Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura menjadi salah satu pembahasan yang banyak dicari umat Islam ketika memasuki bulan Muharram yang penuh keistimewaan.
Amalan sunnah ini memiliki kedudukan istimewa karena dianjurkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk ibadah yang sarat pahala.
Selain menjadi kesempatan memperbanyak amal saleh, puasa Tasua dan Asyura juga mengandung sejarah penting dalam perjalanan umat terdahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bulan Muharram termasuk salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah SWT sehingga setiap amal kebaikan memiliki nilai yang besar.
Tidak mengherankan jika banyak umat Muslim berupaya memahami berbagai keutamaan puasa ini agar dapat menjalankannya dengan lebih optimal.
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura yang Perlu Diketahui

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura sangat besar dalam ajaran Islam. Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram.
Kedua puasa sunnah tersebut memiliki dasar yang kuat dalam hadis Rasulullah SAW dan menjadi amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan Muharram.
Selain memperoleh pahala, umat Islam juga dapat meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dengan menjalankan puasa ini, seorang Muslim tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga belajar menjaga perilaku, ucapan, dan perbuatan selama menjalankan ibadah.
Berikut adalah beberapa keutamaan puasa Tasua dan Asyura yang perlu diketahui khususnya oleh umat Islam.
1. Menghapus Dosa-Dosa Kecil Setahun Sebelumnya
Salah satu keutamaan Puasa Asyura yang paling terkenal adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa pada tanggal 10 Muharram memiliki keistimewaan besar di sisi Allah SWT.
Keutamaan ini menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang berusaha mendekatkan diri melalui ibadah sunnah.
Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa penghapusan dosa ini berlaku untuk dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.
Karena itu, Puasa Asyura sering dijadikan momentum untuk memperbaiki diri dan memulai lembaran baru yang lebih baik.
2. Menjalankan dan Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW
Puasa Tasua dan Asyura merupakan amalan yang dianjurkan langsung oleh Rasulullah SAW. Menjalankan kedua puasa ini berarti menghidupkan sunnah Nabi yang memiliki nilai pahala besar.
Dalam Islam, menghidupkan sunnah termasuk salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena menunjukkan kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah SAW.
Ketika seorang Muslim berusaha mengikuti ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari, maka ia tidak hanya memperoleh pahala ibadah, tetapi juga meneladani akhlak dan kebiasaan Rasulullah SAW.
Oleh sebab itu, Puasa Tasua dan Asyura menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan sunnah.
3. Menyelisihi Tradisi Kaum Yahudi
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura selanjutnya adalah sebagai bentuk penyelisihan terhadap tradisi kaum Yahudi.
Dalam sejarah Islam disebutkan bahwa kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai ungkapan syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan pelaksanaan Puasa Asyura. Bahkan, beliau juga berniat menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram atau Tasua agar berbeda dengan praktik yang dilakukan oleh kaum Yahudi pada saat itu.
Dengan menjalankan Puasa Tasua dan Asyura, umat Islam dapat meneladani ajaran Rasulullah SAW sekaligus memperoleh pahala karena menghidupkan sunnah yang dianjurkan.
Rasulullah SAW menghargai amalan tersebut, tetapi beliau juga mengajarkan umat Islam untuk memiliki ciri khas dalam beribadah. Karena itu, beliau menganjurkan agar umat Islam menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram atau Tasua.
Dengan menjalankan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, umat Islam dapat mengikuti tuntunan Rasulullah SAW sekaligus menjaga identitas ibadah yang berbeda dari umat lainnya.
4. Menjadi Amalan Istimewa di Bulan Muharram
Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Bulan ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam sehingga setiap amal saleh yang dilakukan akan memiliki nilai yang sangat besar.
Puasa Tasua dan Asyura menjadi salah satu amalan yang paling dianjurkan selama Muharram karena sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Bahkan dalam hadis disebutkan bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharram.
Oleh karena itu, menjalankan Puasa Tasua dan Asyura menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memanfaatkan kemuliaan bulan Muharram dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri
Seperti ibadah puasa pada umumnya, keutamaan puasa Tasua dan Asyura selanjutnya adalah memiliki manfaat dalam membentuk karakter yang lebih baik. Selama berpuasa, seseorang belajar menahan lapar, dahaga, dan berbagai keinginan yang dapat mengganggu kualitas ibadahnya.
Selain itu, puasa juga mengajarkan pentingnya menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik, mengendalikan emosi, serta menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Latihan pengendalian diri ini sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari karena membantu seseorang menjadi lebih sabar, disiplin, dan bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






