Redaksiku.com – Dua kemenangan atas PSM Makassar musim lalu sama sekali tidak membuat pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, merasa di atas angin menjelang laga tandang penting dalam lanjutan kompetisi BRI Super League.
Ia secara tegas meminta para pemainnya untuk melupakan catatan manis tersebut dan segera bersiap menghadapi tantangan baru yang jauh lebih berat di markas lawan. Pertandingan pekan ketiga musim ini mempertemukan kedua kesebelasan di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, pada Sabtu, 19 September 2026.
Menjaga Momentum Tanpa Kehilangan Kewaspadaan
Duel akhir pekan ini mempertemukan dua kubu dengan motivasi yang sangat kontras di atas lapangan. Skuad berjuluk Pendekar Cisadane datang dengan ambisi besar untuk melanjutkan tren positif setelah sebelumnya sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Java United.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, tim tuan rumah yang akrab disapa Juku Eja sedang memburu kemenangan perdana mereka musim ini. Situasi ini membuat sang juru taktik asal Spanyol mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan hasil positif sebelumnya.
Carlos Pena menilai bahwa hasil positif dari pertandingan pekan lalu hanyalah sebuah suntikan modal psikologis yang bersifat sementara. Pertandingan tandang ini diyakininya akan berjalan dengan tingkat kesulitan yang jauh berbeda mengingat persaingan ketat di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional.
Kemenangan laga kemarin memberikan suntikan kepercayaan diri yang bagus, tetapi itu hanya tiga poin dan laga besok akan berjalan sangat berbeda.
Perubahan Skuad dan Realitas Sepak Bola Modern
Meskipun catatan pertemuan menunjukkan dominasi Persita yang mampu menyapu bersih kemenangan dalam dua pertemuan musim lalu, Pena menolak untuk menjadikan statistik historis tersebut sebagai tolok ukur utama kekuatan lawan saat ini.
Pergantian kursi kepelatihan serta perombakan komposisi pemain yang dilakukan oleh kedua klub membuat peta kekuatan di atas lapangan menjadi jauh berbeda dibanding musim sebelumnya.
Bagi tim pelatih, dinamika kompetisi selalu menuntut fokus penuh pada kondisi aktual tim ketimbang meromantisasi pencapaian masa lalu.
- Kedua tim mengalami perombakan signifikan pada jajaran pelatih dan materi pemain.
- Sepak bola selalu menuntut fokus penuh pada situasi nyata di masa kini.
- Rekor pertemuan musim lalu dianggap tidak relevan dengan kondisi pertandingan hari ini.
Pendekatan pragmatis ini menunjukkan bagaimana pengalaman di dunia kepelatihan profesional menuntut konsistensi mental yang tinggi dari setiap pemain.
Persiapan Taktis dan Kondisi Lapangan
Menghadapi tekanan publik tuan rumah di Parepare, kedisiplinan taktis sejak menit pertama menjadi harga mati bagi lini pertahanan Persita. Pena menginstruksikan para pemainnya untuk mengantisipasi potensi permainan agresif yang akan diperagakan oleh tim tuan rumah demi mengamankan poin.
Di tengah persiapan fisik dan mental tersebut, skuad tamu justru mendapatkan kabar baik dari aspek pendukung pertandingan yang memadai.
Kondisi rumput Stadion Gelora B.J. Habibie yang dikenal selalu terawat dengan baik dinilai sangat mendukung aliran bola bawah yang diinginkan oleh tim pelatih.
Pertandingan krusial pekan ketiga BRI Super League ini mempertemukan kedua tim di stadion berkapasitas ribuan penonton dengan target tiga poin penuh bagi masing-masing kubu.
Dengan segala persiapan matang yang telah dilakukan, target membawa pulang kemenangan ke Tangerang tetap menjadi fokus utama tanpa mengabaikan fakta bahwa kerja keras di atas lapangan hijau adalah penentu segalanya.
Pertanyaan Umum
Apakah Persita memiliki rekor bagus saat melawan PSM?
Ya, Persita berhasil meraih dua kemenangan atas PSM Makassar pada musim lalu, meskipun pelatih Carlos Pena menegaskan bahwa catatan tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk laga terkini.
Di mana pertandingan pekan ketiga BRI Super League antara PSM dan Persita dilangsungkan?
Pertandingan tersebut digelar di Stadion Gelora B.J. Habibie yang terletak di Parepare.
Apa target utama Persita Tangerang dalam lawatan kali ini?
Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini datang dengan target utama untuk membawa pulang tiga poin penuh guna melanjutkan momentum positif mereka di awal musim.
Ringkasan
Menjelang pertandingan pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, pada Sabtu, 19 September 2026, pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, secara tegas meminta anak asuhnya untuk melupakan dua kemenangan yang diraih atas lawan yang sama pada musim lalu. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai bahwa perombakan skuad dan pergantian komposisi pemain membuat peta kekuatan kedua tim saat ini sudah jauh berbeda.
Persita datang dengan ambisi besar untuk menjaga momentum positif setelah sebelumnya sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Java United. Di sisi lain, PSM Makassar mengincar kemenangan perdana mereka musim ini, yang membuat Carlos Pena mengingatkan skuad Pendekar Cisadane untuk tetap waspada dan fokus penuh terhadap kondisi aktual di lapangan tanpa mengandalkan statistik historis.
Dalam persiapan menghadapi tekanan publik tuan rumah, Pena menekankan pentingnya kedisiplinan taktis sejak menit pertama pertandingan. Selain itu, kondisi rumput Stadion Gelora B.J. Habibie yang terawat dengan baik dinilai sangat mendukung skema permainan bola bawah yang diinstruksikan oleh tim pelatih demi target membawa pulang tiga poin penuh ke Tangerang.






