Kondisi Korban Keracunan MBG di Karo Menurut RSCM

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 23:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Febiona Purba, siswi korban keracunan MBG dari Karo, duduk di kursi roda saat menjalani perawatan di RSCM.

Febiona Purba, salah satu korban keracunan MBG asal Karo, kini kondisinya sudah membaik setelah dirawat di RSCM.

Siswi korban keracunan MBG, Febiona Purba, di kursi roda

Redaksiku.com – Kondisi kesehatan dua siswi asal Brastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan setelah menjalani perawatan intensif.

Kedua remaja yang sempat mendapatkan perhatian publik luas karena dikhawatirkan mengalami dampak kesehatan serius ini adalah Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga. Berdasarkan pemeriksaan medis terbaru di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, keduanya kini dipastikan sudah pulih sepenuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, kasus ini sempat memicu kecemasan di tengah masyarakat dan pihak keluarga. Muncul dugaan bahwa para korban mengalami kerusakan fungsi otak, penurunan fungsi ginjal, hingga kehilangan ingatan akibat insiden keracunan tersebut.

Akan tetapi, tim dokter spesialis dari RSCM langsung menepis kekhawatiran itu setelah melakukan serangkaian pemeriksaan klinis yang mendalam. Kedua pasien tidak lagi memerlukan perawatan di ruang intensif dan ditempatkan di ruang perawatan VIP standar Kencana RSCM demi kenyamanan pemulihan mereka.

Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, Dr. dr. Renan Sukmawan, menjelaskan bahwa kondisi fisik maupun psikologis kedua pasien sudah jauh lebih baik dan mereka sudah bisa berkomunikasi dengan sangat lancar.

“Jadi perawatannya di ruang rawat biasa. Pasien dapat berkomunikasi baik. Kedua adik kita ini sudah kami rawat dan alhamdulillah saya ingin menyampaikan, hari ini kondisinya sudah baik dan jauh lebih baik.”

— Dr. dr. Renan Sukmawan

Lebih lanjut, pihak rumah sakit juga meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai dugaan amnesia atau hilang ingatan yang dialami oleh Febiona Purba. Renan memastikan bahwa remaja tersebut sebenarnya hanya mengalami serangan panik atau panic attack ketika menghadapi situasi yang menegangkan sebelumnya.

Proses pemulihan yang berjalan cepat ini membuat tim medis mulai mempersiapkan kepulangan mereka ke kampung halaman di Sumatera Utara dalam waktu dekat. Harapannya, mereka bisa segera kembali berkumpul bersama keluarga dan melanjutkan aktivitas belajar di sekolah.

Penjelasan Medis Kondisi Febiona Purba

Sebelum dirujuk ke Jakarta, ibunda Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang, sempat merasa cemas karena putrinya mengalami kejang-kejang dan tampak kesulitan mengenali anggota keluarga serta teman-teman sekolahnya saat dirawat di RSUP H Adam Malik Medan.

Menanggapi riwayat medis tersebut, Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak RSCM, Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti, memaparkan hasil evaluasi klinis yang telah dilakukan secara menyeluruh terhadap fungsi saraf pasien.

Pemeriksaan fisik serta tes penunjang medis berupa rekam gelombang otak atau elektroensefalografi menunjukkan hasil yang sepenuhnya normal tanpa ada indikasi kerusakan atau gangguan fungsi otak yang permanen.

“Yang jelas pada saat saya periksa saat ini, ananda ingatannya sangat baik. Memori jangka pendek maupun jangka panjangnya. Dan juga pemeriksaan elektroensefalografi juga tidak menunjukkan gangguan apa pun.”

— Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti

Selain memastikan kondisi memori pasien yang sangat prima, tim dokter juga menegaskan bahwa gejala kejang yang sempat dialami oleh Febiona bukanlah manifestasi dari penyakit epilepsi kronis.

Pemulihan Fungsi Ginjal Agnesia Paruliana Silitonga

Sementara itu, pasien kedua yakni Agnesia Paruliana Silitonga yang sebelumnya sempat didiagnosis mengalami penurunan fungsi ginjal akut akibat keracunan pada pertengahan Agustus lalu, kini juga memperlihatkan progres penyembuhan yang sangat luar biasa.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi Anak RSCM, Dr. dr. Henny Adriani Puspitasari, menyatakan bahwa organ ginjal Agnesia telah merespons rangkaian terapi dan pengobatan dengan sangat optimal.

