34 saksi dalam kasus perundungan di PPDS Undip Semarang telah diperiksa oleh polisi

- Penulis

Selasa, 17 September 2024 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

34 saksi dalam kasus perundungan di PPDS Undip Semarang telah diperiksa oleh polisi

34 saksi dalam kasus perundungan di PPDS Undip Semarang telah diperiksa oleh polisi

Redaksiku.com – Dalam penyelidikan kasus perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Tengah telah meminta keterangan dari tiga puluh empat saksi.

Di Semarang, Selasa, para saksi yang diperiksa termasuk teman seangkatan korban AR di PPDS Anastesi Undip Semarang dan ketua angkatan, menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Artanto.

“Sudah 34 saksi, antara lain teman seangkatan, ketua angkatan, dan para bendahara,” katanya.

Artanto menyatakan bahwa hasil pemeriksaan para saksi akan dievaluasi dan disinkronkan satu sama lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia memastikan bahwa kepolisian tetap fokus dan jelas tentang penyelidikan yang sedang berlangsung. Data pelapor juga akan disinkronkan dengan pemeriksaan.

“Semuanya diproses dan akan diteliti secara menyeluruh,” katanya.

34 saksi dalam kasus perundungan di PPDS Undip Semarang telah diperiksa oleh polisi
34 saksi dalam kasus perundungan di PPDS Undip Semarang telah diperiksa oleh polisi

Selain itu, ia menjamin bahwa polisi mengikuti prinsip praduga tak bersalah dan prinsip kehati-hatian saat menyelidiki kasus dugaan perundungan di PPDS Undip tersebut.

Artanto mengatakan bahwa pengakuan dari Undip Semarang dan manajemen Rumah Sakit Kariadi Semarang tentang adanya perundungan di PPDS diharapkan akan mempermudah dan membuka jalan penyidikan.

Sebelum ini, seorang mahasiswa PPDS dari Fakultas Kedokteran Undip Semarang berinisial AR meninggal dunia di kosnya di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dia diduga melakukan bunuh diri.

Korban penyakit Alzheimer, yang jasadnya ditemukan pada 12 Agustus 2024, diduga memiliki hubungan dengan dugaan pelecehan seksual di sekolah tempatnya kuliah.

Pada 4 September 2024, keluarga AR melaporkan dugaan perundungan tersebut ke Kantor Polisi Jawa Tengah.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Artis Indonesia yang Terampil Memperbaiki Rumah Sendiri
Lowongan Kerja PT HM Sampoerna September 2026 untuk Lulusan Baru
Oppo Beri Sinyal Peluncuran Smartphone K14 Plus di India
Anthropic Buka Laboratorium Riset Biologi Fisik di San Francisco
Alasan Larry Ellison Batalkan Penjualan Saham Oracle Terungkap
Harga dan Ketersediaan BYD Atto 2 di Indonesia, Apakah Masuk?
Fadli Zon Temui Dirjen WIPO, Perkuat Perlindungan Budaya RI
Bahlil Batasi Kuota Produksi INCO Hanya 30 Persen dari RKAB

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 01:00 WIB

3 Artis Indonesia yang Terampil Memperbaiki Rumah Sendiri

Sabtu, 19 September 2026 - 00:48 WIB

Lowongan Kerja PT HM Sampoerna September 2026 untuk Lulusan Baru

Sabtu, 19 September 2026 - 00:36 WIB

Oppo Beri Sinyal Peluncuran Smartphone K14 Plus di India

Sabtu, 19 September 2026 - 00:34 WIB

Anthropic Buka Laboratorium Riset Biologi Fisik di San Francisco

Sabtu, 19 September 2026 - 00:12 WIB

Alasan Larry Ellison Batalkan Penjualan Saham Oracle Terungkap

Berita Terbaru

error: Content is protected !!