap kebijakan nasional.

Mendikdasmen Ajak Masyarakat Kolaboratif, Bukan Provokatif

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada! Paparan BPA dari Galon Berkode 7 Disebut Bisa Ganggu Hormon dan Kesuburan
Geger! Polisi Ungkap Sindikat Narkoba Global, 8,6 Liter Etomidate Diamankan dari Empat WNA di Bandara Soetta
Geger! Penyelundupan Narkoba Rp97 Miliar Dibongkar Polisi
Terbaru! Roy Suryo dan Dokter Tifa Dibawa ke Polda Metro
Heboh! Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar di Medan Jadi Sorotan
Drama Tambang Barru! warga hentikan alat berat di lokasi tambang
Tragis tapi Beruntung! Lansia di Ciamis Jatuh ke Sumur Saat Mati Lampu, Begini Kronologinya
Viral! Tanboy Kun Minta Rekomendasi Halal di Bali, Respons Netizen Justru Picu Kontroversi

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:11 WIB

Waspada! Paparan BPA dari Galon Berkode 7 Disebut Bisa Ganggu Hormon dan Kesuburan

Senin, 22 Juni 2026 - 19:01 WIB

Geger! Polisi Ungkap Sindikat Narkoba Global, 8,6 Liter Etomidate Diamankan dari Empat WNA di Bandara Soetta

Senin, 22 Juni 2026 - 14:30 WIB

Geger! Penyelundupan Narkoba Rp97 Miliar Dibongkar Polisi

Senin, 22 Juni 2026 - 12:29 WIB

Terbaru! Roy Suryo dan Dokter Tifa Dibawa ke Polda Metro

Senin, 22 Juni 2026 - 10:44 WIB

Heboh! Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar di Medan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini

Bencana

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini

Selasa, 23 Jun 2026 - 08:42 WIB

Warga Binaan Rutan Barru Temukan Harapan Baru Lewat Produksi Sabun dan Berbagai Keterampilan

Internasional

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Barru Ubah Waktu Jadi Karya

Senin, 22 Jun 2026 - 17:07 WIB