Gabungan Niat Puasa Syawal Senin dan Kamis, lengkap dengan keutamaannya

- Penulis

Senin, 15 April 2024 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gabungan Niat Puasa Syawal Senin dan Kamis, lengkap dengan keutamaannya

Gabungan Niat Puasa Syawal Senin dan Kamis, lengkap dengan keutamaannya

Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Lengkap dengan Keutamaannya

Redaksiku.com – Puasa enam hari pada bulan Syawal dapat bertepatan dengan hari Senin atau Kamis. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai hukum dan bacaan niat puasa Syawal yang sekaligus dikerjakan sebagai puasa sunnah Senin-Kamis.

Pada dasarnya, puasa Syawal dan puasa Senin-Kamis sama-sama termasuk ibadah sunnah. Sejumlah ulama membolehkan seseorang menggabungkan niat dua puasa sunnah ketika pelaksanaannya bertepatan pada hari yang sama.

Dengan demikian, seorang muslim yang berpuasa enam hari Syawal pada hari Senin atau Kamis dapat meniatkan puasa Syawal sekaligus mengharapkan keutamaan puasa sunnah pada hari tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, terdapat perbedaan penjelasan di kalangan ulama mengenai kesempurnaan pahala dari dua ibadah yang digabungkan. Karena itu, seseorang yang ingin lebih berhati-hati dapat menjalankan masing-masing puasa secara terpisah apabila mempunyai waktu dan kemampuan.

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Senin-Kamis

Penggabungan dua niat dalam satu ibadah dikenal dalam pembahasan fikih sebagai tasyrik an-niyyah atau menyertakan beberapa niat dalam satu amalan.

Dalam konteks puasa sunnah, sebagian ulama memperbolehkan penggabungan niat apabila kedua ibadah tersebut memang dapat dilaksanakan pada waktu yang sama.

Contohnya adalah seseorang yang menjalankan puasa Syawal pada hari Senin. Ia dapat berniat menunaikan puasa enam hari Syawal sekaligus mengharapkan keutamaan berpuasa pada hari Senin.

Hal yang sama berlaku apabila puasa Syawal dikerjakan pada hari Kamis.

Namun, penggabungan puasa Syawal dengan puasa wajib seperti qadha Ramadan mempunyai pembahasan yang berbeda dan diperselisihkan ulama. Sebagian ulama menilai puasa qadha harus didahulukan, sedangkan pahala enam hari Syawal diperoleh setelah kewajiban Ramadan diselesaikan.

Karena itu, pembahasan puasa Syawal yang digabung dengan Senin-Kamis tidak dapat langsung disamakan dengan penggabungan puasa Syawal dan qadha Ramadan.

Niat Puasa Syawal dan Senin

Niat sebenarnya terletak di dalam hati. Tidak ada kewajiban mengucapkan lafaz niat tertentu selama seseorang telah mengetahui dan bermaksud melakukan puasa.

Bagi yang ingin melafalkannya, berikut salah satu susunan niat puasa Syawal yang bertepatan dengan hari Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَوَّالٍ وَسُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Syawwālin wa sunnati yaumil-itsnaini lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan sunnah Syawal dan sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”

Seseorang juga dapat berniat dengan lafaz yang lebih sederhana:

نَوَيْتُ صَوْمَ سُنَّةِ شَوَّالٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma sunnati Syawwālin lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Syawal karena Allah Ta’ala.”

Apabila puasa tersebut dilaksanakan pada hari Senin, keutamaan hari Senin tetap dapat diharapkan selama niatnya telah ada di dalam hati.

Gabungan Niat Puasa Syawal Senin dan Kamis, lengkap dengan keutamaannya
Gabungan Niat Puasa Syawal Senin dan Kamis, lengkap dengan keutamaannya

Niat Puasa Syawal dan Kamis

Apabila puasa Syawal bertepatan dengan hari Kamis, lafaz niatnya dapat dibaca sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَوَّالٍ وَسُنَّةِ يَوْمِ الْخَمِيسِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Syawwālin wa sunnati yaumil-khamīsi lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan sunnah Syawal dan sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”

Lafaz tersebut bukan syarat sah puasa. Hal terpenting adalah adanya keinginan dan kesadaran di dalam hati untuk menjalankan ibadah karena Allah SWT.

Apakah Niat Puasa Sunnah Boleh Dilakukan pada Pagi Hari?

Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa sunnah dapat dilakukan setelah terbit fajar menurut banyak ulama, selama seseorang belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak waktu Subuh.

Artinya, seseorang yang sejak pagi belum makan, minum, atau melakukan pembatal puasa dapat berniat menjalankan puasa sunnah pada pagi atau siang hari.

Namun, berniat sejak malam tetap lebih baik karena menunjukkan kesiapan dan kesungguhan dalam beribadah.

Adapun puasa wajib seperti puasa Ramadan, qadha Ramadan, nazar, dan kafarat mempunyai ketentuan niat tersendiri. Pada umumnya, niat puasa wajib perlu dilakukan sebelum terbit fajar.

Keutamaan Puasa Enam Hari Syawal

Puasa enam hari pada bulan Syawal mempunyai keutamaan yang besar. Orang yang telah menjalankan puasa Ramadan kemudian melanjutkannya dengan enam hari puasa Syawal memperoleh pahala seperti berpuasa selama satu tahun.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya:
“Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari pada bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”

Perumpamaan tersebut berkaitan dengan ketentuan bahwa satu amal kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat.

Puasa Ramadan selama satu bulan bernilai seperti sepuluh bulan. Sementara enam hari puasa Syawal, apabila dilipatgandakan sepuluh kali, bernilai seperti 60 hari atau dua bulan.

Apabila digabungkan, pahalanya diibaratkan seperti menjalankan puasa selama 12 bulan.

Hadis tentang Puasa Enam Hari setelah Idulfitri

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ:

«مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ، مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا»

Artinya:
Dari Tsauban, mantan budak Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah Idulfitri, maka hal itu menyempurnakan puasa selama satu tahun. Barang siapa melakukan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat kebaikan yang serupa.”

Hadis tersebut menjelaskan hubungan antara puasa enam hari Syawal dan pahala puasa selama setahun penuh.

Keutamaan Puasa Senin dan Kamis

Hari Senin dan Kamis merupakan waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah.

Dalam sejumlah hadis dijelaskan bahwa amal perbuatan manusia diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW menyukai apabila amal beliau diperlihatkan dalam keadaan sedang berpuasa.

Hari Senin juga mempunyai keistimewaan karena merupakan hari kelahiran Rasulullah SAW dan hari ketika wahyu diturunkan kepada beliau.

Dengan menjalankan puasa Syawal pada hari Senin atau Kamis, seorang muslim dapat mengharapkan keutamaan puasa enam hari Syawal sekaligus keutamaan beribadah pada dua hari tersebut.

Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan?

Puasa enam hari Syawal tidak harus dikerjakan secara berturut-turut.

Seseorang boleh menjalankannya secara berurutan setelah Idulfitri atau memisahkannya pada beberapa hari selama masih berada dalam bulan Syawal.

Contohnya, puasa dapat dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis sampai jumlahnya mencapai enam hari.

Cara tersebut dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menggabungkan puasa Syawal dengan kebiasaan puasa sunnah Senin-Kamis.

Meski demikian, menyegerakan ibadah merupakan perbuatan yang baik apabila kondisi kesehatan dan kegiatan sehari-hari memungkinkan.

Manfaat Puasa Sunnah setelah Ramadan

Puasa Syawal juga dapat membantu seseorang menjaga kebiasaan beribadah setelah bulan Ramadan berakhir.

Setelah menjalankan ibadah selama satu bulan, puasa sunnah menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kedisiplinan dan kedekatan kepada Allah SWT.

Puasa sunnah juga dapat melengkapi kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalankan puasa wajib. Kekurangan tersebut dapat berupa berkurangnya kekhusyukan, ucapan yang tidak terjaga, atau perilaku yang mengurangi kesempurnaan pahala.

Karena itu, puasa Syawal tidak hanya berkaitan dengan pahala seperti berpuasa setahun, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat ibadah Ramadan tetap dilanjutkan setelah Idulfitri.

Kesimpulan

Puasa Syawal dapat dilaksanakan pada hari Senin atau Kamis. Sejumlah ulama membolehkan penggabungan niat dua puasa sunnah yang waktunya bertepatan.

Seseorang dapat berniat menjalankan puasa enam hari Syawal sekaligus mengharapkan keutamaan puasa Senin-Kamis.

Niat pada dasarnya berada di dalam hati sehingga lafaz Arab bukan syarat sah. Puasa sunnah juga dapat diniatkan pada pagi atau siang hari selama seseorang belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Puasa enam hari Syawal mempunyai keutamaan seperti berpuasa selama satu tahun setelah didahului puasa Ramadan. Pelaksanaannya tidak harus berturut-turut dan dapat dijadwalkan setiap Senin atau Kamis selama masih berada pada bulan Syawal.

FAQ Puasa Syawal dan Senin-Kamis

Apakah puasa Syawal boleh digabung dengan puasa Senin-Kamis?
Sejumlah ulama membolehkannya karena keduanya merupakan puasa sunnah yang dapat bertepatan dalam satu hari.

Apakah harus membaca dua niat sekaligus?
Tidak harus. Niat berada di dalam hati. Seseorang cukup bermaksud menjalankan puasa Syawal pada hari Senin atau Kamis karena Allah SWT.

Apakah puasa Syawal harus dilakukan selama enam hari berturut-turut?
Tidak. Puasa tersebut dapat dilakukan secara berurutan maupun terpisah selama masih dalam bulan Syawal.

Apakah niat puasa sunnah boleh dilakukan setelah Subuh?
Boleh menurut banyak ulama, selama belum makan, minum, atau melakukan pembatal puasa sejak terbit fajar.

Apa keutamaan puasa enam hari Syawal?
Orang yang berpuasa Ramadan kemudian melaksanakan enam hari puasa Syawal memperoleh pahala seperti berpuasa selama satu tahun.

Apakah puasa Syawal boleh dilakukan setiap Senin dan Kamis?
Boleh. Puasa dapat dijadwalkan pada hari Senin dan Kamis hingga jumlahnya mencapai enam hari selama bulan Syawal.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rebo Wekasan Jatuh Hari Ini, Bolehkah Baca Doa Tolak Bala? Ini Penjelasannya
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Wajib Tahu 7 Makna dan Jawabannya
Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya
8 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram yang Jarang Diketahui
Jarang Diketahui, Ini Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan untuk Menyambut Tahun Baru Islam
50 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk WhatsApp, Instagram, Keluarga, dan Teman
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Islam 1448 H, Dibaca Kapan? Ini Penjelasannya
Tahun Baru Islam 1448 H Jatuh 16 Juni 2026, Ini Makna, Amalan, dan Jadwal Puasa Muharam

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Rebo Wekasan Jatuh Hari Ini, Bolehkah Baca Doa Tolak Bala? Ini Penjelasannya

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:07 WIB

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Wajib Tahu 7 Makna dan Jawabannya

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:06 WIB

Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:42 WIB

8 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram yang Jarang Diketahui

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:09 WIB

Jarang Diketahui, Ini Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan untuk Menyambut Tahun Baru Islam

Berita Terbaru

Meriah! Konvoi Merah Putih di Barru, Kapolres Kawal Langsung

Internasional

Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:40 WIB