Evaluasi menyeluruh yang mencakup wawancara medis, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, hingga ultrasonografi menunjukkan bahwa organ vital tersebut telah kembali bekerja secara normal.

Fungsi ginjal Agnesia Paruliana Silitonga telah kembali normal dan berada dalam fase pemulihan total setelah merespons pengobatan dengan sangat baik.

Berkat kemajuan medis tersebut, Agnesia kini sudah mampu berdiri, berjalan, serta melakukan berbagai aktivitas harian secara mandiri di ruang perawatan tanpa hambatan berarti.

Seluruh rangkaian penanganan medis di RSCM ini berjalan dengan lancar, sehingga kedua siswi tersebut kini tinggal menunggu jadwal kepulangan resmi untuk kembali merajut masa depan dan bersekolah bersama teman-teman mereka.

Pertanyaan Umum

Apakah Febiona Purba benar-benar mengalami hilang ingatan?

Tidak. Tim dokter spesialis RSCM memastikan bahwa Febiona tidak mengalami amnesia. Gangguan yang sempat dikira hilang ingatan tersebut sebenarnya merupakan bentuk serangan panik atau panic attack, dan saat ini memori jangka pendek maupun jangka panjangnya berfungsi dengan sangat baik.

Bagaimana kondisi fungsi ginjal Agnesia Paruliana Silitonga saat ini?

Kondisi ginjal Agnesia telah pulih sepenuhnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, fisik, dan ultrasonografi yang dilakukan oleh dokter spesialis nefrologi anak RSCM, fungsi ginjalnya sudah kembali normal dan ia sudah bisa beraktivitas secara mandiri.

Kapan kedua siswi korban keracunan MBG ini bisa pulang ke Sumatera Utara?

Kedua siswi dan keluarga mereka dijadwalkan segera pulang ke Sumatera Utara dalam waktu dekat setelah seluruh persiapan administrasi dan proses akhir rawat jalan di RSCM selesai sepenuhnya.

Ringkasan

Dua siswi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Karo, Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, kini telah pulih sepenuhnya setelah menjalani perawatan intensif di RSCM Jakarta.

Tim dokter memastikan Febiona tidak mengalami kerusakan otak maupun hilang ingatan seperti yang sempat dikhawatirkan, melainkan hanya mengalami serangan panik. Sementara itu, fungsi ginjal Agnesia juga telah kembali normal dan keduanya segera dipulangkan ke Sumatera Utara.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Artis Indonesia yang Terampil Memperbaiki Rumah Sendiri
Lowongan Kerja PT HM Sampoerna September 2026 untuk Lulusan Baru
Oppo Beri Sinyal Peluncuran Smartphone K14 Plus di India
Anthropic Buka Laboratorium Riset Biologi Fisik di San Francisco
Alasan Larry Ellison Batalkan Penjualan Saham Oracle Terungkap
Harga dan Ketersediaan BYD Atto 2 di Indonesia, Apakah Masuk?
Fadli Zon Temui Dirjen WIPO, Perkuat Perlindungan Budaya RI
Bahlil Batasi Kuota Produksi INCO Hanya 30 Persen dari RKAB

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 01:00 WIB

3 Artis Indonesia yang Terampil Memperbaiki Rumah Sendiri

Sabtu, 19 September 2026 - 00:48 WIB

Lowongan Kerja PT HM Sampoerna September 2026 untuk Lulusan Baru

Sabtu, 19 September 2026 - 00:36 WIB

Oppo Beri Sinyal Peluncuran Smartphone K14 Plus di India

Sabtu, 19 September 2026 - 00:34 WIB

Anthropic Buka Laboratorium Riset Biologi Fisik di San Francisco

Sabtu, 19 September 2026 - 00:12 WIB

Alasan Larry Ellison Batalkan Penjualan Saham Oracle Terungkap

Berita Terbaru

error: Content is protected !!