Redaksiku.com – Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara mengenai alasan di balik pergantian dirinya dari posisi Menteri Keuangan, tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada 14 September 2026. Dalam keterangannya, Purbaya mengakui bahwa langkah penataan besar-besaran di jajaran pejabat pajak dan bea cukai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika posisinya, meski ia menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai prosesi serah terima jabatan di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Di tengah isu yang beredar, ia secara tegas menepis anggapan bahwa pencopotannya disebabkan oleh adanya konflik internal atau benturan kebijakan dengan pemerintah pusat.
Proses Pergantian yang Tiba-tiba
Purbaya mengaku bahwa dirinya sebenarnya sudah memiliki firasat mengenai kemungkinan perombakan kabinet. Namun, kepastian mengenai posisinya baru ia terima secara resmi saat sedang menjalankan tugas negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menerima panggilan telepon dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, tepat saat dirinya tengah mengikuti rapat bersama DPD RI pada 14 September 2026. Begitu mendapatkan informasi tersebut, ia memutuskan untuk meninggalkan rapat dan bersiap untuk proses transisi jabatan.
Dalam perhitungan pribadinya, Purbaya mengaku telah memprediksi peluang dirinya untuk bertahan atau diganti berada di angka 50 persen sebelum akhirnya menerima kabar tersebut.
Meski keputusan tersebut datang di tengah masa jabatannya, Purbaya memilih untuk bersikap tenang. Ia menekankan bahwa selama satu tahun memimpin Kementerian Keuangan, seluruh kebijakan fiskal yang ia jalankan selalu selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dinamika Internal dan Penataan Birokrasi
Publik sempat mengaitkan pencopotan Purbaya dengan langkah berani yang ia ambil beberapa hari sebelumnya. Tepat pada 10 September 2026, ia merombak ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan, yang mencakup sekitar 50 pegawai eselon II dan 350 pegawai eselon III.
Ketika ditanya apakah kebijakan tersebut menjadi pemicu, Purbaya tidak menampiknya secara total. Ia mengakui bahwa penataan di direktorat jenderal hingga Badan Layanan Umum (BLU) tersebut memang menjadi salah satu variabel dalam dinamika yang terjadi, namun ia kembali mengingatkan bahwa reshuffle adalah kewenangan mutlak kepala negara.
Purbaya membantah keras adanya gesekan kebijakan dengan pemerintah pusat dan menyatakan bahwa seluruh kinerjanya selama menjabat telah mengikuti arahan resmi Presiden.
Tindakan perombakan birokrasi yang dilakukan Purbaya memang cukup menyita perhatian publik karena dilakukan hanya beberapa hari sebelum pengumuman pergantian menteri. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi efektivitas organisasi.
Rencana Masa Depan di Luar Pemerintahan
Setelah melepaskan jabatan Menteri Keuangan, Purbaya menyatakan tidak memiliki ketertarikan untuk kembali terjun ke dalam kabinet, meskipun sempat beredar rumor mengenai tawaran posisi di kementerian lain. Ia merasa masa baktinya selama setahun terakhir sudah cukup.
Bagi Purbaya, dunia pemerintahan kini bukan lagi prioritas. Ia justru mengungkapkan kerinduan untuk kembali ke kehidupan pribadi yang jauh dari hiruk-pikuk politik dan birokrasi.
Setelah resmi tidak lagi menjabat, Purbaya berencana menghabiskan waktu luang dengan memelihara ikan di rumah dan kembali menekuni keahlian lamanya sebagai seorang trader di pasar keuangan.
Ia bahkan sempat melontarkan candaan mengenai masa depannya. “Mau pulang. Mau piara ikan di belakang rumah, mancing tiap hari,” ujarnya dengan santai. Purbaya juga menambahkan bahwa ia merasa jauh lebih tenang setelah proses serah terima jabatan selesai dilakukan, karena beban pikiran yang selama ini ia tanggung sebagai menteri telah berpindah ke pundak pejabat baru.
“Nanti malem saya bisa tidur tenang gitu. Semalam masih mikir-mikir, jadi agak susah tidur. Tapi saya yakin besok udah tenang, aman.”
— Purbaya Yudhi Sadewa
Dengan berakhirnya proses serah terima jabatan ini, Suahasil Nazara kini resmi memegang kendali penuh atas Kementerian Keuangan, sementara Purbaya memilih untuk menutup bab perjalanannya di pemerintahan dengan kembali ke kehidupan yang lebih personal.
Pertanyaan Umum
Mengapa Purbaya Yudhi Sadewa diganti dari posisi Menteri Keuangan?
Purbaya menjelaskan bahwa pergantian tersebut merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Ia juga mengakui bahwa langkahnya melakukan penataan besar-besaran terhadap ratusan pejabat pajak dan bea cukai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika posisinya.
Apakah ada konflik internal yang menyebabkan pencopotan tersebut?
Purbaya secara tegas membantah adanya gesekan internal atau ketidaksesuaian kebijakan dengan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa selama menjabat, seluruh kebijakan fiskal yang ia jalankan selalu sejalan dengan arahan Presiden.
Apa rencana Purbaya setelah tidak lagi menjadi menteri?
Purbaya menyatakan tidak berniat kembali ke kabinet. Ia berencana untuk menikmati masa pensiun dengan berkegiatan di rumah, seperti memancing, memelihara ikan, serta kembali menekuni dunia trading di pasar keuangan yang merupakan keahlian utamanya.
Ringkasan
Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatan Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto karena merupakan hak prerogatif presiden, yang turut dipengaruhi oleh dinamika penataan besar-besaran pejabat pajak dan bea cukai yang dilakukannya.
Setelah menyerahkan jabatannya kepada Suahasil Nazara, Purbaya membantah adanya konflik internal dan berencana kembali ke kehidupan pribadi sebagai trader serta memelihara ikan di rumah.












