Redaksiku.com – Kabar Pulau Pendek Buton dijual online mendadak menggegerkan warganet setelah sebuah unggahan di situs jual beli menampilkan informasi penjualan sekaligus penyewaan pulau tersebut. Foto-foto pulau terpampang lengkap dengan keterangan dijual dan disewakan untuk wisata, membuat publik bingung dan bertanya-tanya.
Unggahan itu langsung viral di media sosial. Banyak yang mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah pulau yang merupakan wilayah adat dan memiliki masyarakat lokal bisa diperjualbelikan begitu saja di dunia maya. Reaksi warga pun beragam, mulai dari kaget, geram, sampai khawatir terhadap masa depan pulau itu.
Pemerintah daerah akhirnya turun tangan. Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, langsung menuju lokasi untuk memastikan apakah benar Pulau Pendek Buton dijual online seperti yang ramai diberitakan. Hasil pengecekan itu kemudian membuka fakta sebenarnya.
Unggahan Penjualan Pulau Bikin Media Sosial Geger
Kabar Pulau Pendek Buton dijual online pertama kali muncul dari sebuah situs jual beli yang menampilkan foto-foto pulau dengan penawaran seolah-olah properti pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penjelasannya bahkan menyebutkan harga, opsi sewa untuk wisata, dan kalimat promosi lain yang membuat publik tambah percaya.
Warganet langsung menyerbu kolom komentar. Banyak yang tidak percaya karena pulau biasanya masuk kawasan adat dan tidak bisa dimiliki perorangan. Ada juga yang heran karena ini bukan kali pertama pulau tersebut diiklankan tahun 2020 pun kasus serupa pernah terjadi.
Unggahan itu akhirnya jadi topik hangat dan menyebar ke berbagai platform dengan kecepatan tidak masuk akal.
Wakil Bupati Buton Turun ke Lokasi
Karena isu Pulau Pendek Buton dijual online makin liar, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa langsung mendatangi pulau tersebut.
Ia mengecek langsung kondisi lapangan, berbicara dengan warga, dan memastikan apakah benar ada pihak tertentu yang menawarkan pulau tersebut ke publik.
Setelah pengecekan, Syarifudin menegaskan bahwa pemberitaan itu tidak benar. Pulau Pendek bukan pulau pribadi dan tidak pernah dijual oleh pemerintah desa maupun pemerintah daerah.
Kami pastikan Pulau Pendek tidak dijual, ujarnya tegas.
Pulau Pendek Merupakan Warisan Leluhur
Pemerintah daerah menyebut pulau tersebut adalah wilayah adat yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting. Pulau Pendek merupakan warisan leluhur warga setempat, dan status kepemilikannya tidak bisa dipindahtangankan begitu saja.
Masyarakat di pulau itu hidup dengan tradisi kuat, menjunjung adat, dan menjaga keseimbangan dengan alam. Karena itu, kabar Pulau Pendek Buton dijual online dianggap sangat meresahkan warga.
Pulau ini juga tidak pernah masuk kategori lahan pribadi atau aset yang bisa diperjualbelikan secara legal.
Potensi Wisata Tinggi Jadi Alasan Pulau Sering Diincar
Pulau Pendek memiliki pasir putih, air jernih, terumbu karang, dan suasana tenang yang membuatnya selalu menarik bagi wisatawan.
Banyak pelancong lokal maupun mancanegara datang untuk snorkeling, menikmati alam, atau sekadar merasakan suasana kampung pesisir yang ramah.
Karena potensi wisata itu, kabar Pulau Pendek Buton dijual online membuat banyak orang mengira ada investor nakal yang mencoba memanfaatkan nama pulau untuk menarik keuntungan pribadi.
Pemerintah daerah sendiri sudah merencanakan pengembangan wisata resmi yang melibatkan masyarakat lokal, bukan pihak luar yang tidak bertanggung jawab.
Pemda dan Masyarakat Sepakat Pulau Tak Bisa Dijual
Setelah peninjauan, Wakil Bupati menegaskan kembali bahwa pulau itu adalah bagian dari aset leluhur. Pemerintah desa, pemerintah daerah, hingga Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara sejalan dalam pandangan: Pulau Pendek tidak boleh dijual atau diatasnamakan individu.
Kisruh Pulau Pendek Buton dijual online akhirnya membuat pemerintah memperketat pemantauan terhadap iklan palsu serupa yang mungkin muncul lagi.
Warga berharap kejadian ini tidak terulang, karena informasi semacam itu dapat merusak citra pulau dan menimbulkan konflik kepentingan.
Jarak dan Akses ke Pulau Tetap Mudah Dijangkau
Pulau Pendek terpisah dari Pulau Buton dan berjarak sekitar 35 kilometer dari Kota Baubau. Wisatawan dapat menuju ke sana menggunakan kapal nelayan dalam waktu tempuh sekitar 4560 menit.
Akses yang mudah inilah yang membuat pulau semakin dikenal, termasuk oleh pihak tak bertanggung jawab yang mencoba memanfaatkan namanya dengan membuat iklan palsu. Karena itu, isu Pulau Pendek Buton dijual online menjadi perhatian serius pemerintah setempat.
Pulau yang masih perawan ini terus menjadi salah satu destinasi unggulan di Buton, terutama karena daya tarik bahari dan masyarakatnya yang ramah.
Kasus Pulau Pendek Buton dijual online jadi pengingat bahwa informasi palsu bisa menciptakan kegaduhan besar dalam waktu singkat. Warga dan pemerintah harus bekerja sama mengecek setiap kabar yang beredar agar tidak mudah terjebak isu yang tidak valid.
Meski sempat membuat heboh, polemik ini justru memperkuat tekad pemerintah daerah untuk menjaga pulau tersebut sebagai aset budaya dan wisata yang tidak bisa diperjualbelikan.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau






