Redaksiku.com – Media sosial lagi-lagi diguncang sama kabar yang bikin netizen heboh: munculnya video syur yang diduga melibatkan seorang selebgram asal Ambon, Chasandra Thenu, bareng seorang pria berseragam, yang disebut-sebut sebagai anggota kepolisian berpangkat Bripda.
Video ini mulai rame dibicarain sejak Rabu, 25 Juni 2025, dan langsung menyebar ke berbagai platform medsosmulai dari Twitter, TikTok, sampai grup WhatsApp keluarga. Bukan cuma potongan video, tapi juga tangkapan layar, komentar, dan spekulasi netizen ikutan menyerbu timeline.
Isi Videonya: Diduga Chasandra & Seorang Bripda
Dalam potongan video yang beredar, terlihat seorang wanita dan pria tengah melakukan adegan syur di dalam sebuah ruangan tertutup. Yang bikin geger, sosok perempuan dalam video itu disebut-sebut mirip banget sama Chasandra Thenu, selebgram yang cukup aktif di Instagram dan TikTok.
Kemiripan itu makin diperkuat dengan ciri fisik di tubuh si perempuan: ada tato mawar di bahu kiri dan beberapa tato kecil di bagian lengan atas, yang selama ini juga sering terlihat di postingan pribadi Chasandra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, si pria dalam video disebut-sebut adalah Charles Yohanes Tuarlela, seorang anggota polisi berpangkat Bripda. Info ini bikin netizen makin panas, karena melibatkan institusi hukum dan publik figur dalam satu frame.

Chasandra Gak Bantah, Tapi…
Yang bikin publik makin penasaran, Chasandra akhirnya buka suara. Dalam pernyataan singkatnya yang dikutip Kamis, 3 Juli 2025, Chasandra gak menampik keberadaan video tersebut.
“Itu video sudah lama sekali,” ujarnya, tanpa menyebut kapan dan dalam konteks apa video itu diambil. Meskipun jawaban ini tergolong lowkey, tapi netizen langsung ambil kesimpulan kalau dia mengakui video itu emang beneran ada dan dirinya adalah sosok di dalamnya.
Sudah Lapor ke Pihak Berwajib
Chasandra juga menegaskan kalau dia gak tinggal diam. Dia udah berkoordinasi dengan pihak berwajib buat menindaklanjuti penyebaran video pribadi tersebut.
Bahkan, menurut pengakuannya, bakal ada tim khusus dari Polwan dan unit siber yang akan turun langsung buat menemuinya. Mereka akan ngecek dan memproses kasus ini sesuai aturan yang berlaku.
Nanti ada ibu Polwan dan cyber yang mau datang, kata Chasandra dalam keterangannya.
Netizen Terbelah: Support vs Julid
Reaksi publik kayak biasa: terbelah. Di satu sisi, ada yang ngasih dukungan penuh buat Chasandra karena video tersebut udah masuk ranah privasi yang seharusnya dilindungi. Banyak yang bilang, apapun kontennya, yang salah adalah pihak yang menyebarkan video tersebut tanpa izin.
“Privasi itu hak semua orang. Yang nyebarin video tanpa izin harus ditindak keras,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Tapi di sisi lain, gak sedikit juga yang malah julid dan nyalahin Chasandra. Ada yang mempertanyakan moralnya sebagai publik figur, ada juga yang nyerempet-nyerempet profesinya sebagai influencer dengan jutaan followers.
Pakar Hukum: Yang Salah Itu Penyebar, Bukan Korban
Beberapa pakar hukum dan aktivis digital langsung angkat suara. Mereka ngingetin publik bahwa dalam kasus kayak gini, yang harus ditindak tegas adalah penyebar konten, bukan si korban dalam video.
“Kalau isi video itu pribadi dan gak ada izin untuk dipublikasikan, maka pelaku penyebaran bisa kena pasal UU ITE. Ancaman hukumannya gak main-main,” jelas seorang pengamat hukum digital dalam sebuah talkshow online.
Kasus kayak gini udah sering banget terjadi, terutama ke publik figur yang aktivitas digitalnya tinggi. Maka dari itu, edukasi soal literasi digital dan privasi makin penting, bukan cuma buat selebgram tapi juga buat netizen biar gak asal share konten sensitif.
Polri Belum Beri Pernyataan Resmi
Sampai artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status anggota Bripda yang diduga ada dalam video. Publik masih menunggu apakah benar yang bersangkutan adalah anggota aktif, dan bagaimana langkah institusi jika memang keterlibatannya terbukti.
Publik juga berharap kasus ini gak diseret ke arah sensasionalitas aja, tapi benar-benar diproses dengan adil dan terbuka. Sebab, dalam kasus seperti ini, mental dan keamanan korban bisa jadi taruhan.
Fenomena: Selebgram, Privasi, dan Risiko Dunia Digital
Kasus ini jadi pengingat lagi buat kita semuabahwa hidup di era digital punya dua sisi mata pisau. Jadi publik figur, apalagi selebgram dengan banyak pengikut, berarti otomatis selalu diawasi dan disorot.
Semua yang bersifat pribadi bisa berubah jadi konsumsi publik dalam hitungan menit. Dan sayangnya, gak semua netizen bisa memilah mana yang pantas dikomentarin dan mana yang udah masuk wilayah pelanggaran privasi.
Makanya, penting banget buat jaga data dan file pribadi, termasuk urusan cloud, email, sampai password. Gak cuma seleb, tapi semua pengguna internet rentan kalau gak aware soal keamanan digital.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






