Redaksiku.com – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, secara resmi mendorong para orang tua untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari ketergantungan gawai dengan memperkenalkan olahraga catur sejak dini. Langkah ini dinilai sebagai metode preventif yang efektif untuk mengasah ketajaman berpikir, kemampuan analisis, serta kedisiplinan mental generasi muda di tengah arus digitalisasi yang semakin masif.
Ajakan tersebut disampaikan langsung di sela-sela kegiatan Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang Putaran Keempat Open Ngeround Non-Master yang berlangsung di Kantor Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 20 September 2026. Kehadiran Wagub di lokasi tersebut menjadi sinyal dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pembinaan atlet catur yang dilakukan secara konsisten di tingkat akar rumput.
Manfaat Catur Sebagai Alternatif Edukasi Digital
Fenomena ketergantungan gawai pada anak-anak saat ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Menurut Wagub Dimyati, paparan media sosial yang tidak terkontrol setiap hari dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan kognitif dan perilaku anak dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Olahraga catur dipilih sebagai solusi karena menawarkan beberapa keunggulan praktis bagi tumbuh kembang anak:
- Melatih kemampuan berpikir kritis dan daya analisis dalam memecahkan masalah.
- Meningkatkan ketangkasan mental dalam menyusun strategi di bawah tekanan.
- Menjadi sarana interaksi sosial yang sehat di luar ekosistem dunia maya.
- Menumbuhkan rasa percaya diri melalui kompetisi yang sportif dan terukur.
Catur merupakan olahraga yang sangat terjangkau secara finansial dan mudah diakses oleh siapa saja, menjadikannya pilihan ideal untuk aktivitas produktif di lingkungan keluarga maupun komunitas.
Penguatan Ekosistem Pembinaan Atlet Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Wagub Dimyati menekankan pentingnya peran Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) untuk terus memasyarakatkan olahraga ini. Ia memberikan apresiasi kepada pengurus Percasi Kabupaten Tangerang yang telah menginisiasi turnamen berjenjang guna menjaring bakat-bakat baru di daerah.
Dalam putaran keempat kompetisi yang digelar di Cisauk tersebut, tercatat sebanyak 102 peserta antusias mengikuti pertandingan, sebuah angka partisipasi yang mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga asah otak ini.
Model pembinaan seperti yang dilakukan di Kabupaten Tangerang diharapkan dapat direplikasi oleh pengurus Percasi di wilayah lain di Provinsi Banten. Dengan adanya kompetisi rutin, para atlet muda memiliki wadah untuk mengasah jam terbang sebelum terjun ke level profesional yang lebih tinggi.
Persiapan Menuju Porprov VII Banten
Ketua Percasi Kabupaten Tangerang, Hendra, mengungkapkan bahwa saat ini organisasinya tengah fokus melakukan pemetaan kekuatan atlet menjelang ajang olahraga bergengsi di tingkat provinsi. Putaran keempat yang baru saja diselesaikan merupakan tahapan krusial sebelum memasuki babak final pada putaran kelima.
“Putaran yang kita laksanakan ini merupakan bentuk pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet unggul untuk mengikuti berbagai ajang turnamen ke depan.”
— Hendra
Fokus utama pembinaan saat ini adalah menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten yang dijadwalkan berlangsung di Kota Tangerang Selatan pada 15 hingga 23 November 2026. Ajang ini akan mempertandingkan 60 cabang olahraga, di mana catur menjadi salah satu sektor yang diunggulkan oleh kontingen Kabupaten Tangerang.
Bagi orang tua yang ingin memulai, cukup sediakan papan catur sederhana di rumah dan luangkan waktu 30 menit setiap akhir pekan untuk bermain bersama anak tanpa gangguan perangkat elektronik.
Pertanyaan Umum
Apakah olahraga catur sulit dipelajari oleh anak-anak?
Catur sebenarnya cukup mudah dipelajari karena dasarnya adalah permainan logika. Dengan bimbingan yang sabar dan metode bermain yang menyenangkan, anak-anak dapat dengan cepat memahami aturan dasar dan menikmati proses pengambilan keputusan dalam permainan.
Kapan babak final liga catur di Kabupaten Tangerang akan dilaksanakan?
Babak final akan dilaksanakan pada putaran kelima yang dijadwalkan dalam waktu dekat setelah putaran keempat selesai, sebagai bagian dari persiapan intensif menuju Porprov VII Banten di bulan November 2026.
Mengapa Wagub Banten menekankan pentingnya menjauhkan anak dari gawai?
Ketergantungan gawai yang berlebihan dikhawatirkan dapat mengganggu tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikologis, jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik atau permainan yang mengasah otak seperti catur.
Ringkasan
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, secara resmi mengimbau para orang tua untuk mengatasi kecanduan gawai pada anak dengan memperkenalkan olahraga catur. Ajakan ini disampaikan pada Minggu, 20 September 2026, di sela-sela kegiatan Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang di Cisauk, sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam mengalihkan perhatian anak dari dampak negatif digitalisasi menuju aktivitas yang mengasah ketajaman berpikir dan kedisiplinan mental.
Olahraga catur dinilai sebagai alternatif edukasi yang efektif karena melatih kemampuan analisis, strategi, serta interaksi sosial yang sehat dengan biaya yang terjangkau. Dukungan pemerintah terhadap pembinaan atlet melalui turnamen berjenjang ini juga bertujuan untuk menjaring bakat-bakat muda, khususnya dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten yang akan diselenggarakan pada 15 hingga 23 November 2026 mendatang.






