7 Penyebab Job Hopping Pada Gen Z 

- Penulis

Sabtu, 2 November 2024 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

7 Penyebab Job Hopping Pada Gen Z 

7 Penyebab Job Hopping Pada Gen Z 

Job hopping merupakan kebiasaan sering gonta-ganti pekerjaan terutama di kalangan gen z, banyak sekali gen z sering gonta-ganti pekerjaan dalam waktu yang singkat. Misalnya baru bekerja selama 1-6 bulan sudah mengajukan resign dan mencari pekerjaan baru.

 

Banyak yang beranggapan bahwa sikap job hopping pada gen z mencerminkan kepribadian yang belum bisa berkomitmen dalam bekerja. Terutama gen z yang baru terjun ke dalam dunia kerja, pasti ada beberapa faktor yang menjadi penyebab seringnya gen z gonta-ganti pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Mungkin saja ada beberapa faktor yang mendorong gen z untuk melakukan job hopping, berikut ini ada beberapa penyebab yang kemungkinan besar bisa menjadi faktor pendukung gen z melakukan job hopping. Bacalah penjelasan berikut ini dengan baik.

 

Penyebab Job Hopping Pada Gen Z 

1. Menginginkan Kecepatan Dalam Perkembangan Karir

Salah satu penyebab yang bisa menjadi alasan utama bagi gen z melakukan job hopping, di karenakan menginginkan adanya perkembangan karir dalam waktu yang cepat atau singkat.

 

Sangat berbeda dengan generasi alpha yang sabar bertahan dalam suatu perusahaan dengan jangka waktu lama, demi mendapatkan atau mencapai jenjang karir tertentu. Sementara gen z dalam urusan karir sering tergesa-gesa dan ingin merasakan pergerakan yang lebih cepat dalam karirnya.

 

Hal tersebut yang mendorong gen z selalu ingin mencoba berbagai hal baru dan pengalaman baru seperti pekerjaan baru setiap kali ada kesempatan, dengan harapan siapa tau saja ditempat kerja yang baru bisa mengalami proses perkembangan atau kenaikan karir dengan cepat.

 

Namun, tanpa gen z sadari ternyata akibat melakukan job hopping dapat membuat perkembangan karirnya terhambat. Kurangnya kesabaran dalam proses karir membuat gen z menginginkan kesuksesan dengan cepat dan instan, maka dari itu gen z rela gonta-ganti pekerjaan demi mendapatkan perkembangan karir yang cepat.

 

Alih-alih menginginkan perkembangan karir yang cepat namun kenyataannya secara tidak langsung tindakan job hopping malah membuat karirnya terhambat.

 

2. Menginginkan Lingkungan Kerja Fleksibel 

Kini para pekerja terutama gen z dalam bekerja juga memilih perusahaan yang lingkungan kerjanya fleksibel, mungkin dikarenakan gen z sangat menyukai kebebasan. Lingkungan kerja yang fleksibel dapat memberikan kenyamanan bagi gen z.

 

Serta lingkungan kerja yang mampu memberikan fleksibilitas seperti pilihan kerja jarak jauh, jam kerja yang fleksibel, libur dan cuti dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi gen z. Jika perusahaan tidak dapat menawarkan beberapa fleksibilitas yang diinginkan, maka gen z cenderung lebih memilih mencari perusahaan lain yang dapat memenuhi kebutuhannya.

 

Lingkungan kerja yang fleksibel sangat mempengaruhi kinerja dan rasa semangat pada diri gen z, jika perusahaan mampu memberikan fleksibilitas yang diinginkan maka dapat meningkat kinerja pada gen z.

 

3. Mencari Pengalaman

Gen z suka mencari pengalaman baru dan sangat menghargai kesempatan untuk belajar demi meningkatkan kemampuannya, sebagian gen z menyadari bahwa keterampilan seseorang sangat penting dalam menentukan keberhasilan karir mereka di masa depan.

 

Banyak gen z yang berfikiran bahwa selagi masih muda harus bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin, salah satunya dengan cara mencari dan memperbanyak berbagai pengalaman baru. Dan pengalaman baru yang bisa gen z dapatkan adalah di tempat kerja.

 

Oleh karena itu pindah pekerjaan seringkali dijadikan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan pengalaman baru, setiap perusahaan pasti selalu mengadakan pelatihan khusus untuk para pekerja yang sesuai dengan pekerjaannya. Nah, gen z ingin mencoba mengikuti setiap pelatihan yang ada, karena di tempat kerja sebelumnya dia tidak mendapatkan pelatihan yang serupa.

 

Dengan mengikuti beberapa kali pelatihan yang berbeda, gen z berharap suatu saat nanti berbagai pelatihan yang telah diikuti dapat berguna untuk karir dan masa depannya.

 

4. Merasa Bosan

Seperti yang telah kita ketahui bahwa gen z cenderung lebih cepat merasakan perubahan suasana hati seperti bosan, apalagi jika pekerjaan gen z hanya berdiam diri di tempat seperti duduk menghadap komputer seharian pasti gen z akan lebih mudah merasa bosan.

 

Dengan menjalani rutinitas yang sama untuk setiap harinya tidak dapat dipungkiri bahwa pekerjaannya bisa membuat gen z merasa bosan, tak jarang rasa bosan menguasai diri dan mendorongnya untuk mencari pekerjaan baru agar mendapatkan suasana kerja yang baru.

 

Kebanyakan gen z lebih menyukai pekerjaan lapangan yang mengharuskan dirinya untuk sering berpergian ke luar kota maupun dalam kota untuk menjalankan pekerjaannya, ketimbang bekerja di suatu perusahaan yang mengharuskan untuk stay dikantor.

 

5. Menjaga Kesehatan Mental

Mudah terbawa dengan perasan juga merupakan salah satu sifat gen z, faktor yang menyebabkan job hopping pada gen z selanjutnya yaitu demi menjaga kesehatan mentalnya. Banyak gen z yang  sering merasa tertekan ketika berada ditempat kerjanya.

 

Dalam suatu perusahaan selain selalu ada rekan kerja yang toxic, penyebab gen z melakukan job hopping karena merasa tertekan dengan pekerjaan maupun tuntutan dari perusahaan.

 

Gen z selalu mencoba bertahan pada pekerjaannya jika dirasa masih sanggup, tetapi jika gen z sudah merasa lelah dan capek baik dari segi fisik dan mental maka gen z tidak segan-segan untuk melakukan resign dan mencari pekerjaan yang baru demo kenyamanannya.

 

6. Gaji Yang Lebih Besar

Faktor yang menyebabkan gen z melakukan job hopping selanjutnya adalah tergiur dengan tawaran gaji yang lebih besar dari perusahaan yang menjadi tempat kerjanya saat ini, gen z sangat berpikir realistis dan rela melakukan apapun demi kebutuhannya bisa terpenuhi dan yang terpenting ada uang sisa yang bisa digunakan untuk tabungan.

 

Meskipun gen z sudah mendapatkan pekerjaan tetapi di satu sisi gen z juga sambil mencari informasi terkait lowongan pekerjaan terbaru, jika gen z sudah menemukan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan minatnya maka gen z akan melamar pekerjaan tersebut.

 

Bahkan disaat masih menjadi karyawan di suatu perusahaan, banyak gen z yang diam-diam mengikuti proses rekutmen dan wawancara kerja. Jika sudah berhasil diterima di perusahaan lain maka gen z akan segera melakukan resign.

 

7. Ketidakpuasan Kepada Sikap Pimpinan

Sikap pimpinan atau atasan juga berpengaruh bagi para pekerjanya terutama gen z, jika gen z merasa bahwa sikap pimpinan nya tidak bisa memberikan dukungan yang diperlukan maka dapat menyebabkan gen z merasa pimpinan nya tidak bisa memperhatikan dan memperlakukannya dengan baik.

 

Misalnya saja disaat gen z mengajukan pertanyaan maupun meminta bantuan terkait dengan pekerjaannya, tetapi pimpinan nya malah menegur dan meminta gen z untuk belajar ataupun memikirkan bagaimana cara mengatasi kendala dalam pekerjaannya sendiri. Wajar saja jika gen z merasakan ketidakpuasan dengan sikap pimpinan nya.

 

Hal tersebut juga mendorong gen z untuk melakukan job hopping, karena bagi gen z kenyamanan saat berkerja merupakan hal yang terpenting.

 

Setelah membaca penjelasan di atas job hopping pada gen z bukanlah sesuatu yang kebetulan, tetapi ada beberapa faktor yang menjadi penyebab job hopping pada gen z.

 

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau WhatsApp Channel

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4 Kalimat Membohongi Diri yang Paling Sering Digunakan
5 Ide Hadiah Lomba Agustusan Mewah Tapi Murah Meriah untuk Anak-anak
5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon
Wanita Tidak Bercerita Tapi Sering Melakukan 5 Hal ini
Mengenal Weaponized Incompetence Dalam Hubungan Asmara
Ramalan Shio Hari Ini 2026: Peruntungan 12 Shio dari Karier, Keuangan hingga Asmara
Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia
Hari Girlfriend Day 2026 Jatuh pada Tanggal Ini, Sejarah dan Cara Merayakannya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:05 WIB

4 Kalimat Membohongi Diri yang Paling Sering Digunakan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:06 WIB

5 Ide Hadiah Lomba Agustusan Mewah Tapi Murah Meriah untuk Anak-anak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:34 WIB

5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Wanita Tidak Bercerita Tapi Sering Melakukan 5 Hal ini

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Mengenal Weaponized Incompetence Dalam Hubungan Asmara

Berita Terbaru

Kalimat Membohongi Diri

Life Style

4 Kalimat Membohongi Diri yang Paling Sering Digunakan

Kamis, 20 Agu 2026 - 12:05 WIB

Polres Barru Edukasi Siswa SMKN 1 soal AI, Waspada Konten Palsu

Pendidikan

Polisi Ungkap Bahaya AI, Siswa SMKN 1 Barru Diingatkan

Kamis, 20 Agu 2026 - 06:59 WIB