Aksi pasangan suami istri (pasutri) yang mencuri mesin cup sealer dari warung viral di media sosial dan menyita perhatian warganet.
Dalam video CCTV berdurasi singkat yang diunggah di akun Tiktok @ktkiiii21, terlihat jelas bagaimana pasutri tersebut melakukan aksinya secara terang-terangan.
Kejadian ini memicu berbagai reaksi dari netizen, mulai dari kemarahan, keheranan, hingga rasa iba kepada anak yang dibawa pelaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Modus Pasutri dalam Aksi Pencurian Terekam Jelas oleh Kamera CCTV

Video viral ini memperlihatkan bagaimana seorang pasutri melakukan pencurian dengan cara yang sangat rapi dan cepat, meski tetap meninggalkan jejak.
Dalam rekaman, terlihat sang istri duduk di atas motor sambil menggendong anak kecil sebagai pengalih perhatian.
Sementara itu, sang suami duduk tak jauh dari warung dan mengamati situasi sebelum akhirnya membawa kabur mesin cup sealer yang menjadi target mereka.
Aksi tersebut dilakukan dalam hitungan detik, dan tanpa adanya tanda-tanda mencurigakan bagi warga sekitar yang tengah sibuk.
Kombinasi peran antara suami dan istri dalam aksi pencurian ini menunjukkan bahwa pasutri tersebut sudah merencanakan dengan cukup matang.
Namun, perencanaan itu tidak cukup rapi karena wajah dan kendaraan mereka terekam sangat jelas oleh kamera pengawas.
Pasutri itu kemudian langsung melarikan diri menggunakan motor skutik merah setelah berhasil mengambil barang curian dari warung tersebut.
Kejadian ini sontak memicu diskusi di media sosial soal keberanian (atau mungkin keluguan) pelaku yang membawa serta anak kecil saat mencuri.
Netizen mempertanyakan nilai moral pasutri ini yang dengan santainya melakukan tindak kriminal di hadapan anak mereka sendiri.
Pasutri ini pun akhirnya jadi bahan pembicaraan hangat dan dikecam karena dianggap memberi contoh buruk dan merusak masa depan sang anak.
Pasutri Kembali ke Lokasi Pencurian, Teriakan Maling Gegerkan Warga
Hal yang membuat kasus ini makin menggelikan sekaligus menegangkan adalah keputusan pasutri tersebut untuk kembali melewati lokasi pencurian.
Beberapa jam setelah aksi mereka terekam, motor yang digunakan pasutri itu terlihat kembali melintas di depan warung tempat mereka mencuri.
Pemilik warung yang mengenali motor tersebut langsung bereaksi cepat dan meneriakkan kata “maling” dengan lantang.
Teriakan itu mengundang perhatian warga sekitar yang langsung melakukan aksi pengejaran terhadap pelaku yang berusaha kabur lagi.
Pengejaran tersebut berlangsung seperti adegan dalam film laga, dengan warga berlarian di belakang motor yang melaju kencang.
Sayangnya, hingga akhir video yang beredar, belum dapat dipastikan apakah pasutri tersebut berhasil ditangkap atau berhasil melarikan diri dari amukan massa.
Kejadian ini pun menambah ketegangan di lingkungan sekitar karena masyarakat mulai merasa khawatir akan adanya pelaku kriminal lain yang berkeliaran.
Netizen menyayangkan keberanian pasutri ini yang dinilai sebagai bentuk kelalaian dan arogansi yang tak masuk akal.
Banyak komentar menyebut bahwa pasutri ini bukan hanya merusak etika, tapi juga mempertaruhkan keselamatan anak yang mereka bawa saat mencuri.
Pihak berwajib pun diminta segera turun tangan dan menindaklanjuti video tersebut guna memberikan rasa aman bagi warga dan pemilik usaha kecil.
Warganet Murka, Pasutri Ini Dikecam karena Bawa Anak Saat Lakukan Aksi Kriminal
Setelah video tersebut menyebar luas di TikTok dan media sosial lainnya, warganet langsung membanjiri kolom komentar dengan kecaman.
Banyak yang menyayangkan tindakan suami istri tersebut karena bukan hanya mencuri, tapi juga melibatkan anak kecil dalam tindakan kriminal mereka.
Warganet menilai bahwa anak tersebut menjadi korban dari orang tuanya sendiri karena dipaksa menyaksikan peristiwa yang tak pantas untuk anak seumuran itu.
Beberapa netizen bahkan menyarankan agar pihak berwenang segera mencari tahu identitas pasutri tersebut dan melakukan evaluasi terhadap kondisi anak mereka.
Aksi seperti ini dinilai sangat berbahaya karena tidak hanya berdampak pada kerugian material pemilik warung, tetapi juga bisa menimbulkan trauma psikologis pada anak.
Perdebatan pun meluas hingga menyentuh topik tentang pola asuh, kemiskinan, dan tekanan sosial yang sering kali menjadi latar belakang kejahatan.
Namun, netizen tetap berpegang pada prinsip bahwa membawa anak saat mencuri bukanlah hal yang bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Kasus ini dianggap sebagai contoh nyata bagaimana krisis moral dan ekonomi bisa berujung pada tindakan nekat yang membahayakan banyak pihak.
Selain kecaman, sejumlah warganet juga menyampaikan simpati kepada pemilik warung dan berharap agar pelaku segera ditangkap dan dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Kejadian ini bukan hanya soal kehilangan sebuah mesin cup sealer. Lebih dari itu, peristiwa ini menyingkap persoalan sosial dan moral yang mendalam, terutama ketika anak kecil dilibatkan dalam tindakan kriminal.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






