Franchise Halo Resmi Berada di Bawah Activision Pasca Restrukturisasi Xbox

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Xbox dan Activision sebagai simbol restrukturisasi waralaba game Halo

Waralaba Halo kini resmi berada di bawah naungan Activision menyusul restrukturisasi divisi Xbox Microsoft.

Redaksiku.com – Kekuatan finansial yang masif tidak selalu menjamin kesuksesan sebuah konsol mendominasi industri permainan video dari generasi ke generasi. Realitas pahit tersebut harus dihadapi oleh divisi permainan milik Microsoft yang hingga kini masih berjuang mencari formula terbaik di tengah persaingan ketat pasar global.

Fakta bahwa mereka memiliki sumber daya modal yang sangat besar, jaringan studio internal yang luas, serta konsol dengan performa keras ternyata belum mampu mengangkat performa bisnis secara keseluruhan. Bahkan, layanan berlangganan andalan mereka yakni Game Pass yang sempat digadang-gadang sebagai penyelamat industri masih memerlukan banyak penyesuaian strategi di lapangan.

Proses pembenahan internal ini terus bergulir di bawah kepemimpinan pimpinan baru, Asha Sharma, yang kini mulai melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan melebur sejumlah studio ke dalam satu payung operasional. Kebijakan ini diambil demi merampingkan birokrasi sekaligus menaikkan efisiensi kerja tim pengembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Restrukturisasi Besar dan Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja

Di balik langkah strategis seperti keberhasilan mereka mengunci kerja sama proyek baru bersama Kojima Productions, Xbox justru datang membawa kabar kurang mengenakkan bagi para pekerja industri. Kebijakan restrukturisasi yang diklaim telah dimatangkan sejak Juli 2026 tersebut memaksa perusahaan untuk mengambil keputusan sulit.

Atas nama program penataan ulang operasional yang sedang dikejar, Xbox terpaksa melakukan gelombang pemutusan hubungan kerja dalam skala besar yang berdampak langsung pada ratusan tenaga kerja. Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, kebijakan pahit ini menyasar setidaknya 268 tenaga kerja terdampak di berbagai lini.

Kebijakan efisiensi terbaru ini resmi memangkas posisi dari 268 tenaga kerja dengan konsentrasi terbesar terjadi di tubuh Halo Studios serta beberapa studio pengembang internal lainnya.

Sebagian besar posisi yang dihilangkan terkonsentrasi di dalam Halo Studios, sementara sisanya tersebar di berbagai studio pihak pertama yang selama ini berada di bawah naungan ekosistem Xbox. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya manajemen dalam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa finansial dan produktivitas tim.

Peleburan Studio dan Perpindahan Tanggung Jawab Franchise

Selain pengurangan jumlah karyawan, langkah efisiensi ini juga diwujudkan melalui penggabungan beberapa studio game ke dalam satu identitas baru. Penataan ulang ini turut mengubah peta kepemilikan dan arah pengembangan berbagai judul permainan populer yang sudah memiliki basis penggemar setia.

Berdasarkan struktur baru yang diumumkan, manajemen mendistribusikan ulang pengawasan franchise utama ke beberapa penerbit besar di bawah Microsoft. Perubahan susunan organisasi ini mencakup beberapa penyesuaian penting bagi pengembang legendaris di dalam industri:

  • Activision kini resmi membawahi studio World’s Edge yang menggarap Age of Empires serta studio klasik Rare. Mereka juga memegang tanggung jawab penuh untuk menangani pengembangan judul Halo selanjutnya melalui tim terpisah dari divisi Call of Duty, sementara seri lama tetap didukung tim kecil di Halo Studios.
  • Bethesda secara resmi membawahi Obsidian Entertainment yang dipastikan tetap melanjutkan proyek pengembangan seri Fallout serta menyelesaikan berbagai judul lain seperti Grounded.
  • King ditunjuk untuk memegang kendali atas Microsoft Casual Games guna memperkuat fokus perusahaan pada segmen permainan kasual serta pengelolaan operasi langsung secara berkelanjutan.
  • Playground Games dan Turn 10 resmi dilebur menjadi satu kesatuan studio tunggal yang akan memegang kendali penuh atas franchise balap Forza dan seri RPG populer Fable.

Franchise Halo Resmi Berada di Bawah Activision Pasca Restrukturisasi Xbox

Melalui perombakan struktur organisasi yang masif ini, franchise ikonik Halo secara resmi berpindah tangan dan berada di bawah panji penerbit Activision. Langkah ini diambil manajemen demi mengembalikan kejayaan seri penembak sudut pandang pertama tersebut di bawah arahan tim produksi yang baru.Franchise Halo Resmi Berada di Bawah Activision Pasca Restrukturisasi Xbox

Status Terkini Studio Independen dan Langkah Masa Depan

Xbox juga memberikan kejelasan mengenai status sejumlah mantan studio internal mereka yang sebelumnya diproyeksikan untuk kembali berdiri secara mandiri. Mengingat strategi pelepasan kemandirian ini sempat sukses diterapkan pada Compulsion Games dan Double Fine, perusahaan mencoba menerapkannya pada studio lain.

Sayangnya, tidak semua rencana pelepasan tersebut membuahkan hasil manis seperti yang diharapkan oleh para pelaku industri. Studio pengembang di balik seri Hellblade yakni Ninja Theory dikabarkan mengalami jalan buntu setelah gagal mencapai kesepakatan bisnis dengan dua calon mitra berbeda.

Kegagalan negosiasi kemandirian memaksa Xbox menyiapkan langkah penutupan bagi Ninja Theory sembari terus mengevaluasi opsi alternatif lainnya.

Akibat kegagalan negosiasi tersebut, pihak manajemen mulai menyiapkan skenario terburuk berupa penutupan operasional studio, meskipun upaya pencarian solusi alternatif masih terus diupayakan. Di sisi lain, proses konsultasi untuk studio Arkane masih tetap berjalan dengan target penyelesaian resmi dijadwalkan pada penghujung tahun mendatang.

Pertanyaan Umum

Kapan kebijakan restrukturisasi dan PHK massal Xbox ini diumumkan?

Kebijakan restrukturisasi serta keputusan pemutusan hubungan kerja massal ini difinalisasi sejak Juli 2026 dan diumumkan melalui blog resmi perusahaan.

Berapa jumlah karyawan yang terdampak oleh kebijakan pengurangan tenaga kerja tersebut?

Kebijakan efisiensi ini berdampak langsung pada 268 tenaga kerja, dengan dominasi pemangkasan terjadi di dalam studio pengembang Halo Studios.

Siapa yang kini memegang kendali atas pengembangan franchise Halo?

Franchise Halo kini resmi berada di bawah bendera Activision, di mana mereka membentuk tim khusus terpisah dari divisi Call of Duty untuk menangani seri permainan berikutnya.Franchise Halo Resmi Berada di Bawah Activision Pasca Restrukturisasi Xbox

Ringkasan

Xbox telah mengumumkan restrukturisasi besar-besaran di bawah kepemimpinan Asha Sharma pada Juli 2026, yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 268 karyawan, dengan konsentrasi terbesar di Halo Studios. Kebijakan efisiensi ini juga merombak struktur operasional dan pengawasan sejumlah franchise utama Microsoft demi meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja tim pengembang.

Dalam perombakan ini, franchise ikonis Halo secara resmi berpindah kepemimpinan ke bawah panji penerbit Activision untuk pengembangan seri selanjutnya melalui tim terpisah. Selain itu, Microsoft mendistribusikan ulang pengawasan studio lainnya, seperti menempatkan World’s Edge dan Rare di bawah Activision, Obsidian Entertainment di bawah Bethesda, serta melebur Playground Games dan Turn 10 menjadi studio tunggal.

Restrukturisasi ini turut memengaruhi status beberapa studio internal lainnya, termasuk Ninja Theory yang menghadapi potensi penutupan akibat gagal mencapai kesepakatan kemandirian dengan mitra bisnis. Sementara itu, proses konsultasi untuk studio Arkane masih terus berjalan dengan target penyelesaian resmi yang dijadwalkan pada penghujung tahun.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadwal Esports Indonesia di Asian Games 2026 Lengkap
Ukuran Final Fantasy VII Revelation Capai 200 GB
Kojima Belum Tentukan Engine untuk Game PHYSINT
Roblox Gelar The Hunt 20 Rayakan 2 Dekade Eksistensi
Hasil dan Klasemen MPL ID S18 Week 2 Day 1: Bigetron Memimpin
Capcom Janji Konten Endgame Monster Hunter Wilds Menantang
Tiket Evo Singapura 2027 Resmi Dibuka, Ini Detailnya
Kartu Pokémon Paling Bernilai di 2026

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:52 WIB

Jadwal Esports Indonesia di Asian Games 2026 Lengkap

Rabu, 23 September 2026 - 10:54 WIB

Franchise Halo Resmi Berada di Bawah Activision Pasca Restrukturisasi Xbox

Selasa, 22 September 2026 - 16:07 WIB

Ukuran Final Fantasy VII Revelation Capai 200 GB

Selasa, 22 September 2026 - 15:23 WIB

Kojima Belum Tentukan Engine untuk Game PHYSINT

Selasa, 22 September 2026 - 12:08 WIB

Roblox Gelar The Hunt 20 Rayakan 2 Dekade Eksistensi

Berita Terbaru

Kontingen esports Indonesia siap bertanding di ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.

Esports

Jadwal Esports Indonesia di Asian Games 2026 Lengkap

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:52 WIB

Skuad New York Giants harus menelan kekecewaan mendalam setelah mengalami kekalahan telak dalam waktu singkat.

Viral

Analisis Kekalahan Telak New York Giants dalam 18 Jam

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:46 WIB

Pemerintah memperketat pengawasan jalur perdagangan untuk melindungi petani lokal dari dampak buruk impor beras ilegal.

Viral

Menkeu Suahasil Sebut Impor Beras Ilegal Rugikan Petani

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:43 WIB

error: Content is protected !!