Hal Penting yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Anak Salah Memilih Teman

- Penulis

Kamis, 4 Juli 2024 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hal Penting yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Anak Salah Memilih Teman

Seorang tetangga pernah merasa sangat gelisah, bahkan tidak bisa tidur karena anaknya terjaring operasi balapan liar. Tetangga tersebut harus berurusan dengan polisi untuk membebaskan anaknya yang baru kelas 8. Tetangga yang lain juga pernah merasa sangat terpukul karena anak gadisnya yang masih duduk di kelas 11 hamil.

Dari obrolan dengan para ibu, kedua anak ini bisa terseret masalah karena salah memilih teman. Teman mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilaku seseorang. Saya jadi ingat Rasulullah menganalogikan teman baik dan buruk sebagai penjual minyak wangi dan pandai besi. Dalam hadistnya, Rasulullah memberi nasihat, Jika kamu berteman dengan penjual minyak wangi, ada kemungkinan kamu bisa dapat hadiah minyak wangi, atau bisa beli minyak wangi. Jika tidak dapat keduanya, kamu masih bisa dapat aroma wanginya. Berbeda dengan berteman dengan pandai besi. Percikan apinya bisa membakar bajumu. Jika pun kamu selamat dari percikannya, kamu masih dapat baunya yang tidak sedap.

Lalu, bagaimana, Bun ketika anak sudah terlanjur berteman dengan teman yang tidak baik?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Orang tua harus introspeksi diri

    Sebelum menyalahkan anak, sebagai orang tua kita harus mengoreksi diri sendiri. Sudahkan kita menjadi contoh yang baik buat anak? Seberapa banyak waktu yang kita luangkan buat anak kita? Sudah mampukah kita menjadi teman bagi anak? Ke mana anak lari saat mereka mendapatkan masalah?

    Nah, dari jawaban pertanyaan itu, kita bisa menarik kesimpulan apakah kesalahan dari anak atau orang tua juga ikut andil anak salah memilih teman.

  2. Rangkul anak

    Saya yakin ketika anak terlibat masalah serius seperti kasus tetangga, orang tua akan sedih, kecewa, marah. Namun, sebaiknya rasa marah itu jangan ditumpahkan pada anak. Pada saat anak tengah bermasalah, sesungguhnya ia dalam keadaan takut dan bingung. Kemarahan orang tua justru akan membuat masalah baru. Anak menjadi semakin tertutup atau tambah membangkang.

    Yang dibutuhkan anak, rangkulan dari orang tuanya. Dekapan orang tua akan membuat anak merasa nyaman, bahkan ia akan merasa sangat bersalah. Ketika anak menyadari kesalahannya, akan mudah bagi orang tua mengajaknya diskusi untuk mencari solusi bersama. Memang tidak mudah membuat anak mau terbuka dengan orang tuanya, apalagi bila orang tua tidak membiasakan diskusi dengan anak. Butuh waktu dan kesabaran sampai anak mau terbuka.

  3. Pisahkan anak dari pertemanan yang tidak sehat

    Tak mudah bagi orang tua memisahkan anak dari temannya, apalagi jika ia sudah akrab. Namun, jika pertemanan itu membawa dampak buruk bagi anak, tidak ada salahnya memisahkan mereka. Tentu pada saat mengambil keputusan, orang tua harus berdiskusi dulu dengan anak. Anak perlu dilibatkan karena ia yang akan menjalani keputusan itu.

    Jangan sampai anak merasa dipaksa pisah dengan temannya. Sebab jika terpaksa, justru akan menimbulkan masalah baru. Bisa jadi di depan orang tuanya, anak seolah-olah sudah tidak berteman. Namun, di belakang orang tuanya, mereka masih menjalin komunikasi.

    Tidak masalah orang tua memindahkan sekolah atau mengeluarkan anak dari klub. Sebab sebaik apa pun orang tua mendidik, tapi jika anak ada di circle yang buruk, ia akan kesulitan menjadi baik.

  4. Sedia setiap saat

    Salain berperan menjadi orang tua, ayah bunda juga mempunyai peran yang sangat penting, yaitu sebagai teman. Kebersamaan orang tua meskipun hanya hadir secara fisik tanpa melakukan aktivitas yang sama bisa meningkatkan bonding dengan anak. Hadirnya orang tua membuat anak merasa tidak sendiri.

Baca Juga:  Hindari 6 Kesalahan Umum Saat Mencari Pekerjaan di Jogja

 

 Nah, itu, Bun tips yang bisa dicoba. Semoga bermanfaat.

***

Tentang Penulis

Siti Nurhayati ibu dari dua anak, pendidik di sebuah lembaga pendidikan anak usia dini, yang tinggal di Yogyakarta.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Ide Hadiah Lomba Agustusan Mewah Tapi Murah Meriah untuk Anak-anak
5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon
Wanita Tidak Bercerita Tapi Sering Melakukan 5 Hal ini
Mengenal Weaponized Incompetence Dalam Hubungan Asmara
Ramalan Shio Hari Ini 2026: Peruntungan 12 Shio dari Karier, Keuangan hingga Asmara
Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia
Hari Girlfriend Day 2026 Jatuh pada Tanggal Ini, Sejarah dan Cara Merayakannya
Rayap Datang Diam-Diam, Kenali 8 Tanda Sebelum Rumah Rusak

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:06 WIB

5 Ide Hadiah Lomba Agustusan Mewah Tapi Murah Meriah untuk Anak-anak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:34 WIB

5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Wanita Tidak Bercerita Tapi Sering Melakukan 5 Hal ini

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Mengenal Weaponized Incompetence Dalam Hubungan Asmara

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Ramalan Shio Hari Ini 2026: Peruntungan 12 Shio dari Karier, Keuangan hingga Asmara

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB