Setelah Viral Menu Tak Layak, Dapur SPPG Gunung Lurah Ditutup Sementara untuk Evaluasi

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah Viral Menu Tak Layak, Dapur SPPG Gunung Lurah Ditutup Sementara untuk Evaluasi

Setelah Viral Menu Tak Layak, Dapur SPPG Gunung Lurah Ditutup Sementara untuk Evaluasi

Redaksiku.com – Kasus penyajian makanan tidak layak di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG Gunung Lurah), Kecamatan Cilongok, Banyumas kini berbuntut panjang.

Setelah sempat viral karena membagikan menu yang dianggap tidak pantas dikonsumsi penerima manfaat, dapur tersebut resmi ditutup sementara untuk evaluasi.

Menu yang sempat disorot publik adalah kacang rebus, sepotong roti, susu, dan buah kelengkeng, yang dinilai jauh dari standar gizi seimbang. Publik menyebut, menu tersebut tidak mencerminkan program pemenuhan gizi yang seharusnya mendukung kesehatan masyarakat.

🍞 Viral karena Menu Tak Layak

Kasus ini bermula dari unggahan warga yang memperlihatkan menu bantuan gizi di dapur MBG (Manajemen Bantuan Gizi) Gunung Lurah. Dalam foto yang tersebar di media sosial, terlihat paket makanan yang sangat sederhanabahkan cenderung tidak sesuai untuk program pemenuhan gizi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Unggahan itu langsung viral, memancing beragam komentar dari masyarakat. Banyak yang menyayangkan kualitas makanan yang diberikan, terlebih karena dapur tersebut menyiapkan sekitar 4.000 porsi setiap harinya.

Warganet menilai, seharusnya menu yang diberikan memenuhi standar gizi minimal, mengingat program ini didanai oleh pemerintah dan ditujukan untuk kelompok masyarakat yang membutuhkan asupan bergizi.

 DPRD Banyumas Turun Tangan

Kabar viral ini akhirnya menarik perhatian Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas. Salah satu anggotanya, Alfiatun Khasanah, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG Gunung Lurah.

Hasilnya? Mengejutkan.

Dalam sidaknya, Alfiatun menemukan sejumlah hal yang dinilai tidak wajar dan berpotensi membahayakan penerima bantuan.

Saya menemukan buah busuk, menu asal-asalan, hingga ancaman bagi warga yang berani protes, ungkap Alfi saat ditemui awak media.

Ia menambahkan bahwa dapur tersebut dikelola dengan kurang profesional. Bahkan, ahli gizi yang seharusnya bertanggung jawab atas penyusunan menu tidak hadir saat sidak dilakukan.

Padahal, keberadaan ahli gizi itu penting banget untuk memastikan menu yang diberikan sesuai kebutuhan penerima. Tapi nyatanya, saat kami datang, yang bersangkutan tidak ada, tambahnya.

Setelah Viral Menu Tak Layak, Dapur SPPG Gunung Lurah Ditutup Sementara untuk Evaluasi
Setelah Viral Menu Tak Layak, Dapur SPPG Gunung Lurah Ditutup Sementara untuk Evaluasi

🚫 Dapur Ditutup Sementara untuk Evaluasi

Setelah temuan tersebut, pihak DPRD merekomendasikan agar dapur SPPG Gunung Lurah ditutup sementara waktu. Penutupan ini dilakukan demi memastikan proses evaluasi berjalan dengan benar dan tidak ada lagi praktik serupa di masa mendatang.

Menurut Alfiatun, dapur ini menjadi salah satu yang paling bermasalah karena skalanya cukup besar. Setiap hari, dapur ini memproduksi hampir 4.000 porsi makanan, yang berarti kesalahan dalam penyusunan menu bisa berdampak luas bagi ribuan penerima manfaat.

Kami menilai SPPG Gunung Lurah ini tidak layak beroperasi sementara waktu, sampai benar-benar ada perbaikan. Jangan sampai masyarakat jadi korban dari pengelolaan yang asal-asalan, tegasnya.

Selain menyoroti kualitas menu, Alfiatun juga meminta pemerintah daerah untuk mengevaluasi sistem pengawasan dan distribusi bahan makanan. Ia menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama mengapa kasus seperti ini bisa terjadi.

🧠 Apa Itu SPPG dan Mengapa Penting?

SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi adalah program pemerintah yang bertujuan untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan, mendapatkan asupan gizi seimbang.

Program ini biasanya dijalankan melalui dapur komunitas atau dapur khusus di bawah koordinasi dinas terkait. Dalam pelaksanaannya, SPPG bekerja sama dengan tenaga ahli gizi untuk memastikan menu yang disediakan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.

Namun, dalam kasus Gunung Lurah, fakta di lapangan menunjukkan adanya penyimpangan dari standar operasional, mulai dari pemilihan bahan hingga penyajian makanan.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas
Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya
Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Kendaraan Dinas 2026: Aturan Diperketat, Anggaran Mobil Eselon I Capai Rp931 Juta
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:56 WIB

Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:29 WIB

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:40 WIB

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Berita Terbaru