Redaksiku.com – Paris Saint-Germain (PSG) menunjukkan kelasnya sebagai juara bertahan dengan menyingkirkan Chelsea secara meyakinkan di babak 16 besar Liga Champions musim 20252026.
Bertanding di Stamford Bridge, London, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB, PSG menang telak 3-0 pada leg kedua, sekaligus memastikan agregat akhir 8-2.
Hasil ini mempertegas dominasi klub asal Prancis tersebut atas wakil Inggris dan membuka peluang besar bagi PSG untuk mempertahankan gelar juara Eropa yang mereka raih musim sebelumnya.
Awal Laga: PSG Langsung Menggebrak
Sejak peluit awal dibunyikan, PSG langsung tampil agresif dan tidak memberi ruang bagi Chelsea untuk mengembangkan permainan. Tim asuhan Luis Enrique itu bahkan hanya membutuhkan enam menit untuk membuka keunggulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gol pertama dicetak oleh Khvicha Kvaratskhelia setelah memanfaatkan umpan panjang dari penjaga gawang Matvey Safonov. Dengan kecepatan dan kontrol bola yang baik, Kvaratskhelia berhasil menembus lini pertahanan Chelsea sebelum menaklukkan Robert Sanchez di dalam kotak penalti.
Gol tersebut tidak hanya mengubah skor menjadi 1-0, tetapi juga memperlebar agregat menjadi 6-2, membuat tekanan terhadap tuan rumah semakin berat.
Serangan Balik Mematikan PSG
Belum sempat bangkit dari tekanan, Chelsea kembali kebobolan pada menit ke-14. Kali ini, gol lahir dari skema serangan balik cepat yang menjadi salah satu kekuatan utama PSG dalam laga ini.
Bradley Barcola berhasil menyelesaikan peluang dengan tembakan terarah ke sisi kiri gawang yang tidak mampu dijangkau Sanchez. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan PSG, sementara agregat semakin melebar menjadi 7-2.
Chelsea sempat mencoba memberikan respons melalui peluang yang diciptakan Joao Pedro. Ia menyambut umpan silang dari Cole Palmer dengan sundulan, namun bola masih melebar dari sasaran.
Minimnya efektivitas penyelesaian akhir menjadi salah satu kendala utama bagi Chelsea sepanjang pertandingan.

Dominasi PSG Berlanjut di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Chelsea mencoba meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Namun, justru PSG yang kembali berhasil mencetak gol dan semakin menjauhkan diri.
Pada menit ke-62, Kvaratskhelia kembali menjadi aktor penting dalam proses gol ketiga. Ia menerima umpan dari Vitinha di sisi kiri sebelum mengirimkan bola ke area berbahaya di depan kotak penalti.
Dalam situasi tersebut, bola sempat mengenai Achraf Hakimi sebelum akhirnya jatuh ke kaki Senny Mayulu. Dengan tenang, Mayulu melepaskan tembakan melengkung menggunakan kaki kiri yang bersarang di sudut jauh gawang.
Gol ini memastikan skor menjadi 3-0 untuk PSG dan memperlebar agregat menjadi 8-2, sekaligus memupus harapan Chelsea untuk bangkit.
Chelsea Kehilangan Momentum
Setelah tertinggal tiga gol, Chelsea berusaha keras untuk setidaknya mencetak gol hiburan di hadapan pendukungnya sendiri. Namun, solidnya lini pertahanan PSG membuat setiap upaya tuan rumah selalu kandas.
Pemain seperti Pedro Neto dan Cole Palmer mencoba menciptakan peluang melalui serangan dari sisi sayap, tetapi lini belakang PSG yang dikomandoi Marquinhos mampu meredam ancaman dengan baik.
PSG juga menunjukkan disiplin tinggi dalam menjaga organisasi permainan, terutama di sepertiga akhir lapangan. Hal ini membuat Chelsea kesulitan menciptakan peluang bersih hingga pertandingan berakhir.
Strategi Luis Enrique Berbuah Manis
Kemenangan ini tidak lepas dari strategi matang yang diterapkan oleh Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol tersebut mampu memaksimalkan kecepatan pemain sayap dan efektivitas serangan balik untuk menghancurkan pertahanan Chelsea.
Selain itu, lini tengah PSG yang diisi pemain muda dan energik seperti Vitinha dan Warren Zaire-Emery tampil solid dalam mengontrol tempo permainan.
Rotasi pemain yang dilakukan di babak kedua juga menunjukkan kedalaman skuad PSG yang mumpuni, memberikan fleksibilitas dalam menghadapi tekanan sepanjang pertandingan.
Susunan Pemain Kedua Tim
Chelsea tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan Robert Sanchez di bawah mistar. Lini belakang diisi oleh Jorrel Hato, Mamadou Sarr, Trevoh Chalobah, dan Marc Cucurella. Di lini tengah, Moises Caicedo dan Andrey Santos bertugas sebagai pengatur permainan, sementara Cole Palmer, Enzo Fernandez, dan Pedro Neto mendukung Joao Pedro di lini depan.
Di sisi lain, PSG juga menggunakan formasi 4-3-3 dengan Matvey Safonov sebagai penjaga gawang. Lini pertahanan diisi oleh Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, dan Nuno Mendes. Lini tengah diisi oleh Warren Zaire-Emery, Vitinha, dan Joao Neves, sementara lini serang diperkuat oleh Ousmane Dembele, Bradley Barcola, dan Khvicha Kvaratskhelia.
Peluang PSG Pertahankan Gelar
Dengan hasil ini, PSG melaju ke perempat final dengan kepercayaan diri tinggi. Performa impresif yang mereka tunjukkan dalam dua leg melawan Chelsea menjadi sinyal kuat bahwa mereka masih menjadi salah satu kandidat utama juara.
Konsistensi permainan, kedalaman skuad, serta pengalaman sebagai juara bertahan menjadi modal penting bagi PSG untuk melangkah lebih jauh di kompetisi ini.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi Chelsea yang harus mengakui keunggulan lawannya secara menyeluruh.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






