Redaksiku.com – Media sosial lagi-lagi digemparkan sama aksi unik sekaligus kontroversial dari sekelompok Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang.
Dalam sebuah video yang tersebar luas di Instagram, terlihat sekumpulan orang membentangkan spanduk raksasa bertuliskan Bonek Japan di sebuah jembatan yang ramai dikunjungi wisatawan.
Video itu awalnya diunggah oleh akun @unboxing.japan, dan dalam sekejap langsung memicu berbagai komentar dari netizen. Ada yang bangga karena komunitas Bonek ternyata eksis sampai luar negeri, tapi banyak juga yang nyinyir karena aksi ini dianggap gak pada tempatnya.
Spanduk Raksasa yang Menutupi Jembatan
Dalam rekaman, tampak beberapa orang yang diduga pekerja migran Indonesia menggelar spanduk super besar hingga menutupi salah satu sisi jembatan. Sekilas, vibe-nya memang keren karena menunjukkan solidnya komunitas Bonek meski jauh dari tanah air. Tapi, di sisi lain, gak sedikit yang menilai aksi ini berlebihan karena berpotensi mengganggu ketertiban umum di Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Konteksnya penting banget: Jepang punya aturan ketat soal ketertiban di ruang publik, apalagi di kawasan wisata yang ramai. Jadi, kalau ada aksi yang menutupi fasilitas umum atau berpotensi mengganggu wisatawan, itu bisa dianggap melanggar hukum setempat.
Himbauan dari Pengunggah Video
Yang bikin heboh, pihak pengunggah video gak cuma sekadar upload. Mereka juga kasih himbauan keras biar masyarakat lebih aware. Dalam captionnya, mereka menulis:
Siapa pun yang melihat atau menjumpai aktivitas serupa, mohon segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Jangan ragu hubungi nomor darurat 110 agar polisi bisa segera menindak.
Pernyataan ini jelas banget nunjukin kalau aksi Bonek Japan dianggap serius oleh sebagian pihak, bukan sekadar hiburan atau konten kreatif.
Risiko Ciderai Nama Baik Pekerja Migran Indonesia
Sampai berita ini ditulis, pihak otoritas Jepang memang belum kasih keterangan resmi soal kejadian tersebut. Tapi publik udah rame duluan ngebahas dampaknya. Banyak yang khawatir kalau aksi seperti ini bisa mencoreng nama baik pekerja migran Indonesia di Jepang.
Kita tahu, TKI dan pekerja migran punya kontribusi besar, baik buat keluarga maupun negara. Tapi kalau ada aksi yang dianggap mengganggu aturan lokal, citra mereka bisa ikut-ikutan kena imbas. Apalagi dilakukan di area wisata yang notabene jadi perhatian publik luas.
Pro dan Kontra di Kalangan Netizen
Fenomena Bonek Japan ini bikin netizen kebagi dua kubu.
-
Kubu pertama: Mereka yang bangga karena komunitas Bonek terbukti solid sampai luar negeri. Menurut mereka, spanduk itu bukti kreativitas sekaligus cara menunjukkan identitas kebanggaan sebagai suporter Persebaya di kancah internasional.
-
Kubu kedua: Mereka yang justru geram karena merasa aksi itu gak pada tempatnya. Menurut kelompok ini, semangat boleh, tapi jangan sampai melanggar aturan negara orang.
Beberapa komentar netizen yang sempat viral antara lain:
-
Bangga sih, tapi inget bro, Jepang itu ketat soal aturan publik.
-
Kalau buat konten, jangan sampai bikin pekerja migran lain kena dampak negatif.
-
Keren sih spanduknya, tapi bisa-bisa nanti jadi masalah hukum.
Tradisi Bonek yang Ikut ke Negeri Sakura
Buat yang belum familiar, Bonek adalah sebutan untuk pendukung Persebaya Surabaya, salah satu klub sepak bola paling populer di Indonesia. Mereka dikenal fanatik, solid, dan selalu punya cara unik buat dukung tim kesayangan. Mulai dari koreografi kreatif di stadion, nyanyian khas, sampai aksi-aksi yang bikin publik tercengang.
Fenomena Bonek Japan sebenarnya bukan hal baru. Banyak komunitas suporter Indonesia yang bikin cabang di luar negeri, entah di Jepang, Korea Selatan, atau negara Eropa. Mereka biasanya kumpul untuk nonton bareng pertandingan, bikin acara komunitas, sampai gelar aksi solidaritas.
Tapi kali ini, karena dilakukan di tempat umum yang ramai, jadi langsung heboh dan menimbulkan perdebatan.
Pelajaran Soal Ketertiban di Luar Negeri
Dari kejadian ini, ada pelajaran penting buat semua WNI di luar negeri. Hidup di negara orang berarti harus bisa menyesuaikan diri dengan aturan setempat. Apalagi Jepang terkenal ketat soal disiplin publik. Hal-hal kecil yang mungkin biasa di Indonesia, bisa jadi masalah besar di sana.
Contohnya, membentangkan spanduk besar di jembatan. Kalau di Indonesia mungkin dianggap hal biasa atau bahkan seru, tapi di Jepang bisa dianggap melanggar ketertiban, mengganggu lalu lintas pejalan kaki, atau bahkan potensi pelanggaran hukum.
Harapan Publik: Jangan Terulang Lagi
Meski sampai saat ini belum ada langkah hukum dari pihak Jepang, banyak yang berharap aksi serupa gak terulang. Dukungan terhadap tim sepak bola atau komunitas bisa dilakukan dengan cara kreatif yang tetap menghormati aturan lokal.
Banyak juga yang menyarankan kalau komunitas Bonek di Jepang bisa bikin kegiatan positif, misalnya nobar resmi di ruang komunitas, pameran budaya, atau kegiatan amal atas nama Bonek. Dengan begitu, identitas mereka tetap terjaga, tapi tanpa harus bikin resiko yang merugikan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






