Redaksiku.com – Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan perombakan kabinet atau reshuffle yang baru saja dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pandangannya, langkah politik tersebut dianggap tidak menyentuh akar permasalahan utama dalam susunan kabinet yang masih didominasi oleh figur-figur dari pemerintahan sebelumnya.
Sorotan Terhadap Perubahan Posisi Menteri Keuangan
Kritik utama Amien Rais tertuju pada pergantian posisi Menteri Keuangan yang kini diisi oleh sosok baru. Dia menyoroti keputusan Presiden Prabowo yang menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dengan individu yang menurutnya belum memiliki rekam jejak yang dikenal publik secara luas.
Dalam pernyataannya yang disiarkan melalui kanal YouTube pribadinya pada Sabtu, 19 September 2026, Amien menyebut sosok pengganti tersebut sebagai figur yang misterius. Perubahan ini menjadi satu-satunya catatan perombakan yang disorot Amien, yang kemudian ia kaitkan dengan pola kepemimpinan Prabowo di awal masa jabatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terdapat setidaknya 17 menteri yang masih dipertahankan dari era pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam kabinet saat ini.
Dinamika Relasi Politik Prabowo dan Jokowi
Amien Rais secara terbuka mempertanyakan keberanian Prabowo Subianto dalam melakukan bersih-bersih di jajaran kabinetnya. Ia menilai masih ada keengganan dari pihak istana untuk menyentuh para menteri yang merupakan warisan dari era kepemimpinan Jokowi.
Menurut Amien, keterikatan emosional maupun politis antara murid dan guru menjadi faktor yang menghambat langkah perombakan yang lebih substantif. Ia bahkan melontarkan retorika tajam mengenai mengapa Presiden Prabowo tidak mengambil langkah tegas terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap kurang produktif dari masa lalu.
Poin-poin Kekhawatiran Amien Rais
- Adanya 17 menteri dari kabinet lama yang dinilai menghambat kemajuan signifikan dalam dua tahun terakhir.
- Kekhawatiran mengenai ambisi politik yang masih melekat pada lingkaran dekat mantan presiden sebelumnya.
- Perlunya kewaspadaan terhadap stabilitas nasional di tengah potensi manuver politik yang tidak terduga.
Peringatan Mengenai Stabilitas dan Ancaman Kudeta
Selain menyoroti komposisi kabinet, Amien Rais memberikan peringatan keras agar Presiden Prabowo tidak terjebak dalam rasa percaya diri yang berlebihan. Ia mengingatkan bahwa dinamika politik di Indonesia sangat cair dan bisa berubah drastis hanya dalam satu langkah kebijakan.
Amien Rais menegaskan bahwa sebuah perubahan politik atau kudeta sering kali terjadi dalam satu gebrakan cepat yang mengubah arah kebijakan negara secara total.
Ia menekankan bahwa rakyat saat ini menaruh perhatian besar terhadap arah kebijakan ekonomi dan politik nasional. Amien berharap bahwa jargon-jargon dukungan yang sempat dilontarkan Prabowo kepada Jokowi hanyalah bagian dari retorika politik untuk menjaga suasana, bukan cerminan dari arah kebijakan yang sebenarnya.
Masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan ekonomi pasca-reshuffle untuk melihat apakah akan ada perubahan signifikan dalam alokasi anggaran dan prioritas pembangunan nasional.
Pernyataan ini mencerminkan posisi Partai Ummat yang terus memosisikan diri sebagai oposisi kritis terhadap jalannya pemerintahan saat ini. Amien Rais menegaskan pentingnya evaluasi berkala agar Indonesia tidak terjebak dalam stagnasi yang sama seperti periode sebelumnya.
Pertanyaan Umum
Apa inti dari kritik Amien Rais terhadap kabinet Prabowo?
Amien Rais mengkritik minimnya perombakan menteri, terutama karena Prabowo dianggap tidak berani merombak 17 menteri yang merupakan warisan dari era pemerintahan Presiden Jokowi.
Bagaimana pandangan Amien Rais mengenai menteri pengganti di posisi Menkeu?
Amien menilai sosok pengganti Purbaya Yudhi Sadewa sebagai sosok yang misterius dan tidak dikenal publik, sehingga ia mempertanyakan kapasitas dan latar belakang figur tersebut.
Mengapa Amien Rais memperingatkan Prabowo tentang kudeta?
Ia memperingatkan agar Prabowo tidak terlalu percaya diri karena situasi politik bisa berubah dalam satu gebrakan, dan ia menyinggung adanya ambisi kelompok tertentu yang masih berusaha memengaruhi arah kebijakan nasional.
Ringkasan
Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan perombakan kabinet (reshuffle) Presiden Prabowo Subianto pada September 2026. Amien menilai bahwa langkah politik tersebut tidak substantif karena masih mempertahankan 17 menteri yang merupakan warisan dari era pemerintahan Presiden Joko Widodo, sehingga dianggap menghambat perubahan kebijakan yang signifikan.
Dalam pernyataannya, Amien Rais secara khusus menyoroti pergantian posisi Menteri Keuangan yang dinilai diisi oleh sosok “misterius” tanpa rekam jejak yang jelas. Ia mempertanyakan keberanian Presiden Prabowo untuk melakukan pembersihan di jajaran kabinetnya, dengan menduga adanya keterikatan politis yang kuat antara Prabowo dan Jokowi yang menghambat langkah perombakan lebih luas.
Lebih lanjut, Amien Rais mengingatkan Presiden Prabowo untuk tetap waspada terhadap stabilitas nasional dan potensi manuver politik. Ia menekankan bahwa dinamika politik Indonesia sangat cair dan perubahan arah kekuasaan bisa terjadi dengan cepat, sehingga ia mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi berkala demi menghindari stagnasi kebijakan yang dinilai telah terjadi pada periode sebelumnya.






