Redaksiku.com – Kegiatan fun walk PSI yang digelar di kawasan CFD Pekanbaru sontak bikin publik heboh. Bukan karena acaranya besar atau pesertanya membludak, tapi karena poster yang beredar menunjukkan kehadiran Kaesang Pangarep dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di tengah suasana Indonesia yang sedang dirundung bencana.
Saat banjir besar melanda Aceh dan Sumatera, rakyat lagi sibuk menyelamatkan barang, mencari tempat aman, sampai mengevakuasi keluarga. Di waktu bersamaan, muncul poster acara santai yang menampilkan para tokoh politik tersenyum lebar di CFD.
Kontras banget. Dan warganet langsung ngegas. Poster fun walk ini viral dalam hitungan jam, dan gelombang kritik pun nggak bisa dibendung lagi.
Poster Fun Walk PSI Viral Memicu Pertanyaan Publik
Unggahan poster fun walk PSI pertama kali muncul dari akun X @hipohan. Dari sana, poster tersebut muter ke mana-mana dikirim lewat DM, di-retweet, diposting ulang di Instagram, sampai masuk grup WhatsApp keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Poster menampilkan Kaesang dan Menhut lengkap dengan tagline acara, hiburan rakyat, serta doorprize. Bagi sebagian orang, desain posternya biasa saja. Tapi timing-nya? Fatal.
Warganet langsung mempertanyakan sensitivitas acara tersebut, bahkan sebelum acara dimulai. Komentarnya nggak main-main Negara lagi nangis, pejabatnya lari pagi?, Ini editan apa beneran? Kok absurd banget.
Publik udah keburu panas sebelum klarifikasi apa pun muncul.
Publik Soroti Kehadiran Menteri Kehutanan
Keterlibatan Menhut dalam fun walk PSI jadi bahan bakar utama kritik. Warganet menilai tidak pantas seorang menteri hadir di acara hiburan saat wilayah Indonesia sedang darurat bencana.
Kondisi Aceh dan Sumatera benar-benar berat. Banyak warga terjebak banjir, rumah rusak, akses terputus. Foto-foto dari lokasi bencana tersebar bersamaan dengan poster acara ini kontrasnya tampak jelas.
Publik makin geram ketika mengetahui wilayah yang terdampak termasuk area kehutanan dan perbukitan yang jadi tanggung jawab kementerian terkait. Netizen langsung mengaitkan kehadiran Menhut sebagai bentuk tidak membaca situasi.
Komentar pedas semakin jadi-jadi: Min, rakyat lagi naik perahu pake ember. Menhut-nya fun walk., Hati-hati nanti kena hujatan massal. Eh udah ding. Kritik meledak karena konteks waktu yang sangat sensitif.
Kaesang Pangarep Ikut Terseret dalam Kontroversi
Sebagai wajah utama fun walk PSI, Kaesang ikut masuk badai komentar. Meski perannya dalam acara mungkin sekadar hadir sebagai Ketum PSI, warganet tetap menilai timing dari acara ini sangat buruk.
Beberapa netizen mempertanyakan siapa yang menyetujui agenda tersebut. Ada juga yang menyindir strategi komunikasi partai yang dianggap kurang membaca mood publik.
Selain itu, kehadiran Kaesang sebagai publik figur besar justru mempercepat viralnya poster. Orang-orang langsung membagikan karena nama Kaesang selalu berhasil menarik perhatian.
Walau Kaesang belum memberi pernyataan apa pun, publik sudah punya kesimpulan masing-masing. Suasana digital sudah terlanjur panas.
Lokasi Acara Disebut Mengganggu Area CFD
Acara fun walk PSI digelar di salah satu titik yang paling padat selama CFD: Jalan Gajah Mada. Biasanya, warga memanfaatkan area itu untuk olahraga, jalan santai, atau sekadar menikmati suasana pagi.
Postingan warga Pekanbaru mulai muncul, menyebutkan bahwa acara politik di CFD sering kali menguasai ruang publik.
Beberapa warga merasa tidak nyaman karena keramaian yang tercipta bukan murni dari aktivitas warga, tapi dari acara partai.
CFD buat masyarakat, bukan buat branding politik, tulis akun warga lokal.
Keluhan seperti ini bukan sekali dua kali muncul tapi kali ini jadi besar karena ada konteks bencana nasional.
Situasi Nasional Bikin Publik Semakin Kritis
Isu fun walk PSI viral bukan karena acaranya saja, tapi karena situasi nasional lagi dalam kondisi emosional. Warga Aceh dan Sumatera sedang berjuang dengan banjir ekstrem.
Gambar anak-anak digendong melewati air, warga mengungsi sambil basah kuyup, rumah-rumah terendam semuanya berseliweran di timeline.
Lalu di timeline yang sama, terlihat poster acara fun walk. Kontrasnya bikin sakit mata sekaligus sakit hati.
Warganet makin sensitif. Bahkan hal kecil bisa memicu kritik besar ketika masyarakat merasa empati pejabat makin menipis. Di kasus ini, timing benar-benar menentukan persepsi.
Netizen Geleng Kepala Melihat Respons Pejabat
Hingga poster fun walk PSI viral, belum ada klarifikasi cepat dari pihak Kaesang maupun Menhut. Diamnya pihak terkait membuat publik merasa suaranya diabaikan.
Karena nggak ada tanggapan, netizen semakin liar menafsirkan. Ada yang menganggap para pejabat tidak peduli, ada yang merasa tidak ada sense of crisis, dan ada juga yang menyindir bahwa acara politik tetap jalan meski rakyat sedang berjuang.
Warganet berharap respons cepat, minimal untuk menjelaskan posisi pejabat terkait bencana. Tapi karena tidak ada, amarah publik pun tidak mereda.
Kontroversi fun walk PSI jadi bukti betapa publik sekarang jauh lebih kritis, cepat bereaksi, dan sangat peka terhadap timing kegiatan pejabat. Aksi kecil pun bisa jadi besar jika bertabrakan dengan suasana duka nasional.
Kasus ini mengingatkan bahwa ruang digital nggak kenal jam kerja: poster yang diunggah pagi bisa jadi isu besar di sore hari. Dan publik, terutama generasi muda, tidak lagi menerima narasi wajar tanpa bertanya balik.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels






