Israel Luncurkan Serangan ke Qatar dan Yaman Usai Bombardir Doha, Konflik Makin Memanas

- Penulis

Jumat, 12 September 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Israel Luncurkan Serangan ke Qatar dan Yaman Usai Bombardir Doha, Konflik Makin Memanas

Israel Luncurkan Serangan ke Qatar dan Yaman Usai Bombardir Doha, Konflik Makin Memanas

Redaksiku.com – Situasi di Timur Tengah kembali membara setelah Israel melakukan serangan yang menargetkan tokoh penting Hamas di Doha, Qatar, pada Selasa (9/9/2025).

Aksi ini langsung mengundang perhatian dunia, bukan hanya karena menyasar pemimpin Hamas, tetapi juga karena Qatar selama ini dikenal sebagai mediator kunci dalam konflik Gaza.

Serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran besar bakal menggagalkan upaya gencatan senjata yang sedang diusahakan berbagai pihak. Di tengah kondisi yang sudah rapuh, langkah Israel ini dipandang berisiko tinggi memperpanjang penderitaan warga sipil sekaligus memperkeruh dinamika politik di kawasan.

Target Serangan: Kepala Negosiator Hamas

Seorang pejabat senior Israel menyebutkan bahwa salah satu target utama dalam serangan ini adalah Khalil Al-Hayya, kepala negosiator Hamas. Meski begitu, Israel belum bisa memastikan apakah target berhasil dilumpuhkan atau tidak. Kami sedang menunggu hasil dari serangan itu, kata pejabat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta bahwa yang disasar adalah negosiator, bukan komandan militer, memperlihatkan bahwa Israel ingin mengguncang posisi Hamas dalam perundingan. Namun, hal ini justru bisa menjadi bumerang karena melemahkan jalur komunikasi yang sebelumnya dijaga agar tercapai kesepakatan damai.

Reaksi Qatar: Mengecam Keras Israel

Qatar langsung bereaksi keras terhadap aksi Israel. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menyebut serangan tersebut sebagai tindakan pengecut yang menargetkan bangunan sipil.

Dalam pernyataannya di platform X, Al Ansari menegaskan bahwa Qatar tidak akan menoleransi perilaku sembrono dan tidak bertanggung jawab dari Israel. Kecaman ini penting banget, mengingat Qatar punya peran strategis sebagai penghubung komunikasi antara Hamas, Israel, dan Amerika Serikat dalam proses negosiasi.

Israel Luncurkan Serangan ke Qatar dan Yaman Usai Bombardir Doha, Konflik Makin Memanas
Israel Luncurkan Serangan ke Qatar dan Yaman Usai Bombardir Doha, Konflik Makin Memanas

Peran Qatar Sebagai Mediator Terancam

Selama ini, Qatar dikenal sebagai mediator utama dalam pembicaraan gencatan senjata di Gaza. Para pejabat penting Israel, termasuk kepala badan intelijen Mossad serta tim negosiator, bahkan kerap berkunjung ke Doha untuk membuka jalur diplomasi.

Namun, setelah serangan ini, masa depan hubungan diplomatik Israel-Qatar jadi tanda tanya besar. Apakah pertemuan-pertemuan itu masih akan dilanjutkan? Atau justru komunikasi akan terputus total karena aksi sepihak Israel yang dinilai merusak kepercayaan?

Reaksi dari Pihak Israel Sendiri

Ternyata, serangan ini juga memicu kecemasan di dalam negeri Israel. Salah satunya datang dari Einav Zangauker, ibu dari seorang sandera Israel yang masih ditahan di Gaza.

Dalam unggahannya di X, Zangauker menulis penuh emosi bahwa serangan itu bisa jadi hukuman mati bagi putranya, Matan. Saya gemetar ketakutan. Bisa jadi pada saat ini juga, perdana menteri pada dasarnya telah mengeksekusi Matan saya, menjatuhkan hukuman mati padanya, tulisnya.

Ucapan ini menggambarkan betapa rentannya situasi. Serangan yang seharusnya melemahkan Hamas justru berisiko membahayakan nyawa para sandera, yang mestinya menjadi prioritas penyelamatan.

Israel Juga Bom Yaman

Tak berhenti di Qatar, laporan juga menyebutkan bahwa Israel meluncurkan serangan ke Yaman. Langkah ini memperluas eskalasi konflik, seakan mempertegas bahwa Israel siap membuka lebih banyak front di kawasan Timur Tengah.

Yaman sendiri bukan pihak langsung dalam konflik Gaza, tetapi selama ini jadi salah satu basis kelompok yang vokal mendukung perjuangan Palestina. Dengan adanya serangan ke wilayah tersebut, ketegangan regional makin meningkat, bahkan berpotensi menyeret negara-negara lain untuk ikut turun tangan.

Risiko Gagalnya Upaya Perdamaian

Serangan Israel ini jelas mengancam keberhasilan negosiasi yang sudah berjalan selama berbulan-bulan. Jika Qatar merasa dilecehkan dan mundur sebagai mediator, maka jalur diplomasi bisa tertutup total.

Padahal, kehadiran mediator independen seperti Qatar sangat penting karena mampu menjembatani komunikasi yang sering kali buntu antara pihak-pihak yang berkonflik. Tanpa mediator, peluang gencatan senjata di Gaza akan semakin tipis, dan dampaknya kembali dirasakan oleh rakyat sipil yang tidak bersalah.

Dunia Internasional Bereaksi

Meski belum ada pernyataan resmi dari semua negara besar, sejumlah pengamat meyakini bahwa Amerika Serikat, Uni Eropa, dan PBB akan segera menanggapi insiden ini. Israel memang sekutu dekat AS, tapi langkah menyerang negara mediator jelas membuat posisi diplomasi AS juga sulit.

Jika komunitas internasional tidak segera turun tangan, ada kemungkinan konflik akan meluas lebih jauh, dari Gaza ke negara-negara tetangga seperti Qatar, Yaman, bahkan mungkin melibatkan Iran yang selama ini jadi musuh utama Israel di kawasan.

Dampak Humaniter yang Makin Berat

Yang paling dirugikan dari situasi ini jelas adalah rakyat sipil. Di Gaza, ribuan warga sudah menjadi korban sejak eskalasi perang meningkat. Kini, dengan serangan ke Qatar dan Yaman, risiko korban sipil di luar wilayah Gaza juga makin besar.

Selain korban jiwa, situasi ini juga menimbulkan trauma, ketakutan massal, hingga krisis pengungsi. Dunia internasional pun dituntut lebih serius untuk menghentikan kekerasan agar tidak menambah derita warga sipil yang selama ini sudah jadi pihak paling lemah dalam konflik.

Penutup

Serangan Israel ke Doha, Qatar, yang menargetkan pimpinan Hamas, telah membuka babak baru dalam konflik Timur Tengah. Langkah ini bukan hanya mengancam nyawa para sandera dan warga sipil, tetapi juga berisiko menghancurkan upaya perdamaian yang sudah berjalan dengan susah payah.

Apalagi, dengan adanya laporan serangan ke Yaman, terlihat jelas bahwa konflik bisa semakin meluas dan melibatkan banyak negara. Dunia internasional kini menunggu langkah tegas dari pihak-pihak terkait untuk memastikan jalur diplomasi tetap terbuka.

Karena pada akhirnya, satu hal yang paling diharapkan dari semua pihak adalah damai. Bukan lagi saling serang, apalagi memperluas lingkaran kekerasan yang justru memperpanjang penderitaan rakyat.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi
Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih
Pangkalan Militer Jadi Sorotan Saat AS Perkuat Hubungan Pertahanan dengan ASEAN
Tak Mau Warga Cemas, Kapolres Barru Cek Ketersediaan Air
Polres Barru Siaga Karhutla, Kapolres Minta Patroli Diperkuat
Jalan Kena ‘Palang’ Pohon, Polisi Pujananting Langsung Gercep!
Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya
Inflasi Pabrik China Turun Tajam, Efek Lonjakan Harga Minyak Mulai Mereda

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:40 WIB

Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Pangkalan Militer Jadi Sorotan Saat AS Perkuat Hubungan Pertahanan dengan ASEAN

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Tak Mau Warga Cemas, Kapolres Barru Cek Ketersediaan Air

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Polres Barru Siaga Karhutla, Kapolres Minta Patroli Diperkuat

Berita Terbaru