Redaksiku.com – Tasikmalaya lagi-lagi viral di media sosial, tapi kali ini bukan karena hal negatif, gengs.
Sebuah warung makan sosial di Jalan Gunung Sabeulah, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, diserbu ratusan warga tiap hari Jumat.
Nama tempatnya? Si Jum (alias Nasi Jumat)tempat di mana orang bisa makan gratis, tanpa syarat ribet, cukup datang dan antre.
Fenomena ini bikin banyak orang mewek sekaligus kagum karena semangat gotong royong dan kepeduliannya yang luar biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🚠Warung Gratis Tapi Bikin Ramai Kaya Warteg Viral
Tepat hari Jumat (4 Juli 2025) siang, suasana di depan warung Si Jum rame banget. Antrean udah mulai terlihat sejak jam 12 siang. Mayoritas yang datang adalah ibu-ibu dan anak-anak, lalu dilanjut para pria dewasa yang baru kelar salat Jumat.
Warung ini lokasinya di dalam ruko yang disulap jadi dapur umum. Penuh semangat berbagi, pengurusnya menyajikan makanan gratis untuk siapa saja yang butuh. Tanpa embel-embel, tanpa pamrih.
Ada yang datang sambil gendong bayi, ada juga yang bawa balita. Berdesakan? Udah pasti. Tapi semua tetap tertib dan saling jaga sikap.
👩ðŸ»ðŸ³ Di Balik Dapur Sosial Si Jum
Adalah Adilla Utami Dewi, Ketua Yayasan Si Jum, yang menjadi motor utama dari aksi sosial ini. Ia bilang, setiap Jumat, jumlah warga yang datang bisa sampai ratusan, bahkan kadang gak muat tempat.
Kalau hari biasa, Senin sampai Kamis, kami siapkan 250300 porsi. Tapi pas Jumat, bisa sampai 500600 porsi. Dan itu pun habis! kata Adilla.
Gak cuma warga sekitar, ternyata orang-orang dari luar kecamatan juga ikut antre. Soalnya letaknya di tengah kota, jadi gampang diakses dari mana-mana. Yang datang biasanya pedagang kecil, juru parkir, ojek pangkalan, hingga tukang becak. Intinya, siapa aja yang butuh makan, boleh datang.

🙠Bantu Rakyat Kecil, Warga: Ini Sangat Berarti
Salah satu juru parkir yang sering makan di Si Jum mengaku sangat terbantu dengan program ini. Alhamdulillah banget, Mas. Udah dua kali ke sini. Terima kasih buat semua yang udah nyumbang. Makanan enak, porsinya pas, ucapnya sambil tersenyum.
Program kayak gini tuh emang jadi penolong banget buat mereka yang hidup dari penghasilan harian. Bisa makan gratis, bergizi, dan layakitu udah kayak hadiah luar biasa.
🥘 Sistemnya Prasmanan, Bebas Ambil Sendiri
Yang bikin Si Jum makin keren adalah sistem makannya: prasmanan. Jadi, warga tinggal antre, ambil piring, dan langsung pilih nasi sama lauk sendiri. Gak perlu repot pesen atau daftar.
Menu yang disediakan pun gak sembarangan. Mulai dari nasi hangat, sayur mayur, ayam goreng, tahu-tempe, sambel, sampai buah potong, semuanya tersedia. Dan jangan salah, rasanya juga enak! Bukan makanan seadanya, tapi bener-bener disiapin dengan niat berbagi dan cinta.
📸 Viral di Sosmed, Banyak Warganet Tersentuh
Video dan foto-foto warung makan gratis ini udah beredar luas di TikTok, Instagram, sampai Twitter (sekarang X). Banyak netizen yang ngaku pengen ikut nyumbang atau bahkan bikin gerakan serupa di kotanya sendiri.
“Di zaman sekarang, dapet makan gratis itu luar biasa. Respek tinggi buat Si Jum dan timnya!” tulis akun @anakwarteg di IG.
“Semoga makin banyak yayasan kayak gini. Bukan cuma viral, tapi berdampak nyata,” tambah netizen lainnya.
💡 Inspirasi untuk Kota Lain: Bagi yang Mampu, Yuk Mulai!
Fenomena Si Jum ini harusnya bisa jadi trigger buat gerakan serupa di kota-kota lain. Gak harus besar, gak perlu fancy. Yang penting niat bantu dan konsisten. Bisa mulai dari warung kecil, masjid, atau bahkan rumah pribadi yang dijadiin dapur sosial seminggu sekali.
Soalnya, faktanya masih banyak banget orang di sekitar kita yang belum tentu bisa makan 3 kali sehari. Sementara itu, masih banyak juga yang buang-buang makanan karena gak habis.
Jadi, daripada mubazir, kenapa gak disalurkan buat yang butuh?
🌈 Akhir Kata: Nasi Gratis, Tapi Dampaknya Gak Gratisan
Apa yang dilakukan Yayasan Si Jum bukan cuma bagi makanan. Tapi mereka juga menyebarkan harapan, solidaritas, dan semangat saling bantu di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Di era sekarang, saat semua serba viral, mereka memilih jadi viral karena berbagi. Dan itu jauh lebih mulia dibanding konten sensasi gak jelas.
Semoga makin banyak “Si Jum” di luar sana. Dan semoga kita yang lagi mampu, bisa ikut ambil bagian meski kecilkarena setiap piring yang terisi, ada hati yang terobati.






