Redaksiku.com – Kasus hukum yang menyeret nama Betrand Peto kembali menjadi sorotan publik setelah dua pihak pelapor, ANW dan DYP, memberikan klarifikasi tegas terkait tudingan negatif yang beredar di media sosial. Keduanya membantah keras label sebagai lady companion atau pemandu lagu yang sempat disematkan oleh warganet pasca-insiden dugaan kekerasan seksual yang melibatkan putra angkat Ruben Onsu tersebut.
Ketegangan ini bermula ketika narasi di jagat maya mulai mengaitkan identitas ANW dan DYP dengan kehidupan malam. Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum keduanya, Nathaniel Hutagaol, memberikan penjelasan resmi usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Selasa, 15 September 2026.
Nathaniel menegaskan bahwa kliennya merupakan individu yang memiliki latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang jelas. Ia menyayangkan persepsi keliru yang terbangun di publik mengenai status profesi kliennya. Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah spekulasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak pelapor ANW dan DYP secara resmi membantah tuduhan sebagai lady companion dan menegaskan status mereka sebagai karyawan sekaligus mahasiswi.
Kronologi Pertemuan di Kawasan SCBD
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam proses pemeriksaan, insiden tersebut berawal dari pertemuan singkat antara Betrand Peto dan para pelapor pada Sabtu, 12 September 2026. Pertemuan itu terjadi di sebuah tempat karaoke di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada dini hari, tepatnya sekitar pukul 02.00 WIB.
Kedua belah pihak mengakui bahwa mereka baru pertama kali berkenalan pada malam tersebut. Mereka sempat bergabung dalam satu ruangan atas undangan untuk memeriahkan acara karaoke. Namun, suasana yang awalnya santai justru berujung pada laporan polisi terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang kini tengah didalami oleh pihak kepolisian.
Laporan dugaan tindak pidana tersebut resmi diterima oleh Polda Metro Jaya pada 12 September 2026, melibatkan sosok inisial BP yang diidentifikasi sebagai anak angkat dari artis ternama.
Usai menjalani pemeriksaan, ANW dan DYP terlihat hadir dengan upaya menjaga privasi yang cukup ketat. Keduanya mengenakan pakaian tertutup berupa hoodie hitam dan abu-abu, serta melengkapi penampilan dengan masker dan kacamata hitam. Mereka memilih untuk tidak memberikan komentar langsung kepada awak media dan segera meninggalkan lokasi dengan tertunduk.
Bantahan Keras dari Pihak Betrand Peto
Menanggapi laporan yang telah masuk ke kepolisian, pihak Betrand Peto tidak tinggal diam. Pada konferensi pers yang digelar Senin, 14 September 2026, ia secara terbuka membantah segala tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya. Betrand menyatakan bahwa tindakan yang dituduhkan tidak pernah terjadi.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung. Pihaknya berjanji akan mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan oleh Polda Metro Jaya tanpa berusaha menutupi fakta apa pun. Pernyataan ini menjadi langkah krusial untuk meredam spekulasi liar yang semakin berkembang di media sosial.
Penyelidikan masih berlangsung di bawah wewenang Polda Metro Jaya, sehingga masyarakat diharapkan menunggu hasil resmi kepolisian alih-alih berspekulasi mengenai kebenaran insiden tersebut.
Situasi ini mencerminkan betapa sensitifnya kasus yang melibatkan figur publik, di mana narasi di media sosial sering kali mendahului fakta hukum yang sebenarnya. Dukungan terhadap ANW dan DYP pun mulai mengalir, bukan hanya sebagai pihak pelapor, tetapi juga sebagai refleksi dari isu perlindungan terhadap perempuan yang memerlukan perlakuan adil dalam setiap proses peradilan.
Pertanyaan Umum
Apakah benar Betrand Peto terlibat dalam insiden kekerasan seksual?
Betrand Peto telah membantah dengan tegas semua tuduhan pelecehan seksual tersebut dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin, 14 September 2026, dan menyatakan kesiapannya untuk mengikuti proses hukum.
Apa status profesi dari pihak pelapor ANW dan DYP?
Kuasa hukum pelapor telah mengklarifikasi bahwa ANW dan DYP adalah mahasiswi sekaligus karyawan, dan membantah tuduhan warganet yang menyebut mereka sebagai lady companion atau pemandu lagu.
Bagaimana status hukum kasus ini sekarang?
Laporan telah diterima oleh Polda Metro Jaya pada 12 September 2026, dan saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan bukti serta keterangan dari pihak-pihak terkait.
Ringkasan
Pelapor ANW dan DYP secara resmi membantah tuduhan sebagai lady companion dan menegaskan status mereka sebagai mahasiswi serta karyawan. Keduanya melaporkan Betrand Peto ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual yang terjadi di sebuah tempat karaoke di SCBD pada 12 September 2026.
Sementara itu, Betrand Peto telah membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif selama proses penyelidikan yang masih berlangsung di pihak kepolisian.












