Kericuhan yang melibatkan geng motor terjadi di Jalan Helvetia, Sumarsono, Medan, belum lama ini menjadi perhatian banyak orang.
Sekelompok geng motor tersebut membawa senjata tajam saat berkonvoi, sehingga membuat warga sekitar merasa takut dan resah.
Aksi ini berakhir dengan pengejaran oleh aparat TNI dan penangkapan tiga pelaku setelah mereka terjatuh dari sepeda motor.
Kronologi Kericuhan Geng Motor di Jalan Helvetia, Medan

Pada Sabtu sore, 17 Mei 2025, sekitar pukul 16.00 WIB, suasana di Jalan Helvetia, Sumarsono, Medan, mendadak berubah menjadi mencekam. Sejumlah remaja yang tergabung dalam geng motor terlihat berkumpul dan melakukan konvoi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, yang membuat warga sekitar panik adalah karena para pelaku tidak hanya mengendarai sepeda motor dengan cara ugal-ugalan, tetapi juga membawa senjata tajam jenis kelewang.
Kelewang sendiri adalah senjata tradisional berbentuk parang panjang yang biasa dipakai sebagai alat pertahanan atau dalam kegiatan tertentu, namun sangat berbahaya jika dibawa tanpa alasan jelas di tempat umum.
Saat konvoi melintas di jalan tersebut, para anggota geng motor ini juga sempat melakukan aksi intimidasi terhadap warga yang kebetulan melintas atau berdiri di sekitar jalan.
Beberapa warga mengaku merasa terancam karena para remaja ini tiba-tiba mengacungkan kelewang ke arah mereka, sambil mengeluarkan kata-kata ancaman.
Situasi pun menjadi sangat tegang. Warga yang merasa khawatir akan keselamatan dirinya segera menghubungi pihak keamanan setempat untuk melaporkan kejadian tersebut.
Ketegangan ini tak lepas dari kebiasaan para geng motor yang kerap beraksi secara brutal di beberapa wilayah di Medan.
Namun, membawa senjata tajam di tengah keramaian seperti ini jelas merupakan tindakan yang sangat berisiko dan membahayakan orang banyak.
Keberadaan senjata tajam tersebut membuat ketakutan warga semakin besar, terutama karena aksi ini terjadi pada jam sibuk saat banyak orang sedang beraktivitas di jalan.
Pengejaran dan Penangkapan oleh Aparat TNI
Mendapatkan laporan dari warga, seorang anggota TNI yang kebetulan sedang bertugas di sekitar lokasi langsung merespons dengan sigap.
Tanpa menunggu lama, ia segera melakukan pengejaran terhadap geng motor yang tengah membuat kericuhan.
Dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial, terlihat jelas bagaimana anggota TNI tersebut membuntuti para pelaku sejak dari Simpang 4 Istiqomah sampai ke Jalan Kapten Muslim.
Aksi pengejaran ini memancing perhatian banyak orang karena keberanian aparat militer yang berani menghadapi kelompok geng motor bersenjata.
Selama pengejaran, suasana semakin menegangkan. Para anggota geng motor tampak panik dan berusaha menghindari aparat dengan kecepatan tinggi.
Namun, karena medan yang tidak sepenuhnya mendukung dan kondisi jalan yang ramai, akhirnya beberapa pelaku kehilangan kendali.
Tiga dari mereka bahkan terjatuh dari sepeda motor masing-masing. Momen ini dimanfaatkan oleh aparat keamanan untuk segera melakukan penangkapan.
Meski berhasil diamankan, situasi tidak langsung menjadi tenang. Ketiga pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa yang marah. Warga yang menyaksikan aksi mereka merasa dirugikan dan takut, sehingga melampiaskan kemarahan dengan memukuli para pelaku.
Amukan ini menunjukkan betapa frustrasi dan geramnya masyarakat terhadap keberadaan geng motor yang selama ini meresahkan.
Para pelaku yang membawa senjata tajam dan berani mengancam warga jelas dianggap sebagai ancaman nyata bagi ketertiban dan keamanan lingkungan.
Setelah berhasil diamankan, para pelaku langsung dibawa ke tempat yang aman untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi geng motor lain agar tidak mengulangi tindakan serupa.
Pihak aparat menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kondisi Setelah Penangkapan dan Pemeriksaan Lebih Lanjut
Setelah tiga pelaku berhasil diamankan, satu dari mereka langsung dibawa ke Markas Komando Daerah Militer (Kodam) untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Sementara dua lainnya ditahan oleh kepolisian militer setempat.
Proses ini bertujuan untuk mencari tahu apakah aksi mereka merupakan bagian dari kelompok geng motor yang lebih besar dan terorganisir.
Barang bukti berupa kelewang dan sepeda motor yang digunakan dalam aksi juga disita untuk dijadikan bahan penyelidikan.
Pihak kepolisian dan TNI menyatakan akan terus melakukan pengawasan ketat untuk mencegah insiden serupa terulang kembali. A
ksi geng motor yang membawa senjata tajam di tengah keramaian jelas sangat membahayakan ketertiban umum dan keselamatan warga.
Fenomena Geng Motor dan Dampaknya bagi Warga Medan
Geng motor di Medan memang sudah dikenal oleh masyarakat sebagai kelompok yang kerap mengganggu ketenangan.
Namun, keberanian mereka membawa senjata tajam dan melakukan aksi di siang hari seperti yang terjadi baru-baru ini menunjukkan tingkat keberanian yang semakin meningkat.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






