Redaksiku.com – Keputusan tegas diambil oleh DPP PDI Perjuangan dengan mengeluarkan surat pemecatan terhadap Achmad Hidayat dari keanggotaan partai. Langkah disiplin organisasi ini diambil tidak lama setelah Achmad diketahui melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo. Situasi ini memicu perhatian publik mengingat posisi Achmad yang selama ini dikenal sebagai bagian dari barisan kader partai berlambang banteng tersebut di Jawa Timur.
Alih-alih melayangkan protes keras atau melakukan perlawanan hukum terhadap keputusan tersebut, Achmad justru memilih untuk menanggapi pemecatan ini dengan nada yang cukup tenang. Ia menyatakan rasa terima kasihnya atas kesempatan yang pernah diberikan oleh partai untuk berkontribusi dalam berbagai agenda politik selama beberapa tahun terakhir.
Rekam Jejak Kontribusi di Surabaya
Dalam pernyataannya pada Senin, 14 September 2026, Achmad menyadari bahwa perannya mungkin tidak sebesar tokoh-tokoh senior di partai. Namun, ia merasa telah mendedikasikan waktu dan energinya untuk memastikan agenda-agenda strategis PDI Perjuangan di wilayah Surabaya berjalan dengan optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Achmad Hidayat menyebut keterlibatannya dalam mengawal kemenangan pasangan Eri Cahyadi-Armuji selama dua periode serta berkontribusi dalam upaya pemenangan Pilgub Jawa Timur bagi pasangan Tri Rismaharini-Gus Hans.
Salah satu poin yang ia garis bawahi adalah perannya dalam menjaga stabilitas kepemimpinan partai di legislatif. Achmad merasa bangga pernah turut serta dalam upaya mempertahankan posisi kursi pimpinan DPRD Kota Surabaya pasca perhelatan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 yang lalu.
“Terima kasih DPP PDI Perjuangan sudah diberikan kesempatan berpartisipasi walaupun kecil terhadap perjalanan pemenangan partai pada Pileg 2024, mempertahankan kepemimpinan Ketua DPRD di Kota Surabaya.”
— Achmad Hidayat
Dinamika Internal dan Harapan Kader
Kunjungan ke kediaman tokoh nasional seperti Joko Widodo memang kerap menjadi sorotan tajam bagi partai politik yang memiliki garis kebijakan berbeda. Bagi PDI Perjuangan, disiplin organisasi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar, terutama saat kader melakukan manuver yang dianggap tidak sejalan dengan instruksi DPP.
Achmad sendiri menekankan bahwa keberhasilan yang diraih di Surabaya, seperti kemenangan dalam Pilkada maupun Pilgub, bukanlah hasil kerja tunggal. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras kolektif yang melibatkan berbagai elemen akar rumput partai.
Kemenangan pasangan calon di wilayah Surabaya disebut Achmad sebagai hasil kerja keras dari kader, simpatisan, anak ranting, ranting, hingga pengurus PAC yang solid di lapangan.
Pihak DPP PDI Perjuangan hingga saat ini belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai detail teknis pemecatan tersebut di luar surat keputusan yang telah diterbitkan. Sementara itu, Achmad Hidayat tampak memilih untuk menghormati keputusan organisasi meskipun ia harus melepas status keanggotaannya di partai tersebut secara resmi.
Dalam situasi sengketa keanggotaan partai, langkah komunikasi yang tenang dan menghargai keputusan organisasi seringkali menjadi cara paling efektif untuk menjaga integritas pribadi di mata publik.
Pertanyaan Umum
Mengapa Achmad Hidayat diberhentikan dari keanggotaan PDI Perjuangan?
Pemecatan tersebut dilakukan oleh DPP PDI Perjuangan sebagai tindak lanjut atas kunjungan yang dilakukan Achmad Hidayat ke kediaman Joko Widodo di Solo, yang dinilai tidak sejalan dengan kebijakan organisasi.
Bagaimana respons Achmad Hidayat terhadap keputusan tersebut?
Achmad Hidayat menerima keputusan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berkontribusi yang pernah ia dapatkan selama menjadi kader, terutama dalam agenda pemenangan partai di Surabaya pada Pemilu 2024.
Apa saja kontribusi yang diklaim oleh Achmad Hidayat selama di partai?
Ia mengklaim telah terlibat dalam pemenangan pasangan Eri Cahyadi-Armuji untuk dua periode, membantu mempertahankan kursi pimpinan DPRD Kota Surabaya, serta berkontribusi dalam upaya pemenangan pasangan Tri Rismaharini-Gus Hans di wilayah Kota Surabaya.
Ringkasan
DPP PDI Perjuangan resmi memecat Achmad Hidayat dari keanggotaan partai setelah ia kedapatan mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo. Keputusan ini diambil karena tindakan tersebut dinilai tidak sejalan dengan garis kebijakan dan disiplin organisasi partai.
Menanggapi pemecatan tersebut, Achmad menerima keputusan partai dengan tenang dan menyampaikan terima kasih atas kesempatan berkontribusi dalam berbagai agenda politik, termasuk pemenangan Pilkada Surabaya dan mempertahankan posisi pimpinan DPRD Kota Surabaya.






