Redakisiku.com – Papua, wilayah timur Indonesia yang dikenal dengan keindahan alamnya, sering kali menghadirkan tantangan tersendiri bagi warganya dalam mengakses layanan kesehatan.
Salah satu kisah yang menggugah hati datang dari seorang pemuda bernama Yusak, yang harus menempuh perjuangan luar biasa untuk mendapatkan pengobatan pasca kecelakaan kerja yang menimpanya di pedalaman Papua.
Perjuangan Panjang Menuju Pengobatan
Yusak, 26 tahun, adalah seorang pekerja proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Pegunungan Bintang, Papua. Dalam sebuah insiden saat bekerja, ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan luka serius di bagian kaki dan punggung. Dengan kondisi medis yang darurat, ia segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, fasilitas di lokasi terpencil itu tidak mampu menangani lukanya yang parah.
Dalam kondisi kritis, Yusak dan keluarganya memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit yang lebih lengkap di Jayapura, ibu kota Provinsi Papua. Namun, medan berat dan minimnya akses transportasi membuat perjalanan menjadi sangat menantang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Harus Beli 13 Tiket Pesawat Demi Tempat Tidur
Karena keterbatasan penerbangan ke wilayah tersebut dan aturan maskapai yang tidak mengizinkan pasien berbaring di kabin ekonomi biasa, keluarga Yusak harus membeli 13 tiket pesawat hanya untuk satu kali penerbangan agar Yusak bisa berbaring selama perjalanan. Tiket-tiket tersebut mencakup satu baris penuh dan kursi di sekitarnya, demi memastikan tidak ada penumpang lain yang terganggu dan Yusak dapat dibaringkan dengan aman.
Ini bukan soal uang, tapi soal nyawa, ujar kakak Yusak, yang menjadi koordinator dalam evakuasi medis tersebut. Ia menambahkan bahwa keputusan itu diambil dengan berat hati, namun merupakan satu-satunya pilihan yang memungkinkan.

Respons Netizen dan Dukungan Publik
Kisah perjuangan Yusak viral di media sosial setelah diunggah oleh seorang tenaga kesehatan yang ikut membantu proses evakuasi. Banyak netizen yang tergerak dan memberikan dukungan, baik secara moril maupun materi. Tak sedikit pula yang menyoroti betapa masih jauhnya akses layanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat di pedalaman Papua.
Tantangan Kesehatan di Daerah Terpencil
Kisah ini membuka mata banyak pihak tentang realitas yang dihadapi masyarakat Papua dan wilayah terpencil lainnya di Indonesia. Minimnya infrastruktur, terbatasnya tenaga medis, dan sulitnya akses transportasi menjadi hambatan besar bagi pelayanan kesehatan yang merata. Pemerintah pun didesak untuk mengambil langkah konkret dalam membangun sistem rujukan yang lebih efisien, termasuk pengadaan layanan evakuasi medis darurat.
Harapan Baru untuk Yusak
Kini, Yusak tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Jayapura. Kondisinya mulai membaik, dan dukungan terus mengalir. Keluarga berharap kisah ini menjadi pendorong perubahan, bukan hanya bagi Yusak, tapi juga bagi masyarakat Papua lainnya yang membutuhkan akses kesehatan yang lebih layak.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber












