Redaksiku.com – Yeri dan Seulgi dari grup musik Red Velvet akhirnya membuka suara mengenai detail traumatis kecelakaan lalu lintas yang menimpa mereka satu dekade lalu. Melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube pribadi Yeri pada 17 September 2026, keduanya menceritakan sisi gelap dari insiden tahun 2016 yang selama ini tidak sepenuhnya diketahui publik.
Meskipun pihak agensi saat itu sempat menyatakan bahwa cedera yang dialami para anggota tergolong ringan, narasi yang disampaikan Yeri dan Seulgi justru menggambarkan realitas pemulihan yang jauh lebih berat. Pengakuan ini memberikan perspektif baru bagi para penggemar mengenai ketangguhan mental dan fisik yang harus mereka lalui di tengah puncak karier mereka saat itu.
Detail Insiden dan Dampak Fisik yang Bertahan
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada 10 Oktober 2016 saat Yeri dan Seulgi sedang dalam perjalanan pulang menuju asrama setelah menikmati waktu libur. Yeri menuturkan bahwa benturan terjadi tepat di sisi pintu tempat duduknya, yang menyebabkan tubuhnya terlempar dengan keras ke arah depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak dari kecelakaan tersebut tidak hanya sekadar memar atau luka luar, melainkan meninggalkan bekas permanen pada kondisi fisik Yeri. Ia mengungkapkan beberapa masalah yang masih dirasakan hingga hari ini:
- Yeri mengalami perubahan struktur pada bagian area mata yang membuatnya tampak lebih cekung.
- Ia sempat mempertimbangkan prosedur operasi untuk memperbaiki kondisi tersebut namun akhirnya memutuskan untuk membiarkannya.
- Hingga saat ini, Yeri masih berjuang dengan gangguan penglihatan berbayang yang merupakan sisa trauma benturan di masa lalu.
Kecelakaan tersebut terjadi tepat pada 10 Oktober 2016, sebuah momen yang mengubah dinamika kesehatan Yeri secara signifikan selama masa pemulihan panjangnya.
Trauma Psikologis dan Proses Pemulihan
Selain cedera fisik, Yeri secara terbuka mengakui bahwa ia sempat jatuh dalam fase depresi berat selama masa perawatan di rumah sakit. Proses penyembuhan yang memakan waktu lama membuat kondisi mentalnya terganggu, mengingat ia harus menahan rasa sakit sekaligus menghadapi ketidakpastian mengenai kariernya.
Seulgi, yang berada di dalam taksi yang sama, menceritakan kengerian yang ia saksikan secara langsung. Ia masih ingat dengan jelas momen kepanikan saat melihat darah keluar dari mulut Yeri setelah benturan hebat terjadi. Bagi Seulgi, pengalaman tersebut menjadi salah satu titik terberat yang pernah ia saksikan dalam kebersamaan mereka sebagai grup.
“Saya mengalami depresi berat selama dirawat di rumah sakit. Butuh waktu yang sangat lama untuk pulih.”
— Yeri
Pentingnya Mengambil Hikmah dari Pengalaman Traumatis
Meskipun kenangan tersebut masih terasa menyakitkan, Yeri dan Seulgi kini mampu membicarakannya dengan nada yang lebih tenang. Keduanya sepakat bahwa berbagi cerita ini adalah bagian dari proses pendewasaan diri mereka. Mereka ingin menunjukkan kepada publik bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, para idola juga merupakan manusia yang rentan terhadap musibah.
Berbagi pengalaman traumatis dengan orang kepercayaan atau melalui wadah yang tepat dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk mengurangi beban emosional dan memproses trauma masa lalu.
Dengan membagikan kisah ini, keduanya berharap dapat memberikan inspirasi bagi siapa pun yang sedang berjuang melawan trauma serupa. Mereka kini lebih menghargai setiap momen kecil dalam hidup, menyadari bahwa kesehatan dan waktu bersama orang-orang terkasih adalah hal yang sangat berharga.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun publik sempat menerima informasi bahwa cedera anggota Red Velvet hanya bersifat ringan, klarifikasi dari Yeri menegaskan bahwa proses pemulihan medis yang ia jalani jauh lebih kompleks dan berlangsung dalam durasi yang lebih panjang.
Pertanyaan Umum
Apakah kecelakaan yang dialami Yeri dan Seulgi berdampak pada karier mereka?
Meskipun kecelakaan tersebut menyebabkan trauma fisik dan psikologis yang mendalam, Yeri dan Seulgi tetap berkomitmen untuk melanjutkan karier mereka. Proses pemulihan yang panjang memang menuntut waktu, namun keduanya berhasil bangkit dan terus berkarya bersama Red Velvet hingga saat ini.
Mengapa informasi mengenai kondisi cedera mereka baru dibahas secara detail sekarang?
Yeri dan Seulgi memilih untuk berbagi cerita tersebut melalui kanal YouTube pribadi sebagai bagian dari refleksi masa lalu. Keduanya merasa sudah cukup stabil secara emosional untuk menceritakan kembali peristiwa 10 Oktober 2016 tersebut kepada penggemar tanpa merasa terbebani oleh trauma masa lalu.
Bagaimana kondisi kesehatan Yeri saat ini setelah insiden tersebut?
Secara umum, Yeri telah pulih dari cedera fisik yang mengancam jiwanya saat itu. Namun, ia masih memiliki sisa dampak berupa perubahan struktur di area mata serta gangguan penglihatan berbayang yang harus ia kelola dalam kehidupan sehari-harinya.
Ringkasan
Pada 17 September 2026, Yeri dan Seulgi dari Red Velvet mengungkapkan detail traumatis terkait kecelakaan lalu lintas yang mereka alami pada 10 Oktober 2016. Berbeda dengan pernyataan agensi saat itu yang menyebutkan cedera ringan, keduanya menjelaskan bahwa insiden tersebut menyebabkan dampak fisik permanen dan gangguan kesehatan mental yang serius bagi Yeri.
Akibat benturan keras saat kejadian, Yeri mengalami perubahan struktur di area mata serta gangguan penglihatan berbayang yang masih dirasakan hingga saat ini. Selain cedera fisik, Yeri juga mengakui sempat berjuang melawan depresi berat selama masa pemulihan, sementara Seulgi menceritakan trauma psikologis mendalam setelah menyaksikan langsung kondisi rekannya pasca-kecelakaan.
Melalui kanal YouTube pribadi, keduanya membagikan kisah ini sebagai bentuk refleksi dan proses pendewasaan diri. Pengakuan ini bertujuan untuk memberikan perspektif jujur mengenai tantangan di balik kehidupan idola serta memberikan dukungan bagi siapa pun yang tengah berjuang memproses trauma masa lalu.






