Hal ini membuat komponen seperti layar dan kamera tidak bisa dikalibrasi ulang jika dipasang di perangkat baru tanpa otorisasi.
Meskipun begitu, sindikat tetap memanfaatkan nilai dari suku cadang yang tidak bergantung pada sistem digital, seperti casing, tombol, atau konektor.
Apple juga mengimbau pengguna untuk selalu mengaktifkan fitur Find My agar bisa melacak lokasi terakhir iPhone jika dicuri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sayangnya, sebagian besar korban hanya bisa pasrah karena hukum internasional belum mampu menjangkau sindikat besar yang bermarkas di Shenzhen tersebut.
Fenomena iPhone curian yang terlacak di satu gedung di Shenzhen menandakan bahwa aksi ini bukan insiden biasa, melainkan bagian dari jaringan perdagangan global yang terorganisir.
Gedung di pusat kota Shenzhen itu kini menjadi simbol dari lemahnya pengawasan terhadap aliran barang elektronik ilegal.
Meskipun Apple terus meningkatkan sistem keamanannya, selama masih ada pasar untuk suku cadang iPhone, sindikat seperti ini akan terus bermunculan.
Masyarakat dunia diharapkan tetap waspada dan tidak menyimpan ponselnya sembarangan, terutama di tempat umum yang ramai.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






