Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Lengkap dengan Keutamaannya
Redaksiku.com – Puasa enam hari pada bulan Syawal dapat bertepatan dengan hari Senin atau Kamis. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai hukum dan bacaan niat puasa Syawal yang sekaligus dikerjakan sebagai puasa sunnah Senin-Kamis.
Pada dasarnya, puasa Syawal dan puasa Senin-Kamis sama-sama termasuk ibadah sunnah. Sejumlah ulama membolehkan seseorang menggabungkan niat dua puasa sunnah ketika pelaksanaannya bertepatan pada hari yang sama.
Dengan demikian, seorang muslim yang berpuasa enam hari Syawal pada hari Senin atau Kamis dapat meniatkan puasa Syawal sekaligus mengharapkan keutamaan puasa sunnah pada hari tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, terdapat perbedaan penjelasan di kalangan ulama mengenai kesempurnaan pahala dari dua ibadah yang digabungkan. Karena itu, seseorang yang ingin lebih berhati-hati dapat menjalankan masing-masing puasa secara terpisah apabila mempunyai waktu dan kemampuan.
Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Senin-Kamis
Penggabungan dua niat dalam satu ibadah dikenal dalam pembahasan fikih sebagai tasyrik an-niyyah atau menyertakan beberapa niat dalam satu amalan.
Dalam konteks puasa sunnah, sebagian ulama memperbolehkan penggabungan niat apabila kedua ibadah tersebut memang dapat dilaksanakan pada waktu yang sama.
Contohnya adalah seseorang yang menjalankan puasa Syawal pada hari Senin. Ia dapat berniat menunaikan puasa enam hari Syawal sekaligus mengharapkan keutamaan berpuasa pada hari Senin.
Hal yang sama berlaku apabila puasa Syawal dikerjakan pada hari Kamis.
Namun, penggabungan puasa Syawal dengan puasa wajib seperti qadha Ramadan mempunyai pembahasan yang berbeda dan diperselisihkan ulama. Sebagian ulama menilai puasa qadha harus didahulukan, sedangkan pahala enam hari Syawal diperoleh setelah kewajiban Ramadan diselesaikan.
Karena itu, pembahasan puasa Syawal yang digabung dengan Senin-Kamis tidak dapat langsung disamakan dengan penggabungan puasa Syawal dan qadha Ramadan.
Niat Puasa Syawal dan Senin
Niat sebenarnya terletak di dalam hati. Tidak ada kewajiban mengucapkan lafaz niat tertentu selama seseorang telah mengetahui dan bermaksud melakukan puasa.
Bagi yang ingin melafalkannya, berikut salah satu susunan niat puasa Syawal yang bertepatan dengan hari Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَوَّالٍ وَسُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Syawwālin wa sunnati yaumil-itsnaini lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan sunnah Syawal dan sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”
Seseorang juga dapat berniat dengan lafaz yang lebih sederhana:
نَوَيْتُ صَوْمَ سُنَّةِ شَوَّالٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma sunnati Syawwālin lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Syawal karena Allah Ta’ala.”
Apabila puasa tersebut dilaksanakan pada hari Senin, keutamaan hari Senin tetap dapat diharapkan selama niatnya telah ada di dalam hati.

Niat Puasa Syawal dan Kamis
Apabila puasa Syawal bertepatan dengan hari Kamis, lafaz niatnya dapat dibaca sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَوَّالٍ وَسُنَّةِ يَوْمِ الْخَمِيسِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Syawwālin wa sunnati yaumil-khamīsi lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan sunnah Syawal dan sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Lafaz tersebut bukan syarat sah puasa. Hal terpenting adalah adanya keinginan dan kesadaran di dalam hati untuk menjalankan ibadah karena Allah SWT.
Apakah Niat Puasa Sunnah Boleh Dilakukan pada Pagi Hari?
Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa sunnah dapat dilakukan setelah terbit fajar menurut banyak ulama, selama seseorang belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak waktu Subuh.
Artinya, seseorang yang sejak pagi belum makan, minum, atau melakukan pembatal puasa dapat berniat menjalankan puasa sunnah pada pagi atau siang hari.
Namun, berniat sejak malam tetap lebih baik karena menunjukkan kesiapan dan kesungguhan dalam beribadah.
Adapun puasa wajib seperti puasa Ramadan, qadha Ramadan, nazar, dan kafarat mempunyai ketentuan niat tersendiri. Pada umumnya, niat puasa wajib perlu dilakukan sebelum terbit fajar.
Keutamaan Puasa Enam Hari Syawal
Puasa enam hari pada bulan Syawal mempunyai keutamaan yang besar. Orang yang telah menjalankan puasa Ramadan kemudian melanjutkannya dengan enam hari puasa Syawal memperoleh pahala seperti berpuasa selama satu tahun.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya:
“Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari pada bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”
Perumpamaan tersebut berkaitan dengan ketentuan bahwa satu amal kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat.
Puasa Ramadan selama satu bulan bernilai seperti sepuluh bulan. Sementara enam hari puasa Syawal, apabila dilipatgandakan sepuluh kali, bernilai seperti 60 hari atau dua bulan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






