Anggaran pembangunan IKN diberhentikan.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih menemui kendala terkait alokasi anggaran.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada realisasi anggaran untuk proyek ambisius tersebut.
Hal ini disebabkan oleh pemblokiran sebagian besar anggaran Kementerian PUPR oleh Kementerian Keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dody, pemblokiran ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang menekankan efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
Akibatnya, anggaran Kementerian PUPR yang awalnya sebesar Rp110,95 triliun mengalami pemangkasan drastis hingga Rp81,38 triliun. Sehingga hanya tersisa Rp29,57 triliun untuk tahun anggaran 2025.
Kementerian PU Akan Laporkan Kembali Kebutuhan Anggaran
Meski mengalami pemangkasan anggaran, Dody memastikan bahwa pihaknya akan segera melaporkan kembali kebutuhan pendanaan untuk proyek-proyek infrastruktur penting kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Ia berharap ada tambahan alokasi anggaran agar proyek-proyek vital, termasuk pembangunan infrastruktur dasar di IKN, dapat tetap berjalan sesuai rencana.
Selain itu, Dody juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada rencana kunjungan langsung ke IKN untuk meninjau progres pembangunan.
Fokus utama Kementerian PUPR saat ini adalah menyesuaikan program kerja dengan anggaran yang tersedia.
Dampak Efisiensi Anggaran: 10 Kegiatan Dibatalkan
Dalam upaya menyesuaikan diri dengan anggaran yang lebih kecil, Kementerian PUPR telah mengumumkan pembatalan beberapa kegiatan yang dinilai tidak prioritas.
Setidaknya ada 10 program yang terkena imbas efisiensi ini, di antaranya:
- Pembatalan proyek fisik berbasis kontrak tahun tunggal (Single Year Contract/SYC) dan kontrak tahun jamak (Multi Year Contract/MYC) yang bersumber dari rupiah murni.
- Penghentian pembelian alat-alat baru.
- Penggunaan dana tanggap darurat secara lebih selektif dan efisien.
- Pembatasan perjalanan dinas, baik dalam negeri maupun luar negeri.
- Pengurangan anggaran alat tulis kantor (ATK) melalui penerapan sistem paperless office.
- Penghapusan berbagai kegiatan seremonial, termasuk perayaan Hari Bakti Kementerian PUPR, Hari Air, Hari Jalan, dan Hari Habitat Dunia.
- Peniadaan rapat atau seminar tatap muka, termasuk rapat kerja, rapat koordinasi, seminar, sosialisasi, dan sejenisnya yang dialihkan ke platform daring.
- Pengurangan anggaran humas seperti pencetakan banner, spanduk, serta pengadaan seminar kit.
- Efisiensi belanja operasional yang mencakup pemeliharaan kantor, penyewaan kendaraan, serta layanan perkantoran lainnya.
- Pemangkasan anggaran non-operasional seperti honorarium kegiatan, jasa konsultan, serta kajian dan analisis.
IKN Kembali Dibuka untuk Umum Setelah Pemeliharaan
Di tengah berbagai kendala anggaran, kabar baik datang dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN.
Setelah sempat ditutup untuk pemeliharaan, kawasan ini kini kembali dibuka untuk masyarakat sejak 5 Februari 2025.
Pembukaan kembali ini dilakukan setelah infrastruktur utama di Plaza Seremoni dinyatakan siap menerima pengunjung.
Menurut Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, pemeliharaan dilakukan untuk memastikan fasilitas publik tetap dalam kondisi optimal.
Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat menikmati kunjungan mereka dengan nyaman dan aman.
Proses Pemeliharaan yang Dilakukan di IKN
Penutupan sementara KIPP sebelumnya dilakukan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas utama, termasuk:
- Jalan dan trotoar di sekitar Plaza Seremoni.
- Sistem pencahayaan dan drainase.
- Perbaikan fasilitas umum lainnya yang mendukung kenyamanan pengunjung.
Dengan selesainya proses pemeliharaan lebih cepat dari jadwal, Otorita IKN pun mempercepat pembukaan kembali kawasan ini agar dapat segera diakses oleh masyarakat.
Tata Cara Berkunjung
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke KIPP, Otorita IKN telah menerapkan sistem pendaftaran online melalui aplikasi IKNow.
Sistem ini bertujuan untuk mengontrol jumlah pengunjung agar pengalaman kunjungan lebih nyaman dan terorganisir.
Setelah melakukan pendaftaran, pengunjung diharuskan menggunakan bus yang disediakan di Rest Area Nusantara untuk menuju Plaza Seremoni.
Sistem transportasi ini diterapkan untuk mengurangi dampak lingkungan akibat penggunaan kendaraan pribadi yang masuk ke kawasan IKN.
Apa yang Berbeda Setelah Dibuka Kembali?
Sejumlah peningkatan infrastruktur telah dilakukan selama masa pemeliharaan, termasuk:
- Perbaikan jalur pedestrian untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.
- Optimalisasi sistem pencahayaan di berbagai titik kawasan.
- Peningkatan layanan transportasi, termasuk bus shuttle dari Rest Area Nusantara.
Otorita IKN menegaskan bahwa upaya peningkatan infrastruktur akan terus dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan kawasan tersebut dalam menyambut lebih banyak pengunjung di masa mendatang.
Waspada Penipuan Paket Wisata Berbayar
Di tengah antusiasme masyarakat yang ingin berkunjung ke IKN, Otorita IKN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang menawarkan paket wisata berbayar ke kawasan tersebut.
Pasalnya, kunjungan ke IKN tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun, belakangan ini muncul oknum yang menawarkan paket wisata berbayar, bahkan telah beredar selebaran promosi yang mengklaim adanya biaya masuk.
Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek informasi resmi dari Otorita IKN dan tidak mudah percaya dengan tawaran yang mencurigakan.
Pembangunan IKN masih menghadapi tantangan besar akibat pemangkasan anggaran Kementerian PUPR.
Meskipun demikian, upaya tetap dilakukan untuk memastikan proyek-proyek infrastruktur prioritas dapat berjalan sesuai rencana.
Di sisi lain, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) kini telah dibuka kembali untuk masyarakat setelah melalui proses pemeliharaan.
Dengan sistem kunjungan yang lebih tertata, diharapkan masyarakat dapat menikmati pengalaman berkunjung yang lebih nyaman dan aman. Namun, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan terkait paket wisata berbayar ke IKN.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest












