Anak 4 Tahun Tunangan di Madura, Wow apa apaan nih gaes

- Penulis

Kamis, 25 April 2024 - 00:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak 4 Tahun Tunangan di Madura, Wow apa apaan nih gaes

Anak 4 Tahun Tunangan di Madura, Wow apa apaan nih gaes

Redaksiku.com – Baru-baru jagat publik dihebohkan mengenai pertunangan anak usia empat tahun di Madura.

Ternyata, fenomena itu merupakan rutinitas yang dikenal sebagai Abekalan ini dan udah lama melekat dan jadi bagian budaya di Madura.

Sayangnya, rutinitas ini mengambil alih sorotan publik juga dari ahli sosiologi Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Bagong Suyanto Drs Msi,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, rutinitas ini bukanlah bagian dari pelestarian budaya.

Anak 4 Tahun Tunangan di Madura, Wow apa apaan nih gaes
Anak 4 Tahun Tunangan di Madura, Wow apa apaan nih gaes

Pemerintah udah berupaya merawat anak-anak dari dampak negatif perkawinan dini melalui pengesahan Undang-undang Perkawinan terbaru.

Adapun batasan sekurang-kurangnya usia menikah jadi 19 tahun supaya anak-anak punyai kesempatan mengembangkan diri dan melanjutkan pendidikan mereka.

“Saat ini jaman udah berubah. Anak perempuan khususnya punyai kesempatan yang luas untuk mengembangkan diri. Kalau bertunangan di usia dini, maka risiko menikah di usia dini jadi besar. Kesempatan anak melanjutkan sekolah berpotensi terganggu,” tuturnya dikutip dari laman Unair, Rabu (24/4/2024).

Baca Juga:  Kamu Ingin Mendaftar Prakerja? Ini Dia Syarat, Cara Daftar, dan Link Pendaftarannya!

Hak anak harus jadi prioritas dimana orang tua harus jelas mengenai dampak dari rutinitas ini.

“Orang tua punyai hak atas anaknya untuk sesuaikan ini. Sebagai orang tua, mereka juga harus jelas kewajiban pada anak mampu untuk menambahkan jaman depan yang terbaik,” ungkap dia.

Prof Bagong menyarankan supaya pemerintah bekerja mirip dengan tokoh agama dan grup sekunder lainnya untuk menyosialisasikan hak anak.

Ia pun menekankan, pemerintah setempat harus tingkatkan kesadaran di kalangan masyarakat melalui sosialisasi, dimana pemerintah lokal Madura mampu membuat peraturan tempat yang menambahkan sanksi bagi mereka yang melanggar.

“Anak harus beroleh pendidikan yang tepat di sekolah dan orang tua harus merubah sudut pandangnya mengenai perjodohan dini. Dengan adanya kesetaraan pola pikir ini, maka pendekatan yang dikerjakan oleh pemerintah mampu jadi lebih efektif,” paparnya.

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google Newatau Whatsapp Channels

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

14 Tersangka Peredaran Uang Palsu Ditangkap di Tangerang, Polda Banten Beberkan Modus Licik Pelaku
Anggota Polisi di Aceh Diduga Terlibat Kasus Aborsi, DPR RI Desak Penuntasan Hukum Secara Tegas
Marak Klaim Menyesatkan! BPOM Akan Batasi Influencer yang Review Produk Skincare di Media Sosial
Data Pegawai Diduga Bocor, Kemkomdigi Bergerak Cepat Lakukan Investigasi
Kota Banjarmasin Hadapi Krisis Imbas Penutupan TPAS Basirih, Sampah Menggunung hingga 650 Ton per Hari
Jurassic World: Rebirth, Ini Dia Sinopsisnya, Petualangan Baru yang Menegangkan dengan Scarlett Johansson
Gegara Ejek Pegawai Honorer, Karyawan PT Timah Dipecat! Ini Kronologi Lengkapnya
Tanggapi Isu Penghapusan THR dan Gaji ke-13 ASN, Menko Airlangga Hartarto Tegaskan Hal Ini

Berita Terkait

Kamis, 6 Februari 2025 - 19:20 WIB

14 Tersangka Peredaran Uang Palsu Ditangkap di Tangerang, Polda Banten Beberkan Modus Licik Pelaku

Kamis, 6 Februari 2025 - 19:15 WIB

Anggota Polisi di Aceh Diduga Terlibat Kasus Aborsi, DPR RI Desak Penuntasan Hukum Secara Tegas

Kamis, 6 Februari 2025 - 18:36 WIB

Marak Klaim Menyesatkan! BPOM Akan Batasi Influencer yang Review Produk Skincare di Media Sosial

Kamis, 6 Februari 2025 - 18:33 WIB

Data Pegawai Diduga Bocor, Kemkomdigi Bergerak Cepat Lakukan Investigasi

Kamis, 6 Februari 2025 - 18:27 WIB

Kota Banjarmasin Hadapi Krisis Imbas Penutupan TPAS Basirih, Sampah Menggunung hingga 650 Ton per Hari

Berita Terbaru