Analisis UBS untuk EXCL Usai Merger dan Tantangan Margin

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UBS — Grafik analisis kinerja keuangan EXCL pasca merger dengan tantangan margin EBITDA dan belanja modal.

Kinerja EXCL pasca merger masih menghadapi tantangan operasional dan pemulihan margin EBITDA.

Redaksiku.com – Laju pemulihan kinerja PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk atau yang dikenal sebagai EXCL setelah proses merger masih terus diwarnai oleh berbagai tantangan operasional serta upaya efisiensi yang ketat. Meskipun angka pendapatan pada kuartal II-2026 mampu melampaui estimasi awal pasar, tren pendapatan dari layanan nirkabel yang justru melambat serta kebutuhan belanja modal yang masif tetap menjadi sorotan utama para analis pasar modal.

Dinamika pemulihan margin EBITDA perseroan diperkirakan akan berjalan lebih lambat dibandingkan dengan proses integrasi operator telekomunikasi lainnya di Indonesia. Perhitungan basis pelanggan dari merek yang lebih kecil memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kecepatan perbaikan kondisi keuangan secara keseluruhan dalam jangka panjang.

Pengembalian spektrum frekuensi 900 MHz kepada pemerintah diproyeksikan mampu menghemat biaya operasional hingga Rp 1,1 triliun setiap tahunnya mulai 2027.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan catatan riset dari berbagai lembaga keuangan terkemuka, terdapat beberapa faktor penting yang memengaruhi laju bisnis perseroan saat ini:

  • Kontribusi pelanggan Smartfren yang ditaksir hanya sekitar 15 persen dari total keseluruhan pelanggan EXCL.
  • Pendapatan nirkabel inti mengalami koreksi tipis seiring dengan penurunan rata-rata pendapatan per pengguna atau ARPU.
  • Lonjakan pendapatan kuartal II-2026 didorong oleh pos interkoneksi dan layanan telekomunikasi lain yang sifatnya cenderung fluktuatif.

Total basis pelanggan EXCL tercatat berada di level 69 juta pada paruh kedua tahun 2026 dengan ekspansi jaringan yang agresif.

Di tengah tantangan bisnis inti tersebut, manajemen mengambil langkah strategis dengan menaikkan target belanja modal atau capex menjadi Rp 20 triliun. Dana segar ini difokuskan secara khusus untuk mempercepat penggelaran infrastruktur telekomunikasi generasi kelima atau 5G dengan memanfaatkan spektrum frekuensi baru.

Prospek Keuangan dan Dividen

Besarnya alokasi belanja modal untuk ekspansi jaringan 5G diperkirakan akan terus menekan posisi arus kas bebas perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi keuangan yang masih fokus pada penataan infrastruktur ini secara langsung membatasi ruang bagi perusahaan untuk membagikan imbal hasil kepada para pemegang saham dalam waktu dekat.

“Margin EBITDA XLSmart telah membaik secara bertahap pasca merger, meskipun lambat.”

— Ivan Reynaldo Sutheja

Para analis memberikan pandangan yang beragam menyikapi berbagai strategi korporasi yang sedang dijalankan oleh manajemen. UBS Global Research menyematkan rekomendasi netral untuk saham emiten telekomunikasi ini dengan target harga tertentu, sementara J.P. Morgan memberikan pandangan yang lebih konservatif melalui rekomendasi underweight.

Pertanyaan Umum

Bagaimana kinerja pendapatan EXCL pada kuartal II-2026?

Total pendapatan perseroan mencapai Rp 12,20 triliun yang didorong oleh pertumbuhan pos interkoneksi dan layanan telekomunikasi lainnya.

Apa penyebab pemulihan margin EBITDA berjalan lambat?

Proporsi pelanggan dari merek yang bergabung relatif kecil serta ketatnya persaingan industri nirkabel membatasi ruang dorongan ARPU.

Kapan EXCL diproyeksikan kembali membagikan dividen?

Perseroan diperkirakan baru akan mulai membagikan dividen pada tahun 2028 berdasarkan perolehan laba bersih tahun berjalan 2027.

Ringkasan

Kinerja pemulihan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) pasca-merger diwarnai tantangan margin EBITDA yang lambat serta kebutuhan belanja modal masif sebesar Rp 20 triliun untuk ekspansi jaringan 5G.

Meskipun pendapatan kuartal II-2026 melampaui estimasi pasar, pengembalian spektrum frekuensi 900 MHz pada 2027 diproyeksikan menghemat biaya operasional, sementara pembagian dividen diperkirakan baru akan dimulai pada tahun 2028.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Capex AKR Corporindo (AKRA) Semester I-2026 Tembus Rp 546 Miliar
Harga Minyak Tembus US$ 97 per Barel Dipicu Kesepakatan Iran-Oman
MBMA Pertimbangkan Jual Saham di Bursa Hong Kong
IHSG Rawan Turun, Cek Rekomendasi Saham AKRA hingga MDKA
NAB Reksadana Naik Tipis Agustus 2026 dan Prospeknya
Prospek Kinerja UNTR 2026 dan Rekomendasi Sahamnya
Pemerintah Lelang Beras Bulog Turun Mutu Jadi Bahan Tepung
NAB Reksadana Naik Tipis dan Net Redemption Rp 8,5 Triliun Agustus 2026

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:32 WIB

Analisis UBS untuk EXCL Usai Merger dan Tantangan Margin

Selasa, 8 September 2026 - 14:50 WIB

Capex AKR Corporindo (AKRA) Semester I-2026 Tembus Rp 546 Miliar

Selasa, 8 September 2026 - 12:15 WIB

Harga Minyak Tembus US$ 97 per Barel Dipicu Kesepakatan Iran-Oman

Selasa, 8 September 2026 - 10:30 WIB

MBMA Pertimbangkan Jual Saham di Bursa Hong Kong

Selasa, 8 September 2026 - 09:38 WIB

IHSG Rawan Turun, Cek Rekomendasi Saham AKRA hingga MDKA

Berita Terbaru

Cloud Hosting Rumahweb menawarkan resource dedicated untuk mendukung performa website bisnis yang berkembang pesat.

Teknologi

Mengenal Cloud Hosting Rumahweb dengan Resource Dedicated

Selasa, 8 Sep 2026 - 16:06 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengantongi sekitar 2.000 pesanan pembangunan menara baru untuk mendukung layanan FWA.

Bisnis

FWA Jadi Mesin Bisnis TOWR, Raup 2.000 Pesanan Menara

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:52 WIB

Persija Jakarta sukses mencuri kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda.

Sepak Bola

Persija Bungkam Borneo FC 1-0, STY Sebut Performa Baru 50 Persen

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:42 WIB

Kinerja EXCL pasca merger masih menghadapi tantangan operasional dan pemulihan margin EBITDA.

Keuangan

Analisis UBS untuk EXCL Usai Merger dan Tantangan Margin

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:32 WIB

Pelatih Persijap Jepara Juan Cortes mengakui minimnya waktu persiapan menjadi penyebab kekalahan timnya dari Madura United.

Sepak Bola

Persijap Kalah dari Madura United, Juan Cortes Tanpa Alasan

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:07 WIB