Malaysia dan Brunei Gugat Indonesia Terkait Karhutla ke ASEAN

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ASEAN — Unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur terkait kabut asap karhutla

Malaysia dan Brunei melayangkan gugatan ke ASEAN akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia.

Redaksiku.com – Ketegangan diplomatik antara Indonesia dan negara-negara tetangga kembali meningkat akibat kabut asap yang melanda kawasan regional. Tekanan politik dan sorotan publik mengarah langsung kepada pemerintahan di bawah kepemimpinan nasional setelah kebakaran hutan dan lahan yang berulang terjadi memicu protes keras di luar negeri, termasuk aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.

Situasi ini memicu reaksi dari berbagai pihak di dalam negeri, mulai dari jajaran partai politik pendukung pemerintah, pimpinan lembaga legislatif, hingga aparat penegak hukum. Pemerintah Malaysia bersama Brunei Darussalam dikabarkan berencana membawa persoalan dampak lingkungan lintas batas ini ke dalam mekanisme ASEAN guna mencari penyelesaian yang lebih mengikat secara regional.

Menanggapi gelombang protes tersebut, pihak perwakilan politik dari Partai Gerindra menyatakan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan penanganan bencana secara menyeluruh di tengah berbagai cobaan alam yang sedang melanda tanah air. Menurut penjelasan dari lingkaran istana dan parlemen, koordinasi lintas instansi terus digalakkan untuk memadamkan titik-titik api yang masih aktif di sejumlah daerah rawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala negara disebut-seabf terus memantau situasi secara langsung melalui berbagai rapat koordinasi darurat, baik dengan mendatangi langsung lokasi terdampak maupun lewat sambungan jarak jauh. Pemerintah juga mengklaim telah menjalin komunikasi yang baik dengan negara-negara tetangga guna meredam ketegangan diplomatik serta menjelaskan langkah-langkah konkret yang tengah dikerjakan di lapangan.

Dugaan Alih Fungsi Lahan Menjadi Perkebunan Sawit

Persoalan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sering kali bukan sekadar fenomena alam akibat musim kemarau panjang, melainkan disinyalir kuat berkaitan dengan praktik pembersihan lahan secara sengaja. Pola yang kerap ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa tidak lama setelah suatu wilayah hutan atau lahan gambut terbakar, area tersebut mendadak bersih dan langsung ditanami bibit kelapa sawit.

Fenomena bekas wilayah kebakaran yang seketika berubah fungsi menjadi perkebunan komersial memicu desakan investigasi mendalam terhadap korporasi yang memegang hak atas tanah tersebut.

Praktik pembakaran lahan dinilai masih menjadi cara yang paling murah dan cepat bagi pihak-pihak tertentu untuk membuka lahan baru sebelum dialihfungsikan. Namun, penegakan hukum sering kali menghadapi jalan terjal ketika berhadapan dengan korporasi besar yang memiliki jaringan kuat atau pengaruh luas di tingkat lokal maupun nasional.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani secara tegas meminta agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas temuan mengenai lahan-lahan terbakar yang langsung berubah wujud menjadi kebun sawit. Temuan yang sempat viral di media sosial berupa video amatir dari wilayah Kalimantan dan sebagian Sumatera tersebut memperlihatkan bukti visual yang dinilai tidak boleh dibiarkan begitu saja.

“Terkait bekas lahan Karhutla kemudian sudah berubah alih fungsi, nanti kami akan meminta pihak yang terkait untuk menyelidiki hal itu. Itu seharusnya tidak boleh terjadi dan harus segera ditindak.”

— Puan Maharani

Desakan serupa juga sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajaran terkait untuk memeriksa secara teliti indikasi kesengajaan di balik bencana ekologis ini. Penanganan yang tegas dinilai penting guna memulihkan kepercayaan publik internasional sekaligus menjaga hubungan baik dengan negara tetangga yang selama ini terdampak langsung oleh kiriman asap pekat.

Pertanyaan Umum

Mengapa kebakaran hutan di Indonesia memicu protes dari negara tetangga?

Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia kerap terbawa angin lintas batas dan mencemari kualitas udara di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, sehingga mengganggu aktivitas warga dan kesehatan publik di sana.

Bagaimana respons pemerintah Indonesia terhadap protes dari Malaysia dan Brunei?

Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya menyatakan tetap fokus melakukan penanganan darurat di lapangan serta menjaga komunikasi diplomatik yang baik dengan negara-negara tetangga di tengah berbagai tantangan bencana alam yang sedang dihadapi.

Apa langkah konkret yang diminta oleh DPR terkait lahan bekas terbakar?

Pimpinan DPR mendesak aparat penegak hukum dan instansi berwenang untuk menyelidiki serta menindak tegas pihak-pihak yang sengaja membakar hutan demi mempercepat pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit.

Ringkasan

Malaysia dan Brunei berencana membawa masalah kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia ke mekanisme ASEAN. Pemerintah Indonesia sendiri mengklaim terus memprioritaskan penanganan darurat serta menjalin komunikasi diplomatik untuk meredam ketegangan.

Sementara itu, DPR dan pihak kepresidenan mendesak penegak hukum untuk menginvestigasi dugaan alih fungsi lahan bekas kebakaran secara sengaja menjadi perkebunan kelapa sawit oleh korporasi.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pidato Trump di PBB Di Tengah Berbagai Krisis
Houthi Klaim Serang Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Rusia Lancarkan Serangan Balasan ke Ukraina Usai Moskow Diserang Drone
Kasus Video Pelecehan di Bihar, Menteri Janji Bertindak
Pemerintah Membubarkan Komisi Telekomunikasi Setelah 37 Tahun Berdiri
Gudang Senjata di Suriah Utara Meledak, 4 Orang Terluka
Ayah Disha Salian Kirim Somasi Pencemaran Nama Baik ke Aaditya Thackeray
Penerbangan Air India ke Kathmandu Kembali ke Delhi karena Masalah Teknis

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:01 WIB

Pidato Trump di PBB Di Tengah Berbagai Krisis

Selasa, 22 September 2026 - 11:35 WIB

Houthi Klaim Serang Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu

Selasa, 22 September 2026 - 09:03 WIB

Rusia Lancarkan Serangan Balasan ke Ukraina Usai Moskow Diserang Drone

Selasa, 22 September 2026 - 04:08 WIB

Kasus Video Pelecehan di Bihar, Menteri Janji Bertindak

Senin, 21 September 2026 - 23:39 WIB

Pemerintah Membubarkan Komisi Telekomunikasi Setelah 37 Tahun Berdiri

Berita Terbaru

Yamaha Nmax kembali menjadi pusat perhatian dan bahan diskusi hangat di berbagai platform media sosial.

Otomotif

Yamaha Nmax Kembali Ramai Dibicarakan di Media Sosial

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:55 WIB

Life Style

Pilih RAM Besar atau Prosesor Kencang untuk HP Usia 40 Tahun?

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:36 WIB

Life Style

Panduan Lengkap Tas Longchamp Le Pliage: Model dan Harga 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:48 WIB

Maes Atbesene Sub tetap melayani korban konflik di Yahukimo meski memiliki keterbatasan fisik.

Viral

Kisah Hamba Tuhan Difabel Bantu Korban Konflik di Yahukimo

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:42 WIB

error: Content is protected !!