Redaksiku.com – Di tengah kecamuk konflik bersenjata yang masih membayangi wilayah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, sosok seorang hamba Tuhan bernama Maes Atbesene Sub muncul sebagai pembawa harapan bagi warga sipil. Meski memiliki keterbatasan fisik sebagai seorang difabel, ia tidak membatasi diri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan bagi mereka yang terdampak langsung oleh kekerasan di lapangan.
Keterlibatan Maes Atbesene Sub dalam situasi krisis ini bukan sekadar panggilan tugas gerejawi, melainkan aksi nyata di garis depan. Ia secara konsisten mendampingi korban luka, baik dari kalangan warga sipil maupun kelompok bersenjata, untuk memastikan mereka mendapatkan akses pertolongan medis yang sangat dibutuhkan di tengah sulitnya jangkauan layanan kesehatan akibat eskalasi keamanan.
Dedikasi di Tengah Medan Konflik
Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Maes Sub telah memantik perhatian luas dari masyarakat di Papua. Banyak pihak memberikan apresiasi tinggi atas keberaniannya menembus risiko demi menyelamatkan nyawa sesama tanpa memandang latar belakang. Ruben Wakla, salah satu warga yang menyoroti dedikasi tersebut, menyatakan bahwa kehadiran Maes Sub memberikan ketenangan bagi keluarga korban di tengah suasana duka yang mencekam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam menjalankan tugasnya, Maes Sub tidak bekerja sendirian. Ia kerap berkolaborasi dengan rekan-rekan hamba Tuhan lainnya untuk melakukan evakuasi serta prosesi pemakaman bagi mereka yang gugur dalam konflik. Salah satu catatan keberaniannya adalah keterlibatannya dalam mengevakuasi warga sipil di Kampung Samboga, Distrik Seredala, pada 22 September 2026.
Hingga saat ini, tercatat aksi evakuasi krusial telah dilakukan terhadap setidaknya enam warga sipil yang terjebak dalam situasi konflik di Distrik Seredala, Kabupaten Yahukimo.
Peran Ganda dalam Pelayanan Sosial
Selain dikenal sebagai seorang evangelis yang melayani 10 denominasi gereja di Yahukimo, Maes Atbesene Sub juga memikul tanggung jawab besar dalam organisasi kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Yahukimo.
Peran ganda ini menuntutnya untuk terus memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas di wilayah yang sulit dijangkau. Sepi Wanimbo, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) PPDI Provinsi Papua Pegunungan, memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan Maes Sub. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih serius terkait pemenuhan hak dan kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas yang juga menjadi penggerak sosial seperti Maes.
Maes Atbesene Sub saat ini memegang peran strategis sebagai Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Yahukimo, di mana ia aktif menyuarakan penolakan terhadap peredaran narkotika dan minuman beralkohol di wilayah tersebut.
Advokasi Melawan Penyakit Sosial
Di luar tugas kemanusiaan di medan konflik, Maes Sub dikenal sebagai sosok yang vokal dalam menjaga stabilitas sosial di Yahukimo. Sebagai Sekretaris FKUB, ia sering menyoroti ancaman nyata yang masuk ke wilayah tersebut melalui jalur transportasi udara. Beberapa masalah utama yang menjadi perhatiannya meliputi:
- Peredaran narkotika yang menyasar generasi muda di distrik-distrik terpencil.
- Distribusi minuman beralkohol ilegal yang sering memicu keributan dan kriminalitas.
- Masuknya barang-barang terlarang yang merusak tatanan sosial masyarakat lokal.
Dukungan masyarakat terhadap tokoh lokal seperti Maes Sub sangat krusial untuk memastikan keberlangsungan program kemanusiaan dan penegakan moral di wilayah konflik.
Ketegasan Maes Sub dalam bersuara mengenai isu-isu tersebut menjadikannya figur yang dihormati lintas komunitas. Meskipun menghadapi tantangan fisik, keterlibatannya dalam FKUB menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkontribusi dalam pembangunan karakter bangsa dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Tanah Papua.
Informasi mengenai data evakuasi dan kegiatan kemanusiaan ini didasarkan pada laporan lapangan per 22 September 2026, yang mencerminkan situasi dinamis di Kabupaten Yahukimo.
Pertanyaan Umum
Siapakah Maes Atbesene Sub?
Maes Atbesene Sub adalah seorang evangelis dan hamba Tuhan yang melayani di 10 denominasi gereja di Yahukimo. Selain itu, ia menjabat sebagai Ketua DPC PPDI Kabupaten Yahukimo dan Sekretaris FKUB Kabupaten Yahukimo.
Apa kontribusi utamanya di wilayah Yahukimo?
Ia dikenal aktif melakukan evakuasi korban konflik bersenjata, baik warga sipil maupun pihak lainnya, serta vokal dalam memerangi peredaran narkotika dan minuman beralkohol di wilayah tersebut.
Bagaimana kondisi yang dihadapi dalam tugasnya?
Maes Sub menjalankan tugas kemanusiaan di tengah situasi konflik bersenjata yang berisiko tinggi, dengan mengandalkan semangat pelayanan meski ia sendiri adalah seorang difabel.
Ringkasan
Maes Atbesene Sub, seorang hamba Tuhan sekaligus Ketua DPC Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Yahukimo, telah mendedikasikan dirinya dalam aksi kemanusiaan di tengah konflik bersenjata di wilayah Papua Pegunungan. Hingga laporan lapangan per 22 September 2026, ia tercatat berperan aktif dalam mengevakuasi setidaknya enam warga sipil yang terjebak di Distrik Seredala serta mendampingi korban luka untuk mendapatkan akses pertolongan medis.
Selain kiprahnya di medan konflik, Maes Sub memegang peran strategis sebagai Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Yahukimo. Ia secara konsisten melakukan advokasi sosial untuk menekan peredaran narkotika dan minuman beralkohol ilegal yang dinilai mengancam stabilitas masyarakat di distrik-distrik terpencil. Dedikasi lintas sektor ini menjadikannya figur yang dihormati dalam upaya menjaga kerukunan serta pembangunan karakter di tengah situasi keamanan yang dinamis.






