Kapal tongkang bermuatan batu bara menabrak rumah warga di bantaran Sungai Musi, Palembang.
Insiden ini terjadi di Jalan Putri Dayang Rindu RT 9 RW 04, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati pada Rabu, 12 Maret 2025, sekitar pukul 16.30 WIB.
Akibat kejadian ini, dua rumah mengalami kerusakan parah, dan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp400 juta.
Kronologi Kapal Tongkang Batu Bara Menabrak Rumah Warga

Peristiwa ini bermula saat kapal tongkang batu bara terlihat melintas di Sungai Musi dengan kecepatan yang cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga yang berada di sekitar lokasi awalnya tidak menyadari adanya bahaya hingga kapal tersebut berbelok arah secara tiba-tiba.
Salah satu warga yang menjadi korban, Sudirman (43), melihat kapal itu bergerak tak terkendali dan segera meminta saksi Aprilia (20) untuk merekam kejadian tersebut.
Sudirman yang menyaksikan pergerakan kapal merasa curiga karena kapal itu tampak tidak stabil. Ia lalu meminta Aprilia merekam kejadian tersebut untuk dokumentasi.
Tidak lama setelah itu, bagian ujung kapal milik PT Bukit Prima Bahari menghantam perahu yang terparkir di belakang rumah Sudirman. Perahu mesin tersebut tenggelam seketika akibat benturan keras.
Namun, insiden tidak berhenti di situ. Kapal tongkang batu bara terus melaju tanpa kendali hingga menabrak dapur rumah Sudirman.
Akibatnya, bagian dapur rusak berat dan tiang rumah ikut bergoyang karena benturan yang sangat kuat.
Tidak hanya rumah Sudirman yang terdampak, rumah milik warga lain bernama Rismiana (40) juga mengalami kerusakan parah pada bagian dapurnya.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung panik. Beberapa di antara mereka berusaha mencari tahu apakah ada korban yang terjebak di dalam rumah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dampak materialnya cukup besar.
Polisi Selidiki Penyebab Insiden
Setelah kejadian ini dilaporkan, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Kertapati Palembang, Iptu Angga Kurniawan, mengatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari para saksi dan korban untuk mengetahui kronologi kejadian secara lebih detail.
Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan Satpolairud Polrestabes Palembang untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab kapal tongkang batu bara kehilangan kendali hingga menabrak rumah warga.
Kasat Polairud Polrestabes Palembang, AKBP Yuda Setiawan, menyatakan bahwa timnya telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti.
Menurut dugaan sementara, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kapal tongkang batu bara tersebut menabrak rumah warga, antara lain faktor cuaca, kesalahan teknis pada kapal, atau kelalaian dari pihak pengemudi kapal. Namun, hasil investigasi lebih lanjut akan menentukan penyebab pasti insiden ini.
Dampak dan Kerugian Akibat Kapal Tongkang Batu Bara
Insiden ini menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. Sudirman mengalami kehilangan perahu mesin yang tenggelam serta kerusakan parah pada dapur rumahnya.
Sementara itu, rumah milik Rismiana juga mengalami kerusakan berat, sehingga memerlukan perbaikan total.
Berdasarkan perhitungan sementara, total kerugian akibat kapal tongkang batu bara yang menabrak rumah warga ini mencapai sekitar Rp400 juta.
Jumlah ini mencakup perbaikan rumah, penggantian perahu yang tenggelam, serta berbagai barang yang rusak akibat benturan kapal.
Tidak hanya itu, kejadian ini juga menimbulkan keresahan bagi warga sekitar. Mereka khawatir insiden serupa bisa terjadi lagi di masa mendatang, terutama bagi rumah-rumah yang berada di bantaran Sungai Musi.
Warga berharap agar pihak terkait segera mengambil langkah untuk memastikan keamanan kapal yang melintas di area tersebut.
Pihak kepolisian dan otoritas terkait kini tengah merancang langkah-langkah untuk mencegah insiden serupa di kemudian hari.
Salah satu langkah yang akan diambil adalah memperketat pengawasan terhadap kapal tongkang batu bara yang melintas di Sungai Musi.
Selain itu, akan dilakukan evaluasi terhadap sistem navigasi kapal yang beroperasi di area tersebut.
Jika ditemukan adanya kelalaian dalam pengoperasian kapal, pihak berwenang akan memberikan sanksi kepada pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak terulang.
Warga juga diimbau untuk segera melaporkan jika melihat kapal yang melintas dengan cara yang mencurigakan atau tampak tidak terkendali. Hal ini bertujuan agar tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat sebelum insiden besar terjadi.
Kapal tongkang bermuatan batu bara yang menabrak rumah warga di bantaran Sungai Musi menjadi peristiwa yang menghebohkan.
Insiden ini mengakibatkan dua rumah mengalami kerusakan parah serta kerugian hingga ratusan juta rupiah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kapal tongkang batu bara kehilangan kendali hingga menabrak rumah warga.
Langkah-langkah pencegahan pun mulai dirancang agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Warga berharap agar ada pengawasan lebih ketat terhadap kapal yang melintas di Sungai Musi, sehingga keselamatan mereka tetap terjaga.
Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






