Redaksiku.com – Informasi tentang puluhan warga terjebak longsor dan banjir di kawasan Tapanuli Tengah mendadak viral setelah sebuah video singkat menyebar cepat di media sosial.
Dalam rekaman itu, terlihat belasan perempuan dan beberapa pria berkumpul di tengah hutan dengan kondisi seadanya, sebagian mengenakan jas hujan plastik sambil berteduh dari hujan yang terus turun.
Dua sisi jalan yang mereka lalui dilaporkan tertutup longsor, membuat warga benar-benar tidak memiliki akses keluar. Dalam situasi gelap dan dingin, mereka hanya bisa menunggu bantuan sambil berharap pihak berwenang segera menemukan lokasi mereka.
Video itu mencuri perhatian publik karena menunjukkan bagaimana puluhan warga terjebak longsor dan banjir dalam kondisi yang semakin mengkhawatirkan. Suara panik dan permohonan bantuan dalam video tersebut membuat warganet ikut merasakan kecemasan para korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Video Evakuasi Gagal dan Teriakan Minta Tolong Viral di Medsos
Situasi puluhan warga terjebak longsor dan banjir mulai diketahui publik setelah seorang pria yang ikut terisolasi merekam kondisi mereka. Ia mengarahkan kamera ke sekitar, memperlihatkan tebing yang runtuh dan jalan yang tertutup tanah basah.
Dengan suara gemetar, pria itu berulang kali memanggil Bupati Tapanuli Tengah untuk meminta bantuan. Ia menyebutkan bahwa mereka tidak bisa bergerak ke mana pun karena jalur depan dan belakang telah sepenuhnya tertutup longsor.
Video tersebut langsung menyebar luas di platform X, TikTok, dan Instagram. Warganet membanjiri komentar dengan rasa panik, simpati, dan doa agar proses evakuasi berjalan cepat dan aman.
Hujan Deras Tak Berhenti, Warga Bertahan dengan Jas Hujan Plastik
Hujan intensitas tinggi membuat puluhan warga terjebak longsor dan banjir semakin sulit bergerak. Dalam video yang beredar, sebagian warga terlihat menggunakan jas hujan plastik tipis, sementara lainnya memegang payung kecil untuk sekadar mengurangi rasa dingin.
Beberapa anak dan perempuan tampak berkerumun sambil duduk di bawah pepohonan, mencoba menghindari guyuran air. Kondisi semakin gelap karena cuaca yang tak bersahabat.
Meski dalam keadaan panik, warga tetap berusaha berkumpul agar tidak terpencar dan saling menjaga satu sama lain.
Akses Jalan Putus Total, Kanan dan Kiri Longsor
Petaka yang menyebabkan puluhan warga terjebak longsor dan banjir terjadi setelah dua titik jalan amblas hampir bersamaan. Tebing di kiri dan kanan hutan runtuh, membuat jalan berubah menjadi dinding tanah dan batu yang tak mungkin dilewati.
Posisi warga yang berada tepat di tengah membuat mereka benar-benar terisolasi. Tanpa sinyal, tanpa penerangan, dan tanpa perlengkapan evakuasi, mereka tak punya pilihan selain bertahan di tempat.
Kondisi ini membuat proses pencarian sedikit terhambat karena lokasi longsor berada di area hutan yang cukup dalam.
Pihak Kepolisian Ungkap Belum Ada Informasi Awal
Saat kabar puluhan warga terjebak longsor dan banjir viral dan menjadi perbincangan nasional, Polda Sumatera Utara mengaku belum menerima informasi rinci mengenai lokasi para korban.
Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Siti Rohani menyebut keadaan cuaca ekstrem membuat laporan dari lapangan terlambat diterima. Namun, koordinasi dengan BPBD dan stakeholder terkait langsung dilakukan begitu video viral mulai menyebar.
Tim gabungan kini memetakan lokasi perkiraan warga agar evakuasi bisa dilakukan dengan cepat.
Bencana Melanda 14 Titik di Tapteng
Berdasarkan laporan awal, Tapanuli Tengah mengalami sedikitnya 14 kejadian bencana pada hari yang sama. Tanah longsor tercatat sembilan kejadian, sementara banjir terjadi di lima titik berbeda.
Kondisi curah hujan yang sangat tinggi membuat sejumlah desa terputus aksesnya. Situasi ini memperburuk keadaan puluhan warga terjebak longsor dan banjir di tengah hutan.
Hingga siang terakhir, tercatat empat korban meninggal dunia dan satu orang luka berat akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.
Proses Evakuasi Diupayakan di Tengah Hujan Intensitas Tinggi
Petugas gabungan kini bergerak meski akses jalan sulit. Upaya evakuasi dilakukan dengan memanfaatkan jalur alternatif dan pencarian melalui trekking manual.
Hujan yang masih turun menjadi kendala utama. Namun, prioritas diberikan untuk menemukan lokasi tepat puluhan warga terjebak longsor dan banjir sebelum kondisi semakin berbahaya.
Tim BPBD dan relawan lokal juga menyiapkan peralatan evakuasi darurat, termasuk tenda pengungsian sementara jika proses penyelamatan memakan waktu panjang.
Kisah puluhan warga terjebak longsor dan banjir di Tapanuli Tengah ini memperlihatkan betapa rapuhnya daerah rawan bencana ketika cuaca ekstrem datang tanpa kompromi. Video yang viral menggambarkan kondisi nyata warga yang berjuang di tengah hutan tanpa perlindungan memadai.
Di balik rasa panik dan ketidakpastian, masyarakat berharap bantuan segera datang dan semua warga ditemukan dalam kondisi selamat. Situasi terus dipantau seiring hujan yang belum menunjukkan tanda akan mereda.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels






