Terungkap! Dugaan Kartel Harga TBS Sawit Diselidiki Satgas Pangan Polri, Ratusan Perusahaan Diperiksa

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Pangan Polri menyelidiki dugaan kartel harga TBS sawit setelah harga petani turun saat harga CPO dunia naik. (Foto: Humas Polri)

Satgas Pangan Polri menyelidiki dugaan kartel harga TBS sawit setelah harga petani turun saat harga CPO dunia naik. (Foto: Humas Polri)

Dugaan kartel harga TBS sawit menjadi perhatian serius pemerintah setelah ditemukan ketidaksesuaian antara harga tandan buah segar di tingkat petani dengan perkembangan pasar global.

Saat harga minyak sawit mentah atau CPO dunia menunjukkan tren positif, harga TBS justru mengalami penurunan di sejumlah daerah.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pembentukan harga yang terjadi di lapangan.

Pemerintah bersama aparat penegak hukum pun mulai mengambil langkah untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap jutaan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan sawit.

Dugaan Kartel Harga TBS Sawit Mulai Diselidiki

SATGAS PANGAN POLRI MENYELIDIKI DUGAAN KARTEL HARGA TBS SAWIT SETELAH HARGA PETANI TURUN SAAT HARGA CPO DUNIA NAIK. (FOTO: HUMAS POLRI)
Terungkap! Dugaan Kartel Harga TBS Sawit Diselidiki Satgas Pangan Polri, Ratusan Perusahaan Diperiksa

Satgas Pangan Polri resmi memulai penyelidikan terkait dugaan kartel harga TBS sawit yang diduga menyebabkan harga di tingkat petani tidak bergerak sesuai kondisi pasar.

Penyelidikan dilakukan setelah ditemukan adanya penurunan harga TBS di tengah kenaikan harga CPO dunia dan menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Pol. Ade Simanjuntak, menyampaikan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menelusuri kemungkinan adanya praktik persekongkolan harga.

Penelusuran tersebut akan dilakukan baik di tingkat pusat maupun daerah guna memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi tata niaga sawit saat ini.

Menurutnya, terdapat indikasi yang perlu ditelusuri lebih lanjut karena harga TBS justru mengalami penurunan ketika berbagai indikator pasar menunjukkan tren yang positif.

Harga CPO Naik, Harga TBS Justru Turun

Salah satu alasan utama munculnya dugaan kartel harga TBS sawit adalah adanya perbedaan arah pergerakan harga antara TBS dan CPO dunia. Secara umum, kenaikan harga CPO biasanya memberikan dampak positif terhadap harga tandan buah segar yang diterima petani.

Namun dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut tidak terjadi. Harga TBS di sejumlah wilayah justru mengalami penurunan meskipun harga CPO dunia tidak menunjukkan pelemahan. Bahkan, penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah seharusnya menjadi faktor tambahan yang mendukung kenaikan harga komoditas sawit.

Fenomena inilah yang kemudian mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan lebih mendalam terhadap mekanisme penetapan harga di lapangan.

Satgas Pangan Gandeng KPPU

Dalam menangani dugaan kartel harga TBS sawit, Satgas Pangan Polri tidak bekerja sendiri. KPPU akan dilibatkan untuk menelusuri kemungkinan adanya praktik persaingan usaha tidak sehat yang berdampak terhadap harga yang diterima petani.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena KPPU memiliki kewenangan dalam mengawasi praktik usaha yang berpotensi melanggar prinsip persaingan sehat. Jika ditemukan adanya kesepakatan atau koordinasi tertentu yang menyebabkan harga TBS ditekan secara tidak wajar, maka proses hukum dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menjaga keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kesejahteraan petani.

Ratusan Perusahaan Menjadi Perhatian

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Kementerian Pertanian, terdapat sekitar 270 hingga 300 perusahaan dari total sekitar 1.900 perusahaan sawit yang belum mengembalikan harga TBS sesuai kondisi pasar.

Data tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemerintah ingin memastikan bahwa harga yang diterima petani benar-benar mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya dan tidak dipengaruhi oleh praktik yang merugikan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dalam tata niaga sawit sekaligus memberikan kepastian bagi para petani yang selama ini bergantung pada komoditas tersebut.

