Redaksiku.com – Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, membawa dampak serius bagi masyarakat, terutama anak-anak. Tercatat sebanyak 238 balita terdampak dalam kejadian ini.
Dari jumlah tersebut, sekitar 40 balita membutuhkan perhatian khusus karena mengalami gangguan gizi. Kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana.
🏥 Langkah Cepat Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan Gorontalo Utara bergerak cepat untuk merespons situasi darurat ini. Kepala Dinas Kesehatan, Sri Fenty N. Sagaf, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan sebaran balita terdampak.
Langkah ini dilakukan agar distribusi bantuan bisa lebih tepat sasaran, terutama untuk kebutuhan penting seperti:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
- Susu formula khusus
- Layanan kesehatan dasar
Dengan pendekatan ini, diharapkan kebutuhan nutrisi anak-anak tetap terpenuhi meskipun berada dalam kondisi darurat.
🚑 Distribusi Tim Medis dan Logistik
Untuk memastikan seluruh warga mendapatkan layanan kesehatan, pemerintah telah menyusun peta distribusi tenaga medis. Tim kesehatan dari berbagai Puskesmas dikerahkan ke sejumlah titik terdampak.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain:
- Penempatan tenaga medis di pos kesehatan darurat
- Pembagian wilayah kerja agar pelayanan merata
- Distribusi logistik kesehatan secara cepat
Upaya ini difokuskan pada kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia.
🏕️ Posko Kesehatan Siaga di Pengungsian
Sejak hari pertama kejadian, tenaga medis sudah ditempatkan di lokasi pengungsian. Hal ini penting untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana.
Banjir bandang yang terjadi pada 26 Mei 2026, tepat menjelang Idul Adha, menyebabkan banyak rumah warga terendam. Situasi ini meningkatkan risiko kesehatan, terutama di lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Meski dalam suasana hari raya, layanan kesehatan tetap berjalan maksimal tanpa hambatan.

⚠️ Risiko Kesehatan Pasca Banjir
Kondisi pascabencana seperti ini rentan memicu berbagai masalah kesehatan. Beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain:
- Infeksi saluran pernapasan
- Diare akibat sanitasi buruk
- Penyakit kulit
- Kekurangan gizi pada anak
Karena itu, keberadaan tim medis di lapangan menjadi sangat krusial.
🤝 Fokus pada Kelompok Rentan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus memprioritaskan kelompok rentan.
Kelompok tersebut meliputi:
- Bayi dan balita
- Ibu hamil
- Lansia
- Penyandang disabilitas
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar penanganan berjalan efektif dan tidak terjadi keterlambatan.
🌧️ Kondisi Terkini Pasca Banjir
Hingga saat ini, genangan air di beberapa wilayah Kecamatan Biau mulai surut secara bertahap. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan.
Seluruh pos kesehatan desa serta tim mobile Dinas Kesehatan masih disiagakan penuh untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
Pemerintah berkomitmen memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan.
💡 Upaya Menjaga Kesehatan Warga
Untuk menjaga kondisi masyarakat tetap stabil, beberapa langkah terus dilakukan, seperti:
- Pemantauan kesehatan rutin di pengungsian
- Distribusi makanan bergizi
- Edukasi pola hidup bersih dan sehat
- Penyediaan air bersih dan sanitasi
Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi munculnya penyakit.
📝 Kesimpulan
Banjir bandang di Gorontalo Utara tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga kesehatan masyarakat, khususnya balita. Dengan ratusan anak terdampak dan puluhan mengalami masalah gizi, penanganan cepat menjadi kunci utama.
Respons sigap dari Dinas Kesehatan melalui distribusi tenaga medis, logistik, serta layanan di pengungsian menjadi langkah penting dalam menjaga kondisi masyarakat tetap stabil.
Ke depan, kolaborasi lintas sektor dan perhatian terhadap kelompok rentan harus terus diperkuat agar pemulihan berjalan optimal.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : redaksiku
Editor : redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber






