Redaksiku.com – Harga BBM (bahan bakar minyak) di Indonesia kembali mengalami penyesuaian di awal bulan ini.
Berdasarkan data resmi yang dirilis Pertamina dan sejumlah SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo, beberapa jenis BBM mengalami kenaikan harga, sementara BBM subsidi tetap dipertahankan agar masyarakat tidak terbebani.
Langkah ini konsisten dengan pola penyesuaian harga BBM yang biasanya mengikuti tren harga minyak dunia, biaya distribusi, serta kebijakan energi nasional.
📌 Ringkasan Harga BBM Terbaru Oktober 2025
-
Pertalite: tetap Rp10.000/liter (subsidi, dijaga pemerintah).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Pertamax: Rp12.200 Rp12.800/liter (tergantung wilayah).
-
Pertamax Turbo: naik jadi Rp13.100 Rp13.700/liter.
-
Pertamax Green 95: Rp13.000/liter.
-
Dexlite: naik Rp13.700 Rp14.300/liter.
-
Pertamina Dex: naik Rp14.000 Rp14.600/liter.
-
Biosolar subsidi: tetap Rp6.800/liter.
-
Shell, BP, Vivo: rata-rata naik 200400 rupiah per liter.
Ž Kenapa Harga BBM Naik?
Menurut Kementerian ESDM dan penjelasan dari Pertamina, ada tiga faktor utama yang memengaruhi harga BBM nonsubsidi:
-
Harga minyak mentah dunia yang fluktuatif, biasanya mengikuti harga Brent dan ICP (Indonesia Crude Price).
-
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, karena impor minyak dan bahan baku BBM menggunakan dolar.
-
Biaya distribusi/logistik yang berbeda di setiap wilayah Indonesia, khususnya daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal).
📠Harga BBM Pertamina per Wilayah
Wilayah Jawa, Bali, NTB
-
Pertalite: Rp10.000/liter
-
Pertamax: Rp12.200/liter
-
Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
-
Pertamax Green 95: Rp13.000/liter
-
Dexlite: Rp13.700/liter
-
Pertamina Dex: Rp14.000/liter
-
Biosolar subsidi: Rp6.800/liter
Wilayah Sumatera
-
Pertalite: Rp10.000/liter
-
Pertamax: Rp12.500 Rp12.800/liter
-
Pertamax Turbo: Rp13.400 Rp13.700/liter
-
Dexlite: Rp14.000 Rp14.300/liter
-
Pertamina Dex: Rp14.300 Rp14.600/liter
-
Biosolar subsidi: Rp6.800/liter
Wilayah Kalimantan
-
Pertalite: Rp10.000/liter
-
Pertamax: Rp12.500 Rp12.800/liter
-
Pertamax Turbo: Rp13.400 Rp13.700/liter
-
Dexlite: Rp14.000 Rp14.300/liter
-
Pertamina Dex: Rp14.300 Rp14.600/liter
-
Biosolar subsidi: Rp6.800/liter
Wilayah Sulawesi dan Papua
-
Pertalite: Rp10.000/liter
-
Pertamax: Rp12.500/liter
-
Pertamax Turbo: Rp13.400/liter
-
Dexlite: Rp14.000/liter
-
Pertamina Dex: Rp14.300/liter
-
Biosolar subsidi: Rp6.800/liter
›½ Harga BBM Swasta per 1 Oktober 2025
Shell:
-
Shell Super: Rp12.890/liter
-
Shell V-Power: Rp13.420/liter
-
Shell V-Power Diesel: Rp14.270/liter
-
Shell V-Power Nitro+: Rp13.590/liter
BP:
-
BP 92: Rp12.610/liter
-
BP Ultimate: Rp13.120/liter
-
BP Ultimate Diesel: Rp14.140/liter
Vivo:
-
Revvo 90: Rp12.810/liter
-
Revvo 92: Rp12.890/liter
-
Revvo 95: Rp13.420/liter
-
Diesel Primus Plus: Rp14.270/liter
📊 Dampak ke Masyarakat
-
Transportasi: Ongkos operasional ojol, logistik, dan angkutan umum bisa terdampak naik.
-
Harga pangan: Potensi kenaikan karena distribusi barang ikut terkerek biaya BBM.
-
Daya beli: Subsidi BBM seperti Pertalite & Biosolar jadi penopang agar masyarakat menengah bawah tetap terlindungi.
Menurut ekonom energi dari Universitas Indonesia, penyesuaian harga BBM ini wajar, tapi perlu diimbangi dengan kontrol harga kebutuhan pokok agar inflasi tidak melonjak.
œ… Kesimpulan
Update harga BBM per 1 Oktober 2025 menunjukkan adanya kenaikan pada sebagian besar BBM nonsubsidi seperti Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo, hingga produk-produk BBM swasta. Namun, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap ditahan agar masyarakat tetap punya opsi bahan bakar murah.
Bagi konsumen, penting untuk selalu cek harga terbaru di wilayah masing-masing. Info resmi bisa dilihat langsung di website Pertamina dan SPBU swasta. Dengan begitu, masyarakat bisa menyesuaikan anggaran transportasi dan kebutuhan harian.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