Komitmen Pemerintah Melindungi Petani Sawit

Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap petani sawit menjadi prioritas utama. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut terdapat sekitar 15 juta petani yang menggantungkan kehidupan mereka pada sektor sawit.

Menurutnya, tidak ada alasan harga TBS mengalami penurunan ketika harga CPO dunia meningkat dan nilai tukar dolar menguat. Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen mengawal proses pemeriksaan terhadap dugaan kartel harga TBS sawit hingga menghasilkan kejelasan bagi seluruh pihak.

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan untuk memastikan petani memperoleh harga yang layak sesuai mekanisme pasar yang sehat dan transparan.

Harga TBS Mulai Berangsur Normal

Meski penyelidikan masih berlangsung, pemerintah menyebut sejumlah perkembangan positif mulai terlihat. Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Pertanian, sekitar 70 persen harga TBS yang sebelumnya mengalami penurunan kini telah kembali bergerak ke arah yang lebih normal.

Perbaikan tersebut menunjukkan bahwa pengawasan dan koordinasi yang dilakukan pemerintah mulai memberikan dampak terhadap pasar. Namun demikian, proses pemantauan tetap akan dilakukan agar harga TBS dapat terus mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Luar Biasa! 10 Manfaat Sedekah Subuh yang Diyakini Membuka Pintu Rezeki
Kasus Kuota Haji Memanas! KPK Panggil Dua Tersangka Baru, Siapa Mereka?
Jangan Sampai Terlewat! Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi Magang Nasional Tahap 2 Dibuka, Simak Cara Daftarnya
Tragis! Gadis 17 Tahun Hilang Terseret Ombak Saat Foto di Tebing Apparalang
Said Iqbal Masuk Istana? Kabar Jadi Penasihat Presiden Bikin Heboh Buruh!
Rupiah Melemah, Harga Obat Terancam Naik? Ini Penjelasan Kepala BPOM yang Bikin Khawatir!
Janji Wedding Mewah Berujung Penjara! Bos WO Ini Divonis 1,5 Tahun
Resmi Dibuka! PPPK Sekolah Rakyat 2026 Sediakan Ribuan Formasi Guru dan Tenaga Kependidikan, Begini Cara Daftarnya

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:26 WIB

Luar Biasa! 10 Manfaat Sedekah Subuh yang Diyakini Membuka Pintu Rezeki

Senin, 8 Juni 2026 - 16:09 WIB

Terungkap! Dugaan Kartel Harga TBS Sawit Diselidiki Satgas Pangan Polri, Ratusan Perusahaan Diperiksa

Senin, 8 Juni 2026 - 16:01 WIB

Kasus Kuota Haji Memanas! KPK Panggil Dua Tersangka Baru, Siapa Mereka?

Senin, 8 Juni 2026 - 14:51 WIB

Tragis! Gadis 17 Tahun Hilang Terseret Ombak Saat Foto di Tebing Apparalang

Senin, 8 Juni 2026 - 14:10 WIB

Said Iqbal Masuk Istana? Kabar Jadi Penasihat Presiden Bikin Heboh Buruh!

Berita Terbaru

Selamatkan Nelayan dari Maut, Dua Polisi Tuai Apresiasi

Internasional

Aksi Cepat Evakuasi Nelayan, Dua Polisi Barru Diguyur Penghargaan

Senin, 8 Jun 2026 - 23:46 WIB

MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://starazona.com/contacto/MAINZEUShttps://www.dovhlevin.com/https://stitta.ac.id/kontak/MAINZEUSMAINZEUSSLOT ZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coavs.edu.pk/faculty/SLOT PULSAMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSULARWINULARWINMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coes.dypgroup.edu.in/library/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://sethu.ac.in/seminar/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSJOKER4D>MAINZEUSMAINZEUSWEDE303MAINZEUSBINTANG4DWEDE303LIVETOTOEBTtop111LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303JOKER4DWEDE303LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303LIVETOTOBETlivetotobetmainzeuslivetotobetmainzeusbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4d WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303 LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBET BINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4D SLOT2DSLOT2DSLOT2D JOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4D https://www.snsrkscollege.ac.in/https://www.leiko.cz/https://spidercarts.com/shop/misa66 bokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep sma
Dilindungi Oleh
Shield Security