Redaksiku.com – Insiden ledakan gudang senjata yang terjadi di Suriah utara pada Senin, 21 September 2026, kembali memicu kekhawatiran mengenai keamanan fasilitas militer di wilayah tersebut. Ledakan yang melukai empat orang ini memperpanjang daftar musibah serupa di berbagai wilayah Suriah dalam beberapa bulan terakhir.
Kronologi Ledakan di Aleppo dan Dampaknya
Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan bahwa peristiwa tersebut berpusat di sebuah lokasi militer yang terletak di sekitar Kota al-Eis, sebelah selatan Aleppo. Kendati ledakan awal telah mereda, serangkaian ledakan susulan terus terjadi dan menciptakan gelombang kepanikan di area sekitarnya.
Kepala Operasi Pertahanan Sipil di Aleppo, Faisal Mohammad Ali, mengonfirmasi bahwa tim penyelamat bergerak cepat untuk mengevakuasi para korban dari titik bahaya. Hingga kini, otoritas berwenang masih menyelidiki faktor pemicu yang mengakibatkan gudang penyimpanan amunisi tersebut meledak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedikitnya empat orang dilaporkan mengalami luka-waktu akibat insiden ledakan yang terjadi di dekat Aleppo ini.
Respons Darurat dan Pengamanan Lokasi
Dampak dari ledakan ini dirasakan hingga radius beberapa kilometer. Obaida Hitto, jurnalis Al Jazeera yang melaporkan langsung dari Aleppo, menyampaikan bahwa suara dentuman keras menggelegar dan disusul oleh kepulan asap tebal.
“Ledakan tersebut terdengar dari jarak beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Kami sekarang telah melihat sejumlah ambulans dan mobil pemadam kebakaran memasuki lokasi,” kata Hitto, dilansir dari Aljazeera.
Gubernur Aleppo, Azzam al-Gharib, mengeluarkan instruksi agar warga tetap berada di kediaman masing-masing demi keamanan. Sementara itu, Komando Keamanan Dalam Negeri menutup akses jalan menuju lokasi untuk memudahkan mobilisasi tim darurat serta mencegah jatuhnya korban tambahan.
Rangkaian Insiden Militer di Suriah
Kejadian di Aleppo ini menambah panjang catatan insiden ledakan amunisi di tengah upaya negara tersebut memulihkan diri dari konflik berkepanjangan. Suriah saat ini masih berada dalam fase transisi setelah perang saudara selama lebih dari satu dekade dan transisi kekuasaan pada akhir 2024.
- Provinsi Deir Az Zor mengalami ledakan di lokasi militer yang menewaskan 11 orang pada pekan sebelumnya.
- Provinsi Idlib mencatat insiden serupa di gudang senjata Kementerian Pertahanan yang merenggut 14 nyawa pada awal September.
- Sebuah kendaraan pembawa amunisi juga meledak dan menewaskan lima orang di wilayah barat laut beberapa pekan lalu.
Otoritas keamanan setempat terus meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya frekuensi insiden ledakan fasilitas militer di berbagai provinsi.
Pertanyaan Umum
Apa penyebab utama ledakan di al-Eis?
Sampai saat ini, penyebab pasti dari ledakan gudang senjata di sekitar Kota al-Eis masih dalam penyelidikan pihak berwenang Suriah.
Berapa banyak korban luka dalam insiden tersebut?
Tim Pertahanan Sipil mengonfirmasi ada empat orang yang berhasil dievakuasi dan menderita luka-luka akibat ledakan serta runtuhan di sekitar lokasi.
Apakah ada korban jiwa tercatat di Aleppo?
Laporan awal dari otoritas setempat belum mencatat adanya korban jiwa dalam insiden di Aleppo ini, berbeda dari kejadian serupa di Deir Az Zor dan Idlib sebelumnya.
Ringkasan
Sebuah gudang senjata militer di dekat Kota al-Eis, sebelah selatan Aleppo, Suriah utara, meledak pada Senin, 21 September 2026, yang menyebabkan empat orang mengalami luka-luka dan memicu serangkaian ledakan susulan. Kantor berita pemerintah SANA dan jurnalis Al Jazeera, Obaida Hitto, melaporkan bahwa suara dentuman keras serta kepulan asap tebal dirasakan hingga radius beberapa kilometer, sementara tim Pertahanan Sipil Aleppo langsung mengevakuasi korban dan Komando Keamanan Dalam Negeri menutup akses jalan ke lokasi kejadian.
Gubernur Aleppo, Azzam al-Gharib, menginstruksikan warga untuk tetap berada di rumah sementara otoritas berwenang masih menyelidiki pemicu pasti ledakan tersebut. Insiden ini menambah panjang daftar musibah fasilitas militer di Suriah selama fase transisi pascakonflik, menyusul insiden serupa di Deir Az Zor dan Idlib yang sebelumnya telah merenggut puluhan korban jiwa.





